Cinta Cewek Galak Dan Rahasia Kelam

Cinta Cewek Galak Dan Rahasia Kelam
EPISODE 8


__ADS_3

karna kalian udah tau ceritanya ayo lanjutkan!


paginya dinda langsung bersiap siap untuk ke sekolah....


sesampainya di sekolah dinda di hampiri oleh radit dan lisa


"lisa : Hai via"


"via : Hai ( dengan muka cemberut)


" radit : kau kenapa via"


"via : gak apa apa btw gimana kemaren dit"


"radit : owh pasti di Terima dong"


"via : jadi kalian pacaran nih???"


"lisa : iya dong, kapan kamu pacaran sama rey"


"via : apa rey ih najis, mending aku jomblo selamnya dari pada sama rey"


"radit : jangan begitu dong nanti kalian jadian"


"via : yah jadi aku jadi nyamuk dong mending kalian berduaan aja lah biar aku sendiri 😶"


"lisa : heh via kalau kau gak ada pasti si radit gak pernah menyatakan cintanya"


"radit : yah aku gak berani, tapi pas ada kau aku berani"


"via : bagus deh, pokonya aku dukung 100%"


sampai lah di kelas ketika di kelas rey di kerumuni oleh cewek cewek genit


"via : astaga muak aku lihat muka mereka"


"lisa : sabar via"


via dan lisa langsung menaruh tas dan langsung keluar ketika via mau keluar dia di cergap oleh rey


via : misi aku bukan fans mu_-"


"rey : kenapa kemaren gak datang kerumahku, kan aku udah kasih alamatnya"


"via : owh alamatmu hilang kemaren"


"rey : kok bisa!"


"via : hih banyak ba*ot aku mau keluar"


"rey : kamu udah janji kan mau kerumahku kau harus tanggung jawab kan aku udah bantu kau"


"via : ( hih ni anak nih enak di gampar)"


"rey : kok diam"


"via : melihat cewek genit, hmm aku gak tau soalnya aku sibuk ( langsung melepas tangan rey)"


"lisa : kau gak apa apa via"


"via : iya ayo kita pergi sambil menatap sinis natasya"


via radit dan lisa pergi ke kantin sekolah sebelum masuk kelas


mereka pun sampai di kantin...


ketika mau berbicara datanglah rey duduk di samping radit


"dinda : heh datang lagi sambil menaruh tangan di pipi"


"lisa : rey ngapain kau kesini?"


"rey : emang kenapa gak boleh"


"via : diam dan lesu"


rey pun melihat via tanpa berkedip


"via : ( his kenapa dia melihat ku kayak gitu risih bener aku)


dan gak lama datanglah natasya lika dan nurul duduk di sebelah rey

__ADS_1


"via : aduh kenapa lagi nih"


"radit : rey kau bisa pindah gak kami mau bicara"


"via : udahlah radit lisa kita ke kelas yuk risih aku di ikuti terus!"


"rey : bentar vi aku mau bicara"


"via : ( jalan terus dan pura pura gak dengar)"


bel pun bunyi yang menandakan masuk kelas


lisa radit dan via masuk ke kelas di barengi dengan rey natasya lika nurul di belakang mereka


pembelajaran pun di mulai seperti biasa karna lani dan radit berpacaran mereka selalu mengambil kesempatan untuk bertatapan atau bicara via cuman jadi nyamuk di sebelah lisa


setelah pembelajaran selesai mereka pulang seperti biasa lisa dan radit pulang dengan pegangan tangan... via jalan menuju gerbang sekolah dan lekas menelepon orang tuanya untuk menjemput nya tapi sayang nya


"via : halo yah aku udah pulang jemput ya"


"ayah : maaf sayang ayah gak bisa jemput soalnya ayah ada rapat penting"


"via : owh iya yah semangat!!"


via pun menelpon orang lain lagi


"via : bu via udah pulang sekolah jemput ya"


"ibu : maaf via..."


