
Plak
satu tamparan lagi ia dapatkan dari papa nya
"JAGA UCAPAN MU ELINA MAMA PAPA TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KAMU UNTUK MEMBENTAK ORANG TUA"bentak papa Fahmi
"HAHAHAHA"Elina tertawa tapi bukan ketawa bahagia tetapi tertawa perih disertai air matanya"apa anda bilang?kalian tidak mengajarkan aku untuk membentak orang tua?ya KALIAN MEMANG TIDAK MENGAJARKAN AKU CARA TATA KRAMA KEPADA ORANG TUA KARENA APA?AKU DIBESARKAN DI PANTI ASUHAN!11tahun kalian mencampakkan aku ke panti asuhan,kalian meninggalkan ku di panti asuhan sendiri,kemana kalian selama 11 tahun?bahkan untuk mengunjungiku pun tidak sama sekali lalu untuk apa kalian menjemputku lagi?untuk apa?"ucap Elina dengan air mata yang tak pernah berhenti
"kami memang menaruh mu di panti karena kamu ingin membunuh Adriana kakak kamu sendiri"ucap papa Fahmi
"HAHAHAH"Elina tertawa pedih"kalian bahkan lebih bodoh!kalian pikir anak kecil umur 5 tahun bisa mencelakakan orang?kalaupun aku ingin mencelakainya itu pasti tidak sengaja!"ucap Elina lirih ia sudah sangat sangat lelah dengan semua ini
__ADS_1
"aku akan keluar dari rumah ini jika kalian menganggap aku seorang pembunuh!aku akan pergi dari kalian,pergi untuk selama lamanya"lanjut elina
Elina menghapus air matanya dan berjalan menuju pintu tapi belum Elina mencapai pintu ia diberhentikan karena suara papa nya
"KAMU TIDAK BOLEH KELUAR DARI RUMAH INI"bentak Fahmi pada elina
"kenapa aku tidak bisa keluar keluar rumah ini emang kalian siapa menghadang aku?aku disini hanya menjadi pembantu dan sekarang pembantu ini ingin pergi dari rumah ini"ucap Elina dingin
"PAPA BILANG JANGAN PERGI YA JANGAN MASUK DALAM KAMAR KAMU"bentak Fahmi lagi
"kenapa anda menahan saya?saya bukan siapa siapa dalam keluarga ini"ucap Elina setelah itu ia melanjutkan jalanya lagi tapi tangannya ditahan oleh david,David menarik tangan Elina menuju ke kamar tamu
__ADS_1
Elina memberontak karena tangannya ditarik paksa oleh David setelah sampai kamar tamu Elina didorong masuk oleh David dan pintu itu dikunci,saat pintu dikunci Elina berteriak dari dalam kamar
"APA LO PIKIR GUE TOLO NGGAK BISA BUKA PINTU MURAHAN INI BAHKAN RIBUAN ORANG PUN YANG LO SURUH UNTUK BUNUH GUE UDAH GUE MUSNAHIN"ucap Elina dengan mengeraskan suaranya
David yang mendengar teriakan Elina memejamkan matanya sebenarnya ia tak tega melihat Elina ia juga baru menyadari apa yang dikatakan Elina juga ada benarnya
"maafkan kakak dek,kakak nggak tau siapa yang benar tapi kakak akan mencari tau kejadian yang sebenarnya sebelum kakak menemukan bukti kamu harus tetap ada di rumah ini maaf kan kakak dek"batin David sambil menyandarkan nadanya di pintu kamar tamu yang ditempati Elina ia meneteskan air matanya dia sakit melihat Elina yang bicara dan tertawa seperti itu ia tidak pernah melihat sisi rapu dari Elina
sedangkan Elina yang mendengar batik kakaknya pun menangis ia menangis ia benar benar kecewa dengan keluarganya tapi entah mengapa kasih sayangnya kepada keluarganya menutupi kekecewaan yang ia punya
#jangan lupa like komen and vote dan aku mohon maaf bila aku jarang jarang up kan sudah aku bilang aku ulangan dan sekolah jadi jika ada waktu luang pasti akan up#
__ADS_1