
pagi hari aku terbangun aku merasa sangat lapar karena tedi malam aku tidak makan aku turun dari kamar menuju dapur untuk membuat sarapan aku bertemu dengan bik inem aku membantu bik inem menyiapkan sarapan pagi saat aku sibuk memasak mama datang dan memberitahu
"besok kamu masuk sekolah di sekolah CCM dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui kalau kau adalah anakku"ucap mama aku sangat syok dengan perkataan mama bukan karena mama melarang aku mengakui ia sebagai anaknya tapi lanjut sekolah aku sudah lulus sarjana bahkan sekolah itu adalah sekolah ku
aku hanya diam mematung sampai mama bersuara
"kenapa apa kamu keberatan dengan ucapan saya yang melarang kamu akui saya sebagai mama kamu"ucap mamaku penuh penekanan
"tidak ma aku akan lakukan semua perkataan mama"ucapku dingin tanpa mengarah ke mama dan melanjutkan masak ku mama langsung meninggalkan aku sendiri di dapur aku mencincang sayur dengan tatapan kosong bik inem melihat aku hampir mencincang tanganku karena saking kencangnya aku tidak merasakan tanganku sudah mengeluarkan darah bik inem yang melihat itu menghentikan ku dan mengambil pisau itu
"ya ampun non non tidak apa apa"ucap bik inem melihat kearah tanganku"astaga tangan non Vina tangan non Vina berdarah"sambil menarik tangan ku dan memakaikan pelaster obat dan aku yang mendengar bik inem yang memanggilku dengan nama Vina langsung menatap dingin ke arah bik inem
"jangan pernah sebut nama itu nama itu sudah mati sekarang hanya ada ELINA ARISTELA"ucapku dengan menekan nama panjangku dan pergi meninggalkan bik inem yang kaget mendengar kan ucapanku bagaimana tidak dingin tapi penuh penekanan saat aku ingin naik ketangga aku merasa seperti ada yang memperhatikan aku aku melihat sekitar dapur dan tak sengaja aku melihat kak david yang memperhatikan aku
saat malam hari setelah makan aku di panggil oleh kak David ke belakang rumah aku mengikutinya dan berpura pura gugup dihadapannya layaknya cewek cupu
"a ada apa kakak m memanggilku kesini malam malam"ucapku gugup
"duduk"menyuruhku duduk di kursi yang ada di taman itu
__ADS_1
"besok lo udah sekolah jadi kalau kita ketemu jangan pernah lo akui gue sebagai kakak lo"ucap kak David sambil pergi ninggalin aku sendiri aku hanya diam melihat kak David ninggalin aku kak kapan kita bisa kaya dulu lagi jujur gue kangen banget sama lo kak tapi sepertinya kak david emang sudah menganggap ku sudah tiada ucapku dalam batin dan berusaha setenang mungkin agar dia tidak kembali menguasai aku kembali
David POV
saat aku ingin pergi ke taman aku tidak sengaja melihat mama brbicara dengan elina aku mengikutinya karena aku penasaran apa yang mama bicarakan dengan elina
"besok kamu masuk sekolah di sekolah CCM dan ingat jangan sampai ada yang mengetahui kalau kau adalah anakku"ucap mama elina hanya diam dan kelihatan seperti kaget mendengar nama sekolah CCM
"kenapa apa kamu keberatan dengan ucapan saya yang melarang kamu akui saya sebagai mama kamu"ucap mama penuh penekanan
"tidak ma aku akan lakukan semua perkataan mama"ucapnya dingin tanpa mengarah ke mama dan melanjutkan masak nya mama pergi meninggalkan elina dan aku oun ingin pergi dari situ tapi aku mendengar suara bi inem yang kaget
"jangan pernah sebut nama itu nama itu sudah mati sekarang hanya ada ELINA ARISTELA"ucapnya dengan menekan nama panjangnya dan pergi meninggalkan bik inem yang kaget mendengar kan ucapannya aku juga kaget mendengar ucapan nya dia melihatku mata kami bertemu tapi elina langsung meninggalkan aku
saat malam hari selesai makan malam aku menyuruh bi inem memanggil elina datang ketaman aku melihatnya jalan mengarah kearahku
saat dia sampai
"a ada apa kakak m memanggilku kesini malam malam"ucapnya gugup
__ADS_1
"duduk"aku menyuruhnya duduk
"besok lo udah sekolah jadi kalau kita ketemu jangan pernah lo akui gue sebagai kakak lo"ucap ku pergi ninggalin elina sendiri sungguh aku sangat ingin memeluknya tapi melihat pakaian dan mengingat masa lalu membuat aku susah untuk memaafkanya
.
.
.
.
.
.
.
#terimah kasih telah membaca novelku dan jangan lupa tinggalkan jejak jam berapa kalian baca terima kasih🙏🙏#
__ADS_1