
Di jalan yg di ambil Rara terjadi keributan karna sekolompok anak muda yg mabuk mengacaukan para pedagang tersebut. semua orang pun takut dan berlarian kesana dan kemari.Rara yg syok lalu bingung harus bagaimana Tiba tiba ada sosok laki laki yg menarik tangannya
"Aww lepasin gue sakit tolong tolong"ucap Rara sambil meronta meminta orang tersebut melepaskan tanganya
Tapi kekuatan Rara tak cukup kuat untuk pria yg gagah tersebut.pria itu membawa Rara ke sebuah Ruko dan bersembunyi di sana
"Lo siapa sih narik narik tangan gue sakit tau"ucap Rara sambil memegang tangannya yg memerah
Lelaki tersebut tak menjawab ia sibuk mengintip ke luar apa keadaanya aman.Rara pun menyegol bahu pria itu ternyata pria itu adalah pri yg sama menyelamatkan Rara waktu di mal tersebut
"Lo,ngapain di sini"ucap Rara sambil kebingungan
Pria itu tak menjawab pertanyaan Rara
Cih dasar pria dingin terbuat dari ap coba mana ada cewek yg mau Deket dengan ya.gumam Rara dalam hati
Sementara di tempat lain
Kak Salsha dan Linda melihat ada keributan di tempat yg Rara kunjungi Mereka khawatir
"Kak Gimana kak Rara entar Kaka Rara kenapa kenapa lagi gimana dong"ucap Linda yg begitu khawatir
"Y lin Kaka juga bingung harus ngapain apa ngak kita susul aja ke sana"ucap kak salsha
"Jangan kak nanti kita kenapa Napa coba kakak hubungin kak Rara kan bawa hp"ucap Linda memberi solusi
"Eh iya yah"ucap kak salsha lalu mengeluarkan hp dan menelpon Rara
Di Ruko
Drrt.... Drrrtt...
Hah kak salsha apa yg harus aku omongin.gumam Rara dalam hati
"Halo kak,eh Rara di tempat temen kalau kakak udah dapet kakak langsung aja pulang entar Rara nyusul"ucap Rara terpaksa berbohong Karana tak ingin kakaknya menghawatirkannya
Kenapa dia terpaksa berbohong padahal jelas jelas dia masih di sini dasar aneh.gumam pria itu dalam hati
Keadaan di luar sudah aman.
"Ayoh keluar"ucap pria itu singkat
"emang udah aman apa diluar"ucap salsha
Pria itu tak menjawab dia malah terus berjalan hingga seseorang memangilnya
"Tuan Dev saya sudah menyiapkan mobil nya"ucap supir tersebut
Oh ternyata nama pria ini dev.gumam Rara dalam hati
Devano Mahendra Alvaro adalah putra sulung keluarga Mahendra ia memiliki seorang adik keluarga Mahendra dikenal sangat dermawan davano juga merupakan pengusaha sukses Ia sangat tampan sehingga membuat wanita luluh terhadapnya Karna ketampanan dan juga badannya yg berotot ia dikenal dengan sikapnya yg sangat dingin membuat wanita sulit untuk mendapatkanya
Lalu Dev pun masuk kedalam mobil itu.Rara hanya berdiri karna ia tak tahu harus pulang mengunakan apa karna ini sudah malam dan juga angkot tidak ada Rara takut untuk memesan.ia memerahatikan Rara yg begitu khawatir dan juga takut ia sebenarnya tak peduli dengan wanita, tapi ia melihat Rara begitu khawatir karena ini sudah malam.supir pun menyalakan mobilnya
__ADS_1
"Tunggu,suruh dia masuk"ucap Dev kepada supirnya itu supaya menyuruh Rara masuk
"Nona Silakan Masuk"ucap supir itu membukakan pintu belakang
bagaiman sebenarnya aku males banget kalau sama pria dingin ini tapi tak ada cara lain diluar semakin dingin dan aku juga takut y sudahlah aku ikut saja.Rara berfikir lalu iya langsung masuk
supir itu begitu takjub dengan Rara karna tak biasnya Dev mengantar orang pulang apalagi wanita.
Didalam mobil tidak ada percakapan diantara mereka lalu supir pun memecahkan keheningan
"Nona rumah nona dimana"ucap supir itu
"Jalan merpati blok5 no 25 pak"ucap Rara
Akhirnya mereka sampai di kediaman Tuan Hendry Agatha,Lalu Rara keluar Dev melihat tuan Hendry teman SMP papanya Dev hingga kini mereka masih berteman.
Oh ternyata ia anak nya Paman Hendry pantasan aksi seperti melihatnya.gumam Dev dalam hati
"Terima Kasih"ucap Rara lalu pergi ia sebenarnya malas bicara dengan pria dingin itu.
Lalu mobil Dev berhenti di Kediamannya
Kediaman Tuan Irfan Mahendra Alvaro
Mobil Dev berhenti di depan pintu
''Tuan muda mau makan malam"ucap Pak Malik
"Antarkan saja ke dalam kamar"ucap Dev lalu pergi kedalam kamar
Di dalam kamar Dev pun langsung membersihkan diri karna seharian berkerja merasa badannya lengket lalu ia pun mandi
Tok..Tok..Tok...