"via : iya tau tau sibukkan bu semangat ya"


via pun mematikan telpon nya dan langsung menelpon pak supirnya


"via : hallo pak dodi bisa jemput via di sekolah?"


"pak dodi : owh nak via mobilnya sedang di servis nak via bisa menunggu sekitar 30 menit"


"via : owh gitu ya pak oke lah via tunggu di depan sekolah" sambil mematikan hp nya


dan gak lama datang lah rey dan melihat via


"via : mobilku di servis kau kenapa gak pulang pulang"


"rey : owh tadi habis bantu bu lusi angkat buku"


"via : hmm udah pulang sana"


"rey : bagaikan mau pulang kalau calon istriku belum di jemput"


"via : ( berdiri) sekali lagi aku bilang calon istri atau calon pacar gak segan segan aku menjauhi mu"


"rey : vi kok kau makin di deketin makin gak suka kalau cewek di sekolah ini aku dekati langsung mau jadi pacarku"


"via : udah aku bilang kau bukan cowok idamanku"


"rey : ( ambil tangan via dan membawanya ke belakang sekolah)


" via : mau kemana sih!"


"rey : pokonya kau harus tanggung jawab"


rey mendorong via ke dinding dan langsung menciumnya



"via : ( memejamkan mata)"


ummm umm


setelah melakukan ciuman


"rey : yang taun ini cuman kita berdua dan ini ku berikan kepada cewek yang ku sayang"


"via : gigit bibir ( barusan apa yang aku lakukan) melihat kiri kanan semoga gak ada yang lihat bilangnya dalam hati"


"rey : kenapa takut ada yang lihat, tenang aja kok kalau ada yang lihat bilang aja kita pacaran"


"via : ogah"


"rey : hmm dari pada kau menunggu di sekolah lama, nunggu di rumahku aja gimana"

__ADS_1


"via : nurut karna dia takut sendirian di Sekolah"


via dan rey pun sampai di rumah rey dan langsung masuk


"rey : ayah aku bawa temen ku"


"via : diam dan ikut rey"


"ayah rey : iya iya"


"rey : owh via kau duduk di rumah tamu ya"


"via : terserah"


dan gak lama datanglah ayah rey ke ruang tamu mau melihat temen rey


"ayah tey : eeehh, via ngapain ke sini?"


"via : loh paman tinggal di sini?"


"ayah rey : iya via ngapain ke sini"


"via : tey yang ngajak paman, btw si rey anak paman"


"ayah tey : iya"


"rey : heemm, kayaknya ayah dan via udah kenal lama"


"ayah tey : owh si via anak temen ayah"


"rey : trus kenapa panggil nya paman?"


"ayah rey : kalian gak ingat masa kecil kalian, kalian selalu bertiga padahal"


sontak via dan rey kaget dan mereka mengucapkan serentak


"rey : bukan via"


"via : bukan rey"


dan mereka menatap satu sama lain


"ayah rey : hahah kalian nih masih aja bertengkar"


"via : owh jadi ini yang paman bilang anak paman yang laki laki waktu acara perusahaan?"


"ayah rey : iya"


"rey : yah si via ikut acara itu"


"ayah rey : iya, emang kenapa"


"rey : ih, kalau tau kayak gitu mending aku ikut"


"ayah rey : hmm kalian udah berteman"


"rey : kami pacaran yah"


"ayah : beneran??"


"via : heh pacaran dari mana? gak kok paman kami gak pacaran"


"rey : calon yah calon"


"via : ogah"


"ayah rey : emang via udah punya pacar"


"via : belum"


"ayah rey : bagaimana kabar rio"


"via : owh rio baik kok paman"


"tey : yah si rio siapa"


"ayah rey : dia kakak via"


"via : adeh, dasar pikun"


"ayah rey via dan rey berbicara bersama sama"

__ADS_1


__ADS_2