cerpen lengkap

cerpen lengkap
KUTEMUKAN LAGI DIRIMU


__ADS_3

Kutatap deretan nama itu, “oh tidak”, ternyata ada namanya. Jantungku berdegup kencang saat aku tau ternyata dirinya yang kucinta sejak SMA yang lalu sekelompok KKN denganku. Mataku tak henti-hentinya menatap namanya yang membuatku terdiam beberapa saat dengan paras yang masih belum percaya. Berpikir pasti banyaknya hari-hari indah yang kami lalui di tempat asing itu.


Aku tidak sabar memberitahunya betapa bahagianya aku bisa sekalu bersamanya. Tetapi itu semua mustahil yang aku fikirkan. Aku tau, dia sudah menjalin asmara sejak SMA dulu dengan seseorang dimana aku cukup tau siapa dia dan betapa jauh bedanya aku dengan kekasihnya itu.


Hari-hari indah itu pun datang. Betapa berdegup kencangnya jantung ini melihat kecantikkannya yang dulu pernah membuatku jatuh hati. Kutatap matanya yang sayu, dan tak ada sedikitpun berkurang kecantikkannya itu. Baru aku sadar ternyata rasa itu masih ada.


Di tempat asing itu, banyak hari-hari indah yang kulalui dengannya. Tak sedikitpun momen itu yang kulewatkan tanpa senyum indahnya. Suka duka selalu kulewati bersama.


Bahagialah hati ini tatkala tau jika dia sudah tak bersamanya. Ingin hati ini berteriak menjerit tawa bahagia menyebut namanya. Namun tak begitu dengannya, seringkali kulihat kepedihan hati di matanya. Ingin sekali ku menghibur dan membuat canda tawa. Mengobati hatinya nan luka atas kekecewaan yang diberikan lelaki yang tak sadar keindahan dirinya.


Sejak itu, sering kucoba menghibur hari-harinya. Mengembalikan senyumnya yang sempat tak kulihat beberapa saat. Sungguh hati ini tak tertahankan mengungkapkan rasa yang terbendungkan di dada.


Dibawah jam gadang yang dihiasi gemerlap lampu warna-warni kucoba mengajaknya mencari angin segar. Lelah kaki terasa, menyandarkan kami di bangku yang cukup menenangkan jiwa.


Kuberanikan memegang tangannya, menatap matanya, berbicara akan cinta. Kuutarakan semua perasaan yang kupendam selama ini. Dengan tangan gemetar, bibir yang gugup, akhirnya kubisikan “i love you”. Tangis bahagia pun mengalir di pipinya. Ingin rasanya memeluknya ketika ia mengatakan “bolehkah aku memikirkannya dulu” jantung ini serasa tak bisa berhenti berguncang.


Setiap malam kunantikan jawaban darinya, betapabahagianya dikala dia memberikan jawaban yang ingin kudengarkan. Sungguh kucinta kamu F A.


I love you, and just you make me happy


***LOVE IN HALTE**


Seperti biasa sepulang sekolah, gue duduk manis di halte deket sekolah sambil menunggu seseorang bukan pacar gue bukan teman gue tapi Pangeran gue. Gue gak tahu namanya karena kita gak satu sekolah jadi dia gue sebut Pangeran.


Gue di SMK dan dia di SMA Bintang. Sekolah dia sama gue tetanggaan makanya gue cuma bisa ketemu dia di halte ini. Beberapa menit kemudian dia datang dan dia duduk di samping gue.

__ADS_1


Kadang gue ingin ngobrol bareng dia tapi nanti gue dikira SKSD lagi. Padahal hanya sekedar basa-basi sambil menunggu bus. Eh bus kita datang. Kita? Yaps, rumah kita searah dan itu membuat gue bisa memandangi dia diam-diam. Sayangnya busnya penuh hanya ada satu tempat duduk.


“Kayanya bakal didudukin dia nih” kataku dalam hati dan dugaanku salah dia malah menyuruhku duduk di sini.


“Kamu duduk di sini aja” suruhnya sambil tersenyum.


“Makasih kak” jawabku sambil tersenyum sengaja gue manggilnya kak padahal gue tahu kalau dia seumuran sama gue biar dia kenalin namanya.


“kayanya kita seumuran, nama gue Ega”


“Makasih Ega” dia hanya tersenyum.


Insiden ini benar-benar seperti mimpi. Dan sekarang gue udah tahu namanya. Bus terus melaju menjauhi halte.



“Gak makasih, Shell” Tolak gue halus.


“Beneran nih?” Shella memastikan.


“Iya Shella” jawab gue sambil tersenyum.


“Gue duluan ya! Bye” pamit shella.


“Hati-hati!” Sepertinya Shella gak denger.

__ADS_1


“Semoga ketemu Ega lagi” kata gue dalam hati.


Dan doa gue terkabul, dia lagi duduk di halte sambil mainin hp-nya. Gue menghampiri dia.


“Hei” sapa gue sambil duduk di samping Ega.


“Hei juga” balas Ega, “oh ya ini buku lo jatuh pas lo turun” Ega nyodorin sebuah buku bersampul pink dan bertulisan All About Me dan gue kaget.


“Mampus kok bisa jatuh! Gimana kalau dia udah baca” kata gue dalam hati.


“Nes, nes”


“E-eh apa?”


“Kok lo bengong? Nih buku lo”


“Gue gak bengong. Thanks ya”


“Iya sama-sama. Hm, gue juga suka sama orang yang selalu curi pandang pas di halte dan di bus” Ega tersenyum dan menatap gue .


“Maksudnya?”


“Gue udah baca bukunya. Gue pengen lebih mengenal lo. Bolehkan?” Ega kembali tersenyum.


“Boleh” jawab gue sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Mulai saat ini kita akan lebih saling mengenal*.


__ADS_2