
"Hallo, dengan siapa?" Tanya Galang karena tak ada nama dari si penelpon
"Baiklah mari bertemu di Nature cafe" ujar Galang Kemudian
"Saya akan makan di luar dan tidak perlu menunggu saya pulang sepertinya saya akan pulang larut malam lagi" setelah mengatakan itu Galang langsung bergegas keluar tanpa menunggu jawaban dari Aqilah
"Lagi-lagi usahaku memasak sia-sia" keluh Aqilah
"Mumpung mas Galang lagi keluar, ini kesempatanku untuk memeriksakan kondisiku ke rumah sakit takutnya kesehatan ku semakin memburuk dan rahasiaku akan terbongkar"
"Dari pada makanan ini terbuang mending aku membungkusnya dan membagikannya kepada kaum fakir" sambil membungkus makanan yang ada di atas meja
Rumah sakit*
"Bagaimana kondisi saya Dok?" Tanya Aqilah pada dokter yang selama ini menanganinya
"Hmmmm... Begini Aqilah, dari hasil pemeriksaan kami, kamu sedang mengandung dan sekarang usia kehamilanmu sudah memasuki usia 3 Minggu" jawab dokter Grace
"Alhamdulillah, saya senang dok mendengarnya" ujar Aqilah bahagia
"Tapi dengan sangat menyesal kami harus memberitahu kepadamu bahwa janin dalam rahimmu harus segera di gugurkan" ujar dokter Grace hati-hati
"Gk dok, saya gk mungkin mengugurkan anak saya sendiri, sama saja saya telah membunuh"
"Ini demi kesehatanmu, maaf, karena ginjalmu hanya satu jadi sangat membahayakan jika kamu mengandung, kalo pun kamu ingin mempertahankan janin ini maka nyawamu sendiri yang akan jadi taruhannya kemungkinan besar saat kamu melahirkan nyawamu tidak dapat di selamatkan" kata dokter Grace menjelaskan
"Saya akan mempertahankan janin ini dok, apapun konsekuensinya"
"Baiklah jika itu keputusanmu, ini ada resep obat dan vitamin kamu bisa segera menebusnya" sambil memberikan resep obat
"Oh iya ini doktor Esthy dia adalah dokter spesialis kandungan, jadi setiap bulannya dokter Esthy yang akan memeriksa kondisi kehamilanmu" ujar dokter Grace memperkenalkan teman dokternya yang sedari tadi duduk di sebelahnya
"Hai saya dokter Esthy" ujarnya sambil tersenyum ramah
"Saya Aqilah dok" membalas senyuman dokter Esthy
"Aqilah kenapa akhir-akhir ini kamu sudah tak pernah memeriksakan kondisi ginjalmu, biasanya kamu sangat rajin" tanya dokter Grace heran
__ADS_1
"Maklum lah dok, pengantin baru jadi kemarin saya dan suami sedang berbulan madu cukup lama" jawab Aqilah berbohong
"Tapi kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu, jangan lalai" nasehat dokter Grace
"Iya dokter Grace yang cantik, setelah ini saya akan rutin memeriksakan kondisi ginjal saya"
Jawab Aqilah menggoda dokter Grace yang sudah seperti kakaknya
"Maaf Aqilah kami belum menemukan ginjal yang sesuai untuk mu jadi kamu belum bisa melakukan pencangkokan ginjal tapi saya dan pak Reihan masih terus berusaha" tiba-tiba wajah dokter Grace berubah murung
"Tak apa lah dok, tak perlu khawatir saya masih kuat kok" ujar Aqilah sambil memegangi tangan dokter Grace
"Saya janji, saya akan berusaha menemukannya untuk mu" janji dokter Grace pada pasien yang sudah seperti adiknya ini entah kenapa setiap melihat Aqilah ia langsung teringat dengan adiknya yang sudah tiada beberapa tahun silam karena penyakit kanker otak karena itu lah dokter Grace sangat berusaha keras untuk mengobati Aqilah karena ia tidak mau kehilangan lagi.
"Iya, makasih dok, kalo gitu saya pamit dulu y dokter Grace, dokter Esthy, permisi"
Di tempat lain tepatnya di Nature cafe*
"Mau apa lagi kamu?" Tanya Galang datar pada perempuan di hadapannya
"Lang aku mohon sama kamu, maafin aku y, aku masih cinta banget sama kamu" ujar Alila yang merupakan orang yang menelpon Galang
"Maaf waktu saya terlalu berharga, silahkan cari pria lain yang bisa kamu bodohi karena rayuan mu sudah tak mempan bagi saya" sambung Galang sambil berdiri dari duduknya dan berniat pergi
"Ini semua karena perempuan itu kan" teriak Alila membuat Galang menghentikan langkahnya
"Apa maksudmu?" Tanya Galang
"Aku tau Lang kamu udah nikah. Apa kamu melupakan ku karena kamu mencintai perempuan itu"
"Itu bukan urusan mu" jawab Galang datar sambil melanjutkan langkahnya
"Jika aku tak bisa mendapatkan mu maka tidak ada seorang pun yang bisa memiliki mu Galang" teriak Alila tapi tak hiraukan Galang
Di mansion Galang*
"Duh mas Galang beneran pulang malam? Aku udah gk sabar kasih tau kabar bahagia ini ke dia" ujar Aqilah yang sedang duduk di sofa menanti kepulangan sang suami, matanya mulai berat ingin segera di pejamkan
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 22.31 barulah Galang pulang, Aqilah yang melihat Galang pulang langsung berdiri menyambut sang suami entah kemana perginya kantuk yang sedari tadi menyerangnya
"Mas Galang, udah pulang" tanya Aqilah sambil mengulurkan tangannya namun tak di gubris oleh Galang
"Hemm" Galang menjawab dengan deheman kemudian berlalu meninggalkan Aqilah
"Mas tunggu, aku punya kabar baik untuk kamu" kata Aqilah menghentikan langkah Galang
"Apa, cepat katakan! Saya sudah sangat lelah" ujar Galang datar
"Aku hamil mas" jawab Aqilah cepat
"Gugurkan!" Kata Galang enteng
"Apa mas? Gugurkan? Tidak, aku tidak akan pernah mengugurkannya meskipun nyawaku taruhannya" jawab Aqilah sedih sekaligus kaget dengan ucapan Galang
"Saya tidak akan pernah sudi anakku tumbuh dalam rahimmu" ujar Galang tanpa perasaan
"Kenapa kau sangat membenci ku mas, apa salahku padamu"
"Salahmu karena mau menikah denganku" jawab Galang dengan berteriak emosi
"Kalo begitu, bunuh saja aku mas! Aku tidak ada artinya untukmu jadi buat apa aku hidup jika suamiku saja tak pernah mengharapkanku"
"Kenapa aku harus repot-repot mengotori tanganku dengan darahmu jika perkataanku saja bisa membunuhmu secara perlahan itu bahkan lebih menyakitkan jadi aku akan lebih puas"
"Ternyata selama ini aku salah mas, aku telah mencintai orang yang salah"
"Jadi selama ini dia mencintai ku? Baiklah ini akan semakin menyenangkan" batin Galang licik
"Jika kau memang tak pernah bisa mencintaiku tak apa mas, tapi aku mohon cintai lah anakmu, darah dagingmu"
Tanpa menggubris ucapan Aqilah, Galang berlalu pergi ke ruang kerjanya meninggalkan Aqilah yang semakin terisak.
.
.
__ADS_1
.
Enjoy