
Betapa kagetnya aku saat melihat kearah kasur dan nampak seorang pria yang sudah beberapa hari ini aku rindukan, pria yang hilang bak di telan bumi. Dia adalah mas Galang
"Jadi anak dari sahabat ayah itu mas Galang" batinku terkejut
"bagaimana Rei apa kau sudah menemukan pendonor nya" tanya ayahku
"Belum Al aku masih mencari nya, sedang kan kondisi anak ku semakin hari semakin menurun" kata Om Reihan ( papa mas Galang) sedih sambil melihat kearah anaknya yang sedang koma
"Kau tenang lah dulu, aku akan membantumu mencari pendonor ginjal yang sesuai" ujar ayah ku mencoba menenangkan Om Reihan
Aku sangat kaget mendengar pembicaraan ayah dan Om Reihan, jadi selama ini mas Galang mengidap penyakit gagal ginjal. Saat itu aku benar-benar syok bahkan aku rela bila memberi satu ginjal ku untuk mas Galang.
"Ayah, ibu aku akan mendonorkan ginjal ku untuk kak Galang" kata ku tanpa pikir panjang
Aku sungguh sangat mencintai pria itu, aku bisa gila bila tak bisa lagi melihat wajah rupawannya. Jadi biarlah aku memberikan satu ginjal ku asal aku masih bisa melihat nya walau hanya dari jauh.
"Aqilah kamu sadar apa yang kamu katakan nak" tanya ibuku dengan raut wajah khawatir
"Aqilah sangat-sangat sadar Bu" kata ku meyakinkan ibu
"Tapi nak" ucapan ayah langsung aku potong
"Yah aku hanya memberi satu ginjal ku, tak akan terjadi sesuatu pada ku" kata ku meyakinkan ayah
"Tapi nak itu akan menganggu kesehatan mu dan daya tahan tubuh mu akan turun" kini giliran Tante Kinan yang merupakan bunda mas Galang yang bicara
__ADS_1
"Tante tenang saja, aku kuat seperti ayahku" ucapku sambil tersenyum untuk meyakinkan mereka
"Baiklah nak jika itu keputusan mu ayah tak bisa berbuat apa-apa" kata ayah dengan mata yang mulai berkaca-kaca
******
Setelah melakukan pemeriksaan dan pencocokan ginjal, dokter langsung melakukan tindakan operasi terhadap mas Galang karena Alhamdulillah ginjal ku dan ginjal mas Galang cocok jadi tanpa membuang-buang waktu lagi kami langsung di bawa ke ruang operasi untuk melakukan tindakan operasi.
Setelah sekitar 6 jam melakukan operasi dokter pun keluar dari ruang operasi dan memberi kabar bahwa operasi nya berjalan lancar dan sukses.
"Selamat pak,Bu operasi nya berjalan sukses selanjutnya pasien dan pendonor akan kami pindahkan ke ruang perawatan" kata dokter yang menangani kami
"Terima kasih Dok" ujar keluarga dengan tulus
Setelah di kamar perawatan*
"Sama-sama om, Aqilah melakukan semuanya ikhlas om, tapi satu permintaan Aqilah" jawab ku dengan suara lemah karena baru sadar dari obat bius
"Apa itu nak?" Tanya om Reihan
"Tolong rahasia kan ini dari kak Galang, Aqilah gamau kak Galang jadi merasa punya hutang Budi sama Aqilah" kata Aqilah lirih
"Kamu anak yang baik nak. Sekali lagi terima kasih" kata om Reihan sambil mengusap lembut rambut ku
"Tapi biarkan om yang mengurus semuanya biaya obat-obatan dan biaya pengobatan mu karena selanjutnya kau harus rutin melakukan pengobatan serta meminum obat paket dan Om juga akan usahakan secepatnya menemukan ginjal yang sesuai untuk mu agar bisa melakukan pencangkokan ginjal" sambungan om Reihan
__ADS_1
"Baiklah om" kataku sambil tersenyum
*******
"Aldi bagaimana jika kita menjadi keluarga" ujar om Reihan kepada ayah
"Maksudmu?" Tanya ayah bingung
"Anak mu dan anak ku, bagaimana jika kita menikah kan mereka" ucap om Reihan antusias
"Haruskah kita bertanya pada mereka dulu Rei?" Tanya ayah lagi
"Aku yakin mereka pasti mau. sebagai tanda terima kasih ku pada keluarga mu, dan juga agar persahabatan kita lebih kuat" kata om Reihan dengan nada memohon
"Baiklah, tapi setelah mereka lulus SMA" jawab ayah
"Setelah acara pengangkatan Galang sebagai direktur utama di perusahaan ku kita akan melaksanakan pesta pernikahan 2 Minggu setelah nya" ujar pak Reihan
Flashback off
Setelah semua kejadian itu. Semuanya kembali seperti semula, mas Galang sudah masuk sekolah dan kembali menjadi incaran para gadis dan aku masih suka memperhatikannya dari kejauhan
.
.
__ADS_1
.
Enjoy