
Tak pernah aq tau jalan hidup yang harus aq lalui, karier yang cemerlang rumah tangga yang bahagia tak sesuai dengan yang diharapkan, semuanya hancur dalam sekejap menjadi debu yang tak berbekas.
itulah takdir tak bisa dibayangkan,
aq belajar dari kata ikhlas karena dengan keikhlasan membuat hati tenang, membuang semua rasa sakit hati yang akan membuat penyakit hati yang akan menyakiti tubuh.
inilah pilihanku aq harus bangkit aq harus melupakan semuanya, aq tak boleh melihat kebelakang laki, biarlah menjadi cerita pahitku.
" al " suara seseorang diseberang yang mengagetkan almira
" iya madam, maaf aq tidak fokus ". jawab almira
"apa kau baik baik saja darling". tanya madam elioner.
" aq baik baik saja madam ".
" kapan kau bisa keparis al".
" dalam waktu dekat aq belum bisa keparis madam, Sekarang usia kandunganku tinggal menunggu waktu melahirkan ". jawab almira
" oke al, aq akan selalu menunggumu, dan aq akan membayar royalti karyamu, saat kau siap aq ingin kau yang menjadi model karyamu sendiri al ".
yah almira mengisi kekosongannya dengan mendisain baju dan madam elioner lah yang membantu almira.
sejak usia kandungan almira semakin tua almira tidak diperbolehkan sama pak bagas bekerja membantunya dikantor firma nya, karena bagas ingin almira menjaga kandungannyaa yang sudah mendekati waktu lahiran,
bu yanti dan pak bagas sudah menganggap almira anaknya,
" aduh, perutku ".almira merasakan sakit diperutnya.
" almira kau kenapa". elioner cemas ditelpon.
" aq tak tau madam perutku sakit,madam nanti kita lanjutin obrolannya aq gak kuat sama sakitnya ". almira memutuskan sambungan telpon sebelum dijawab sama elioner.
almira keluar kamarnya sambil menahan rasa sakit kebetulan bu yanti mau kekamar slmira membawa susu.
" mira kamu kenapa nak?" cemas bu yanti.
__ADS_1
" sakit bu ".
" ayah ayah ". teriak yanti sambil memapah almira.
"mira kamu kenapa nak ? kita kerumah sakit bu". bagas langsung keluarin mobilnya.
Almira dibawa kerumah sakit terdekat.
" sakit bu". rintih almira.
" sabar ya nak biar dokter yang menangani ". bu yanti menenangi almira.
" ibu bapak tunggu diluar, kami akan menangani putri anda bersalin". kata dokter
lama mereka menunggu kelahiran anak almira,
" bu apa ayah perlu kasih tau dave". tanya pak bagas
" yah biarkan almira sendiri yang memberi tahu dave". kata yanti.
almira dan bayi dalam kandungannyalah harapan dan kebahagian keluarga bagaskara.
" kita berdoa yah semoga persalinan putri kita tidak terjadi apa apa, putri kita wanita yang kuat ". bu yanti berusaha kuat untuk almira cinta nya kasih sayangnya rindunya terhadap seorang anak dia berikan ke almira.
lama menunggu terdengar tangisan bayi senyum kebahagiaan terpancar diwajah suami istri itu,
" yah cucu kita" air mata bahagia bu yanti mengalir.
"alhamdulillah bu, cucu kita sudah lahir". pak bagas memeluk istrinya.
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi memberikan selamat untuk pasangan suami istri itu.
" selamat pak cucu cantik anda lahir dengan sehat".
" bagaimana dengan putri kami dok ". tanya pak bagas Belum dokter menjawab perawat buru buru keluar memanggil dokter.
" dok, terjadi komplikasi ". dokter dan perawat langsung memasuki lagi ruang operasi.
__ADS_1
didalam ruang operasi dokter dan perawat terlihat sibuk dan seorang dokter yang lain berlarian masuk keruangan operasi yang membuat cemas pada bu yanti dan pak bagas.
Terdengar langkah kaki berlarian dilorong rumah sakit,dengan wajah cemas dia menghampiri pak bagas dan bu yanti.
" pak bagas bagaimana almira". dave datang dengan cemas dan sedih kenapa harus bertemu wanitanya dalam keadaan darurat seperti ini, yah pak bagas takut terjadi apa apa dia memberi tahu dave , karena dave berhak tau karena dave masih suami almira.
Tak lama kemudian dokter keluar
" bagai mana keadaan istri aq ".
" dave maafkan kami, almira tak bisa tertolong ". kata david yah dokter yang baru menangani almira david setelah mendapat telpon dari dave dia langsung masuk keruang operasi.
dave terduduk lemas harus seperti inikah cintanya pergi, harus seperti inikah wanitanya meninggalkannya untuk selama lamanya.
" tidak dok putri kami tidak akan pergi dok ". bu yanti histeris badannya lemah, haruskah dia kehilangan putri yang baru saja mengisi hari harinya. putri harapannya baru merasakan bahagia dimasa tuanya mendapatkan seorang putri dan cucu. tak kuat menahan kesedihan bu yanti terjatuh pingsan.
" bu sadar bu kita harus mengurus putri dan cucu kita sadar bu ". bagas berusaha kuat dan bu yanti pun dibawa untuk ditangani dokter.
Sedangkan dave meratapi nasibnya sesalnya, berhari hari mencari almira setelah mendapatkan kabar almira dia harus kehilangan almira.
" masuklah dave ". david memapah dave yang lunglai seakan tak bertenaga lagi dia rasa tak kuat melihat tubuh terkujur kaku dihadapannya.
" hay cantik aq datang, bangunlah sayang aq sudah lama mencari mu, bangunlah sayang balaslah sakit hatimu kepadaku, tapi jangan kau tinggalkan aq ". tangis dave pecah
" al kenapa kau.tinggalkan aq dan anak kita" .terdengar tangisan bayi catik dan suster memberikan pada dave.
dave mencium bayi mungil yang cantik yang mirip dengan dave.
" bangunlah sayang aq dan anak kita membutuhkan kau almira ". tangisan bayi mungil menjadi jadi seolah dia merasakan kesedihan ayahnya.
"maafkan daddy sayang ini kesalahan daddy membuat kalian pergi dan sedih ". diciumnya berkali kali bayi mungilnya.
dave menaruh bayi mungil seolah itu pelukan terakhir putri kecilnya sama almira. terasa pilu dan sakit hati dave, bayi mungil yang terus menangis itu diam seakan merasakan pelukan hangat seorang ibu yang sudah pergi meninggalkannya. suasana ruang operasi hening hanya isak tangis yang terdengar, suster dan dokter yang berada disana meneteskan air mata melihat adegan sedih diruang operasi.
dave memeluk tubuh kaku almira dan bayi mungil yang tenang.
" aq mencintaimu almira "
__ADS_1