
Halo reader kita masih di sini,masih lanjut dengan cetita-cerita seram dan aslinya,sebenarnya agak susah juga buat gue nyampe ke bab ini,ya agak2 gak nyangka...sempet kehilangan semangat sama kepercayaan diri juga sih,gue ngerasa tulisan gue takut ga ada yg suka hehe...intinya sih krisis percaya diri,tetap dukung gue ya..jangan lupa habis baca di like dan kasih komentarnya juga biar autor semangat menulis kembali.
Ok tanpa berlama-lama kita kembali ke cerita,seperti judulnya di atas kali ini gue masih akan membahas tentang hal berbau mistik namun bukan mengenai penampakan mahluk halus,tpi lebih ke arah klenik.
Sebenernya gue sempet ragu-ragu juga sih waktu mau nulis cerita berjudul "santet" ini antara lanjutin atau enggak ya...soalnya untuk kisah yang satu ini bener2 mengulik tentang kehidupan seseorang,bukan karna cerita seramnya tapi kadang gue gak tega buat menceritakan kisah ini,kaya ada aura2 kesedihannya gitu.
Well...bagaimanapun gue udah memutuskan buat di lanjut aja,tapi tetep gue kudu berhati2 dalam menceritakan setiap detailnya,karna gue takut kalo cerita ini nanti malah akan menjadi fitnah buat si korban,soalnya biasa kan ya di masyarakat kita klo ada kasus yg kaya gini nih..kebanyakan masyarakatnya malah berpikir.."oohh..mungkin si anu mulutnya jahat makanya di santet,atau..oohh..wajarlah klo dia banyak yang benci orangya kan emang begitu..dan bla,,,bla,,,bla,,"gitu kan masyarakat kita itu,bukannya simpati dan berbela sungkawa eh malah ngegibah yg gak bener.
Cerita kali ini gak sepenuhnya gue dapet dari mulut si korban,tapi juga dari orang2 di sekitarnya,oh iya ngomong-ngomong si korban ini belum lama wafat..( semoga almarhumah di ampuni segala dosanya,di terangi kuburnya,di tempatkan di tempat yang terbaik oleh sang pencipta aamiin..)ok tanpa berlama-lama mari kita mulai.
__ADS_1
Di kampung tercinta gue ini tinggallah keluarga kecil yang sederhana dan bahagia,keluarga ini beranggotakan 3 orang yg terdiri dari suami,istri dan anak wanitanya yg masih kelas 3 sd,si suami bekerja sebagai supir ojek online pada siang hari,sedangkan di malam harinya dia mengisi waktu dengan mengajar mengaji anak2 kampung sini,sedangkan sang istri bekerja sebagai guru bimbel anak usia sekola dasar,dan terkadang sebagai guru private jika ada yg memerlukan jasanya,pada malam harinya sang istripun ikut mengajar mengaji anak2 bersama sang suami,tidak ada yg spesial pada keluarga ini bahkan di mata gue keluarga mereka termasuk keluarga idaman,,tak sekalipun gue mendengar si istri maupun si suami mengeluh tentang kehidupan yg mereka alami,termasuk tentang ekonomi.
Bahkan menurut gue mereka termasuk orang2 yg luar biasa,saat mengajar mengaji pun mereka melakukannya dengan ikhlas tanpa meminta bayaran sepeser pun,anak gue termasuk salah satu yg menjadi murid nya, dan jujur aja gue bener2 merasa berterima kasih banget sama mereka yg sudah mengajarkan tentang ilmu agama kepada anak gue,hal yg di mana gue gak bisa melakukannya.
keseharian yg terkesan biasa ini suatu hari berubah saat sang istri mengeluh sakit pinggang ketika pulang dari mengajar,kepada suaminya dia mengeluhkan sakit dari pinggang hingga ke bawah kakinya,sang suami tadinya sama sekali tidak berpikir macam2,dia hanya mengira paling sang istri kurang minum,atau kecapean saat mengajar,atau mungkin paling parah masuk angin,berbagai pengobatan klasik pun di lakukan si suami seperti memberi obat warung pada istrinya,memberinya obat herbal,kerokan,hingga memanggil tukang pijit.
