Cerita Pengantar Tidur

Cerita Pengantar Tidur
Dongeng: Raja Langit, Raja Bumi Dan Putri Bulan 1


__ADS_3


Dahulu kala ada dua kerajaan yang bermusuhan. Kerajaan Bumi dan Kerajaan Langit namanya. Kerajaan Langit adalah sebuah kerajaan yang makmur. Masyarakatnya hidup dengan aman dan damai tanpa ada kekurangan. Hal inilah yang menerbitkan kecemburuan bagi raja Kerajaan Bumi. 


Raja dari Kerajaan Langit punya tiga orang putra laki-laki. Ia ingin sekali mendapatkan seorang anak perempuan. Kerajaan Bumi pun menunggu kelahiran itu, karena menurut ramalan, Kerajaan Langit bisa ditaklukkan apabila dia sudah mempunyai seorang anak perempuan. 


Maharaja Langit betul-betul menginginkan seorang putri. Suatu ketika dikumpulkan semua alim ulama, menteri-menteri, penasehat dan hulubalangnya serta seluruh pembesar istana. Baginda meminta pendapat mereka tentang keinginan yang sudah lama terpendam itu. 


Seorang cerdik pandai yang bijaksana berjalan menghadap raja. Ia bersujud dan memberi hormat dan berkata. “Ampunkan hamba Tuanku, atas keberanian hamba meramalkan sesuatu tentang Tuanku dan kerajaan ini.” Ia meminta Raja mengulurkan tangannya untuk dibaca. Keningnya berkerut karena gundah. Melihat itu Raja bertanya. “Ada apa? Apakah kau melihat sesuatu dari tanganku? Apakah aku akan bisa memiliki seorang putri?” 


Cerdik pandai itu kembali bersujud dan memberi salam. “Maafkan hamba Baginda. Melihat garis tangan Tuanku, sebentar lagi Tuanku akan memiliki seorang anak perempuan sebagaimana yang sudah lama diidam-idamkan. Tuanku akan memiliki seorang putri yang cantik jelita yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun juga.” 

__ADS_1


Raja sangat senang mendengarnya. “Lanjutkanlah…,” perintah Raja. Si cerdik pandai diam sesaat. Wajahnya terlihat kelam. “Apa lagi yang ingin kau katakan wahai cerdik pandai yang hebat? Katakanlah sekarang juga, di hadapan semua orang agar mereka juga mendengar kebahagiaan apa lagi yang akan aku peroleh.” 


“Ampunkan hamba Baginda. Menurut garis tangan yang hamba baca… Ampun beribu ampun Baginda kalau hamba salah. Kelahiran Tuan Putri ini akan membuat petaka bagi kerajaan ini.” 


Semua orang terkejut mendengarnya. Juga raja dan permaisurinya. 


“Maafkan kalau hamba salah membaca. Suatu ketika nanti keajaan ini akan diserang oleh Kerajaan Bumi dengan kekuatan yang luar biasa hebat. Mereka berniat mencuri Tuan Putri untuk dinikahi. Dan Kerajaan Langit, kerajaan yang kita cintai sepenuh-penuhnya ini akan pula binasa tanpa ampun.” 


Kita semua tahu kalau Baginda sudah lama menginginkan seorang anak perempuan. Sambil menunggu kelahiran Tuan Putri kita menyiapkan tempat persembunyian yang paling aman untuknya, sehingga kelak, kalau pun raja dari Kerajaan Bumi berniat menyerang kerajaan ini ia tak bisa menemukan Tuan Putri.” Raja pun menyetujui usul itu. 


Beberapa waktu kemudian permaisuri pun hamil. Putri cantik jelita itu kemudian lahir ke dunia dengan selamat. Seluruh keluarga istana dan seluruh warga menyambutnya sukacita. Orang-orang merayakan kelahiran itu dengan rasa syukur. Di mana-mana diadakan keramaian. Ada pertandingan dan permainan-permainan, kesenian rakyat pun digelar. Mereka sungguh-sungguh gembira menyambut kelahiran Tuan Putri yang cantik jelita itu. 

__ADS_1


Raja kemudian menyerahkan sang putri kepada seorang inang terbaik di kerajaan. Setiap waktu luang Baginda akan memanggil inang pengasuh untuk membawa sang putri untuk ditimang-timang. Raja betul-betul memperhatikan perkembangan bayinya itu. Ia amat mencintai putrinya yang tumbuh sehat dan tanpa cacat itu. 


Waktu pun berlalu, berangsur-angsur sang putri mulai dewasa. Ketika itulah Baginda Raja teringat akan ramalan cerdik pandainya dulu, bahwa sewaktu- waktu kerajaannya akan diserang oleh Kerajaan Bumi. Ia pun menyampaikan kegelisahannya kepada permaisuri. Tak ada pilihan, Tuan Putri harus diselamatkan. Ia harus disembunyikan di sebuah tempat yang tidak diketahui siapa pun juga. Tempat yang paling aman untuk itu hanyalah Bulan. Tuan Putri akan diungsikan ke Bulan sampai keadaan kembali aman. 


Baginda membuatkan sebuah istana yang indah di Bulan untuk didiami sang putri. Pada hari yang ditentukan berangkatlah Tuan Putri menuju Bulan bersama inang pengasuhnya. Keberangkatan itu diiringi tangis sedih penghuni kerajaan. “Kembalilah ketika keadaan sudah aman anakku...,” bisik permaisuri sambil memeluk putrinya. 


Tuan Putri memeluk ayah dan ibunya bergantian. Hatinya sedih sekali berpisah dengan mereka. Tapi bagaimana pun ia harus berangkat. Ia tak ingin keberadaannya akan membuat istana dan seluruh kerajaan celaka. Mengingat itu bertambah-tambahlah kesedihannya. 


Sejak saat itu Tuan Putri tinggal di istana kecilnya yang berada di Bulan. Sementara itu Kerajaan Bumi sedang mempersiapkan sebuah pasukan besar untuk menggempur Kerajaan Langit. Kerajaan Bumi begitu menginginkan Putri Kerajaan Langit dijadikan istri. Ia tidak tahu kalau saat ini Putri Jelita itu berada di tempat persembunyian, yaitu di Istana Bulan yang indah. 


Mereka mengadakan olah kanuragan setiap hari. Seluruh perlengkapan perperangan disiapkan. Mereka ingin menghabisi Kerajaan Langit sampai tandas. Mereka sadar Raja Langit tidak akan begitu saja mau menyerahkan putrinya kepada Raja Bumi. Untuk inilah pasukan disiapkan agar tidak ada yang bisa meghalangi keinginan mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2