Cerita Seram Pengalaman Nyata Dan Asli

Cerita Seram Pengalaman Nyata Dan Asli
SANTET BAGIAN 2


__ADS_3

Kita lanjut lagi sambungan dari cerita bab sebelumya.


Setelah beliau pulang dari rumah sakit tersebut dan di rawat di rumah saja,gue denger sekilas keadaannya blm banyak berubah,berbagai pengobatan telah di lakukan dari medis hingga herbal,fisiotherapy dan memijat pun rutin di lakukan namun belum ada perubahan sama sekali.


Malam itu suami gue dan suami dari beliau menghabiskan waktu dengan minum kopi bersama di teras rumah,di situ sang suami pun bercerita tentang keadaan istrinya dan tentang betapa bingungnya dia hingga tidak tahu lagi apa yg harus di lakukannya.


Dengan berhati-hati suami gue mencoba memberikan saran agar dia membawa istrinya ke pengobatan tradisional dengan cara memanggil kiai,atau seseorang yg faham akan hal begituan,sebenarnya bila sang suami meminta tolong pada suami gue untuk membantunya saat itu juga,suami gue pasti dengan senang hati ikut membantu.


Namun malam itu istri dari si korban diam 1000 bahasa cukup lama,hingga akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan pengobatan yg sedang berjalan saha.


Entah apa yg menjadi pertimbangan si suami yang tidak mau mencoba jalan tersebut,karna dia tidak memberikan alasan apapun,dan suami gue pun menghormati keputusannya,dia tidak mau sok ikut campur dengan urusan keluarga orang.


pasti ada alasan di balik keputusannya.

__ADS_1


Selang beberapa hari gue sempet dengar kalo penyakit si istri memburuk,diapun kembali di larikan ke rumah sakit besar,warga membawanya dengan menggunakan tandu,ketika di bawa gue sempet mendengar beberapa erangan kecil tanda bahwa beliau sedang merasa kesakitan,sungguh miris hati ini mendengar hal tersebut.


Namun 2 hari berselang beliau kembali di pulangkan ke rumah,lagi2 pihah rumah sakit bersikukuh bahwa tidak ada penyakit di dalam tubuh beliau,padahal dengan mata telanjang saja kita sudah dapat melihat keadaan si istri yg begitu menghawatirkan,yang paling jelas di antara itu semua adalah dengan matinya tubuh bagisn perut kebawah,yg sudah sama sekali tidak dapat di gerakan.


pihak keluargapun akhirnya pasrah dengan keputusan rumah sakit dan kembali merawat beliau di rumah,untungnya rumah beliau berdekatan dengan rumah kakak wanitanya,sehingga kakak wanitanya itulah yang merawatnya selama sakit.


Si suami sendiri sudah bsnyak menerima desakan dari para sahabatnya untuk mengambil jalan tengah,yaitu dengan cara mencari orang pintar tuk mengobati istrinya,sampai sini saya kurang tau apa akhirnya beliau mengambil saran itu atau tidak.


Sudah berhari2 sang istri di rawat dan tetap saja keadaannya belum banyak berubah,gue sendiri sudah tidak tega untuk menanyakan kabarnya pada sang suami,gue gak mau membuat si suami bersedih...,sungguh terasa..,selama beliau sakit,anak2 anak kampung sini tidak ada yg mengajar mengaji,jika ingat ke peristiwa saat itu sungguh hati gue merasa miris dan sedih.


Dan untuk oksigen sendiri sebenarnya gue ingin bertanya siapa orang yg menyarankan untuk menggunakan oksigen pada beliau?karena setahu gue oksigen tidak bisa di gunakan sembarangan,ada aturan dalam penggunaannya,setiap udara yg keluar dalam tabung tersebut kadarnya beda2 untuk setiap pasien tergantung dari jenis penyakitnya dan orang yg dapat menentukan angka tersebut hanyalah seorang dokter,orang biasa tidak bisa sembarang mengambil keputusan,karna jika salah dalam penggunaannya hal itu malah akan memperburuk keadaan si pasien,udara dalam tabung malah akan menyerang paru2 korban dan menimbulkan pheonomia,kenapa gue bisa tahu semua itu?karna gue punya pengalaman buruk merawat orang yg gue cintai selama kurang lebih satu tahun di rumah sakit,ah sudahlah yah hal yg ini tidak usah gua bicarakan lagi,karna hanya akan mengorek luka lama.


Kembali ke cerita..seperti yg gue bingung tadi mengenai oksigen itu,namun gue tidak enak hati untuk menanyakan kepada keluarganya,karna nanti gue bisa di kira sok tau lagi,setahu gue kalo yg menyarankan dokter itu tidak mungkin karena selama ini beliau berada di rumah,dan keadaannya sudah tidak memungkinkan untuk di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Hingga tibalah hari itu...,malam itu gue sekeluarga sedang menginap di rumah mertua sampai kami dapat kabar kalau beliau telah meninggal dunia.


Besokya gue langsung pulang ke rumah untuk melayat..,selamat jalan bu kami di sini sungguh kehilangan seorang tetangga yg baik serta guru yg sabar dalam mengajar anak-anak kami,semoga tempatmu yg sekarang lebih baik dari tempat kami di dunia yang fana ini.


Setelah meninggalnya beliau gue baru dapat sedikit cerita dari seseorang mengenai penyakitnya ini,sekali lagi kabar ini memang gue denger dari keluarga almarhumah melalui orang ke tiga,tapi gue sama sekali tidak tau mengenai kebenarannya,harap di baca dengan bijak tanpa menghakimi.


cerita yg pertama..menurut sumber gue beberapa hari sebelum almarhumah sakit,beliau cerita pada keluarganya ini bahwa beliau bermimpi buruk,mimpinya beliau berada di satu ruangan dan di sana terdapat banyak sekali binatang seperti laba2,kaki 1000,lipan dan ular,semakin di usir malah semakin banyak binatang2 tersebut.


Cerita ke dua entah beliau dapat fakta ini dari orang pintar atau bukan,tapi menurut si orang pintar tersebut...almarhumah memang mendapat kiriman santet dari seseorang,dan orang tersebut adalah kawan kerjanya yg tidak senang dengan dia,si kawan ini sirik karna murid belajar bimbel dari beliau ini lebih banyak dari pada dirinya sendiri.


cerita ke tiga..menurut sumber tersebut beliau pernah menjalani pengobatan ruqiah,setelah beres proses ruqiah tersebut tubuh beliau menjadi sedikit lebih segar,namun selang beberapa hari keadaannya kembali seperti semula.


Cerita terakhir si korban bercerita kepada narasumber bahwa suatu malam dia di datangi sesosok mahluk tinggi besar dan menyeramkan kemudian mahluk inipun berkata padanya "ulah nyalahkeun aing...,aing ngan ukur di titah,pokokna sia kudu paeehh...kudu beak sagala-galana" (jangan menyalahkan saya...saya hanya mahluk suruhan,pokoknya kamu harus mati..harus habis segala2nya).

__ADS_1


Semua yg terjadi dalam cerita ini nyata adanya,namun mengenai santetnya gua gak tau,gue dapat keterangan2 dari keluarga dekat korban,semua yang terjadi telah berlalu walau bagaimanapun korban orang yg baik dan gue percaya tempatnya berada kini sudah jauh lebih baik,untuk sang pelaku jika memang dia yang melakukan semua perbuatan keji ini,semoga perbuatan anda segera mendapat balasan dari sang pencipta,agar anda mengeri bahwa apa yang anda lakukan itu sungguh perbuatan yang kejam.


__ADS_2