Namun sudah beberapa hari terlewati pentakit si istri tak juga kunjung sembuh..,maka di bawalah istrinya ini ke klinik dokter terdekat,setelah di beri resep obat oleh sang dokter maka si istri pum masih tetap di rawat seadanya di rumah,si dokter hanya berpesan bila dalam beberapa hari penyakitnya tak kunjung sembuh maka mereka harus kembali memeriksakan dirinya.
Ternyata si dokter memberi rujukan pada mereka untuk pemeriksaan ke rumah sakit besar,akhirnya pihak keluarga pun memutuskan si istri untuk di bawa ke rumah sakit besar di daerah bogor.
__ADS_1
Sampai rumah sakit ternyata pihak rumah sakit memutuskan agar beliau di rawat beberapa hari agar dapat di observasi tentang penyakitnya,pihak keluarga pun setuju.
Namun baru 2 hari dibrawat ternyata pihak rumah sakit memutuskan bahwa beliau di rawat di rumah saja,setelah pulang ke rumah..gue sempetkan untuk menengok beliau,hari itu gue masih ingat beliau dengan mengebu-gebunya bercerita tentang apa yg dia alami di rumah sakit.
Awalnya pihak rumah sakit mengira beliau terkena penyakit usus buntu,atau mungkin penyakit ginjal,maka di lanjukan lah dengan rontgen sebagai tindakan lanjutan dari rumah sakit,namun setelah hasil dari rontgen tersebut keluar kembali tak di temukan apapun pada ginjal ataupun usus beliau,sempet pula keluar diagnosa penyakit miom rahim dari rumah sakit,dan kembalilah di lakukan pemeriksaan,tapi lagi2 hasilnya bersih...tak di temukan apapun dalam rahimnya,semuanya normal dan sehat,bingung atas apa yg terjadi karna berbagai pemeriksaan yg di lakukan tidak menunjukan apapun,alias sehat wal afiat,maka mau tidak mau mereka menyuruh beliau untuk pulang dan hanya melakukan rawat jalan saja,obat yang di beri pun hanya sebatas obat lambung dan pereda sakit saja.
Gue pun bertanya sebenarnya apa yg di rasakan oleh beliau,pada saat itu beliau cuma bilang bahwa perut,pinggsng,paha dan kakinya terasa sakit sekali seperti di tusuk sesuatu,bahkan untuk di gerakanpun rasanya sulit dan nyeri,segitu sakitnya yg beliau rasakan,sedih sekali gue rasanya saat itu,sungguh tidak tega melihat keadaannya yang bagaikan lumpuh separuh,andai gue bisa membantu menyembuhkan pasti gue udah melakukannya,saat itu gue cuma bisa berdoa yang terbaik untuk dirinya,semoga beliau segera di beri kesembuhan.
Gue pun mencoba memberi semangat padanya,mengatakan jangan menyerah dan yakin beluau pasti sembuh,dia harus semangat karna anak2 ya menjadi muridnya selalu mendoakannya dan menunggunya untuk mengajar mengaji kembali.
__ADS_1
Sungguh keji manusia yg tega melakukan hal tersebut hati nurani sudah tidak ada lagi dalam tubuhnya,mungkin akal sehatnya sudah berhenti bekerja..,dia sudah tidak ingat bahwa sesungguhnya apa yg kita lakukan di dunia semua akan ada karma san pertanggung jawabannya kelak di akhirat,aku sungguh tidak mengerti mengapa manusia dapat menjadi sejahat itu,mungkin baginya dengan melihat orang yg di bencinya itu terluka dan kesakitan,itu merupakan kebahagiaan untuknya,inilah yg di sebut iblis berbentuk manusia,amit2 semoga kita di jauhkan dari sifat-sifat yg seperti itu.
Ok ceritanya akan kita sambung di bab berikutnya,tetap baca cerita dari gue ya..