
๐***UCOK SAKIT PERUT๐***
#1
Seteleh tamat SMU di Aek Kanopan, Uccok
memutuskan merantau karena tidak memiliki biaya untuk meneruskan kuliah, plus ditambah otak yang pas-pasan.
Orang tua Ucok memberi ongkos sekali jalan Rp.100.000, karena keuangan yang terjepit. Ucok memilih merantau ke daerah Pekan Baru.
Di Kota Pekan Baru, Ucok tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, setelah lima hari disana, uang sisa ongkos sudah habis, saudara tidak ada.
Singkat Cerita Ucok rela jadi Kernet (Kondektur) alat berat Eskapator ke hutan untuk membuka lahan garapan, nama operator alat beratnya, Sidabutar.
Sesampainya di Hutan, banyak juga orang yang kerja di sini! gumam Ucok dalam hati! dan dia tidak menemukan Toilet untuk MCK yang ada adalah lahan hamparan Luas, Mereka pun buat beskem untuk berteduh dimalam hari.
Karena mereka baru turun (masuk) dari kota ke Hutan, orang-orang yang ada dihutan memutuskan untuk Tidur Bareng di Beskem yang dibangun oleh Sidabutar dan Ucok sambil cerita-cerita.
Pada malan hari, kira kira jam 2 pagi, Sardi (orang yang mereka temui dihutan) sakit perut, dan memutuskan untuk buang air dibalik pohon yang besar dekat beskem mereka.
Secara kebetulan, jam 2 lewat 3 menit, Uccok juga sakit perut, dan bergegas keluar beskem untuk buang juga, dan Uccok memutuskan untuk buang di balik pohon yang sama dengan Sardi, Karena pohonnya besar dan agak rimbun gelap, Uccok ingat pesan orang tuanya dikampung, ( kalau mau buang air kecil/besar, harus permisi dengan kata Sattabi ditempat yang baru), begitu Uccok dekat dengan pohon itu, Uccok buka celana, dan berkata..
Uccok : "Sattabi Oppung dipangisi ni luat on" ( Permisi kepada pemilik wilayah ini). karena Sardi masih dibalik pohon, Sardi menjawab dari balik pohon...
__ADS_1
Sardi : "Dang Boi ( Gak boleh)..!"
Seketika itu juga, Sakit perut Ucok sembuh, yang ada Ucok ketakutan, karena dia mengira pohon itu menjawab, karena tidak tahu kalau sebelum dia, Sardi sudah lebih dulu Jongkok disana, segera balik ke Beskem dengan pucat pasih dan langsung tidur.
Besok paginya baru cerita, dan semua temannya terbahak-bahak setelah Sardi cerita juga.
๐Cerpen๐
#2
komeng : Ojan coba tebak siapa yang tahu pahlawan Sudirman
Ojan : Pasti semua orang kenal dong
komeng : Belum tentu, coba kamu tanya adik kamu pasti dia gak tahu
komeng : Yang Pasti tahu ya tukang bajay, coba kamu naik bajay dari sini dan bilang bang bajay tahu Sudirman ga? pasti tukang bajay jawab. Ya saya tahu ayo naik
Ojan : Hahahahahahahahahahahahaha
komeng : Ojan coba tebak siapa yang tahu harga Monas
Ojan : Mana ada orang yang tahu harga monas
__ADS_1
komeng : Ada
Ojan : Siapa dong?
komeng : Tukang Bajay
Ojan : Bagaimana mungkin tukang Bajay tahu harga Monas
komeng : Itu ibu tadi yang naik Bajay bilang Bang Bajay Monas berapa. Tukang Bajay bilang duapuluh ribu.
Ojan : Hahahahahahahahahahahahahaha
komeng : Ojan tahu ga dimana letak rem tukang bajay?
Ojan : Di kaki sama di tangan
komeng : Salah
Ojan Kalau begitu dimana dong
komeng : Dipundak tukang Bajay
Ojan : Kenapa ko di pundak
__ADS_1
komeng : Bapak yang naik itu nepuk pundak tukang Bajay sambil bilang bang Bajay stop. Bajaynya langsung brenti. Berarti rem bajay ada di pundak dong
Ojan : Hahahahahahahahahahaha