Dev baru saja mandi dengan handuk melingkari pinggangnya dan handuk lainya memngerikan rambutnya
"Masuk letakan saja di atas meja"ucap Dev menyuruh pak malik untuk meletakan makanannya di atas meja
Dev menyantap makanan lalu ia terpikirkan Rara yg ia tak ketahui namanya.Selepas ia makan Dev memilih Untuk tidur karna berkerja seharian.
Lusanya..
Kediaman Tuan Herry Agatha
Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing masing karna hari ini adlah pernikahannya kak Windi dengan salah satu Pria Pilihannya
Keadaan Rumah begitu Ramai dengan orang yg mempersiapkan diri dan berdandan.
"Kak Rara Aku Mintak Lipstik Kak Rara dong punya aku habis hehehe"ucap Linda masuk kemar Rara dengan tertawa kecil
"Makangkanya beli tuh ambil aja di tas tapi jangan pakai yg kesayangan kakak"ucap Rara
"Aku ambil yg ini yah ,yaudah Terimah kasih banyak nanti aku balikinnya"ucap Linda sambil berjalan ke luar kamar Rara
__ADS_1
Sementara di Rumah Tuan Irfan Mahendra Alvaro
Tuan Irfan diundang datang ke pesta Pernikahan kak Windi karna papahnya Rara mengundang dan juga papahnya Windi adalah teman juga tapi tak sedekat dengan papahnya Rara.
om Irfan bermaksud untuk mengajak dev untuk ikut ke sana tapi om Irfan menyuruh istrinya untuk mengajak dev karna Dev tidak bisa menolak permintaan mamahnya karna ia sangat menyayangi mamahnya
"Dev ayo ikut mama dan papa menghadiri pesta pernikahan teman papahmu"ucap Mama Ayu mamahnya Dev
"Mama kan tau Dev tidak suka dengan pesta"ucap Dev dengan malas
"Ayolah nak sekali ini saja karna ini teman Deket papa mu"Ucap mama ayu memohon pada Dev
Dev tidak bisa melihat mamanya begitu Dev terpaksa ikut karna permohonan mamanya
Sementara Di kediaman Tuan Henry agatha
Tok..Tok..Tok..
Suara ketokan pintu mengahalikan perhatian orang dan ternyata itu adalah Rey sahabat Rara yg berkerja di London keluarga Rara sesudah mengenal Rey karna Rara kadang bercerita
"He nak Rey kau kemari kenapa Tidka mengabari dulu bisa kami jemput di Bandara"ucap mama Rita yg senang dengan kedatangan Rey
"Hey bro kau Tak mengabari dulu yah sekarang sudah mulai kejutan yah kemarin Rara sekarang kau"ucap kak Riko yg dekat dengan Rey
"heheh maaf Tante kak Riko Rey juga ada kerjaan di sini"ucap Rey
Rara yg turun belum merapikan rambutnya yg masih basah ia biarkan ter urai menambah kecantikannya,Rara terkejut dengan kedatangan Rey dengan tiba tiba Rara sebenarnya malas berdekatan dengan Rey.Rey yg tadi menyauti percakapan orang terkagum melihat Rara dengan rambutnya yg basah
"Loh Rey kok kamu di sini sih"ucap Rara dengan malasnya
"Emangnya kamu belum baca ap paket yg aku kirimikan waktu itu"ucap Rey
Hah paket itu itu kan paket waktu aku terjatuh dari tangga dan entah kemana paket itu, sebaiknya aku Tidka beri tahu nanti Rey akan kecewa gumam Rara dalam hati
"Ra kamu udah bukak kan paketnya"ucap Rey membubarkan lamunan rara
''eh i ya Rey gue udah terima"ucap Rara dengan terbata bata
Mama Rara pun mengahampiri Rara dan Rey
"Eh Rara bukanya ada diajak masuk malah di ajak ngobrol"ucap mama Rita
"eh ya Ra ini baju kamu soalnya mama udah pesen khusus buat kamu Kak salsha dan mama"ucap Mama Rita sambil memberi kan baju tersebut
"y udah deh ma Rara duluan masuk mama Anyer aja Rey ke kamar tamu Rara masih banyak urusan"ucap Rara lalu meninggalkan Rey dan mamanya
"Eh nak Rey maafin Rara yah ngak bisanya Rara begitu mungkin lagi kumat,mari Tante Anter ke kamar tamu"ucap mama Rita sambil mengantarkan Rey kedalam kamar tamu
Lihat saja nanti Ra kamu bakal gue milikin.gumam Rey dalam hati sambil tersenyum licik
*SEGINI DULU YAH NANTI AUTHOR LANJUTIN MOHON DUKUNGAN NYA SUPAYA AUTHOR SEMANGAT OKE;-)*
SELAMAT MENYAMBUT NEW NORMAL YAH
__ADS_1