
Indonesia. 2014~
Pukul 5.15 wib. Seorang laki-laki tampan terbangun dari tidurnya karna mendengar ketukan pintu diluar kamarnya. Ya siapa lagi kalau bukan ayahnya yang membangunkan dia untuk segera menunaikan ibadah shalat.
"Iky, bangun ki udah subuh. Cepet shalat" ucap sang ayah yang selalu rajin mengingatkannya.
"Hmm. Ya ntar pa ini udah bangun" dengan segera ia bangun dari tidurnya lalu membukakan pintu dan peri ke kamar mandi. Setelah itu dia melaksanakan ibadahnya, tidak terasa sudah 6.20 wib waktunya dia bersiap2 sarapan dan pergi kesekolah.
--------------Skip------------
Jam 7.10 wib rizky sampai di sekolahnya dan dia langsung ke tempat mading karna disana ada nama nama yang akan menempati kelas barunya. Ya hari ini rizky si laki-laki tampan itu naik kelas, ke kelas 11. Matanya tertuju pada lembaran kertas yang terpajang di mading. Dan nama dia, tercantum di kelas 11 IPS 4. Siapa yang tidak tau, pasalnya kelas IPS itu kelas berisikan anak murid yang berisik, dan selalu rusuh apalagi IPS 4 terkenal dengan kelas buangan terakhir. hehee.
"Hhhhhffttt" helaan nafasnya yang kasar setelah melihat namanya di kelas tersebut. Dia sudah tau akan dibuang ke kelas paling terakhir dan juga dengan orang2 istimewa siapa lagi kalau bukan orang2 buangan juga.
__ADS_1
Setelah itu dia memasuki ruangan kelas nya, ternyata masih sepi karna ini baru permulaan. Tidak lama kemudian akhirnya datang juga, ya dia laki-laki humoris bernama hakim saputra teman sekelas rizky waktu kelas 10. Ternyata mereka bertemu kembali.
"Yo yo yo wasap bro, eeeeyyy kembali lagi bersama akim dan rizky. Wih ternyata kita satu kelas lagi braderrr" ucap hakim yang merangkul rizky dan hanya dibalas anggukan juga senyum tipis. Ia senang karna bertemu dengan hakim yang humoris selalu ada canda tawa dan tidak lupa dengan kebobrokan mereka. Sedang asik bercanda, kemudian datang segerombolan laki-laki. Mereka adalah temah hakim, yang dikenal nya dari kelas 10 karna satu team futsal.
"Woaahh woaaah wasap braderrr, kenalin bro gua fawaz dari X7 temennya hakim. Dan ini ada ammar, alvin, rully ". Ucap fawaz sambil mengulurkan tangannya ke rizky dan dibalas berkenalan dengan teman2nya yg lain. Mereka menjadi akrab dan terbiasa. Selingan canda tawa, kehebohan menghiasi kelasnya.
Sedangkan di berbeda negara tepatnya di Korea Selatan, pukul 7.10 seorang perempuan yang cantik belasteran Korea-Ausie baru saja bangun dari tidurnya, lalu pergi mandi dan setelah selesai iapun segera bersiap2 untuk sarapan.
Hanya ada suara dentingan sendok dengan piring, karna mereka fokus sarapan. Hingga salah satu dari mereka pun memecah keheningan, ya itu seorang laki-laki tampan siapa lagi kalau bukan ayah nya rosie.
"Baby, apakah hari ini kamu sibuk nak?" Ucap sang ayah rosie. Rosie pun masih terdiam, tapi tidak lama kemudian dia menjawab nya
"Tidak, appa. Ada apa emangnya?" Ucapnya dengan datar dan tanpa melihat sang ayah.
__ADS_1
Ayahnya pun hanya bisa menghela nafas berat "hhhhhh".
"Rosie, ada yang ingin appa bicarakan setelah ini." Ucap appa rosie yang sudah mulai jengah karna sifat anaknya yang pendiam, dingin, dan selalu datar terhadap orang sekitar termasuk orangtuanya.
Setelah sarapan selesai, mereka pun bergegas pergi ke ruang keluarga. Dan setelah sampai mereka pun duduk dengan berjauhan.
"Rosie, appa ingin kamu pindah ke salah satu negara yang paling aman. Kamu harus pindah nak, appa tidak mau melihat kamu terluka lagi jika terus berlama disini...". Ucapnya yang terjeda, lalu melanjutkan lagi "appa ingin kamu bahagia, lupakanlah masalalu. Kamu bisa bahagia dinegara baru dan memulai semuanya dengan baru". Ucap ayah rosie sambil menatap anaknya. Terdiam cukup lama, akhirnya rosie pun bersuara..
"Dimana appa akan pindahkan aku? Apakah benar disana aku akan aman dan bahagia?" Ucap rosie yang menunduk dan sedikit bergemetar. Ibunya yang melihat keadaan rosie pun segera memeluknya dan memberikan ketenangan pada sang anak.
Sebelum melanjutkan, lagi lagi ayahnya menghela nafas dan berkata "kamu akan aman dan bahagia disana baby. Dinegara Indonesia, kamu akan mendapatkan senyum mu kembali. Percayalah pada appa ne".
Rosie pun mendongakkan kepalanya dan menatap sang ayah,
__ADS_1
"Baiklah, appa" ucap rosie yang langsung memeluk eomma nya dengan terisak pelan.
(Baru belajar bikin cerita kayak gini. Jadi harap maklum kalo ada salah kata apapun itu 😂)