Cinta Cewek Galak Dan Rahasia Kelam

Cinta Cewek Galak Dan Rahasia Kelam
EPISODE 9


__ADS_3

"ayah rey : bagaimana kalau via makan sama sama di rumah paman"


"via : maaf paman dalam perjalanan ke sini via udah telpon om Bimo jadi langsung di jemput.... sekarang sedang dalam perjalanan"


"rey : biar aku yang masak yah!"


ayah rey pun berusaha membujuk via agar makan bersama...


"via : bentar bentar hp ku bunyi, halo om Bimo udah sampai mana?"


"om Bimo : sudah ada di depan non"


"via : om bimo masuk ke dalam ya"


"om Bimo : kenapa non"


"via : udah om Bimo masuk aja"


"via : ya udah aku ikut soalnya om Bimo ada di depan"


dan gak lama bunyi suara ketokan pintu....


tokk... tokkkk... tokkkk


"via : nah om Bimo datang, sambil membuka pintu"


"ayah rey : astaga Bimo!!!"


"Bimo : eh MR HWA, bagaimana kabarnya"


"ayah rey : baik baik, Bimo bagaimana"


"om Bimo : baik juga


"ayah rey : ayo masuk"


"rey : yah siapa tuh"


"ayah rey : itu temen lama ayah"


"rey : owh"


via Bimo dan ayah rey duduk di ruang tamu sedangkan rey masak di dapur sambil berbicara via segera ke dapur untuk membantu rey di dapur dan membiarkan om Bimo dan ayah rey saling bercerita dengan leluasa....


"via : butuh bantuan apa??"


"rey : gak perlu kok aku bisa sendiri"


"via : heh aku juga bisa masak tau"


"rey : gak perlu membantu kau cukup duduk aja"


dengan memaksa via langsung membatu rey tanpa mendengarkan ocehannya


via segera mencuci tangannya dan memotong bawang bombai.


rey memperhatikan via


"via : weee kenapa kau memperhatikan aku!"


rey pun membalikan pandangannya ke masakan


"rey : via tolong ambilkan mangkok di atas"


"via : oke!"


via pun segera mengambil mangkok di atas lemari yang sangat tinggi


"rey : butuh bantuan ( sambil tersenyum)


" via : gak kok!! aku bisa sendiri ( mengambil mangkok sambil jinjit)


"tey : oke"


"via : ( dasar pasti dia ngerendahin aku)


rey pun jalan mendekati via


dan langsung mengambil mangkok dibatas lemari


" rey : ( menatap via sambil tersenyum)


"via : (memberikan muka kesal)


setelah mengambil mangkok rey langsung pergi dan menyiapkan sup nya


" rey : sebelum di hidangkan via sini dulu"


"via : jalan mendekati rey"


"rey : rasakan dulu gimana"

__ADS_1


"via : ( merasakan sup sambil di suap rey) hmm rasanya enak"


"rey : gak ada yang kurang"


"via : pas pas kok ( sambil tersenyum)


karna melihat senyuman via tey pun memberikan ekspresi yang di luar pikiran


" via : rey kau demam mukamu merah ( sambil megang jidat rey dan mendekat)


"rey : ( astaga via ini terlalu dekat jantungku berdetak kencang!).


" via : kau gak demam kok... oh mungkin kau kepanasan bentar aku ambilkan tissue "


ketika via mau mengambil tissue tangannya pun di tahan oleh rey.


"via : kenapa rey"


"rey : k - kau di sebelahku aja gak usah ambil tissue"


"via : oke oke πŸ˜„"


"rey : ( muka memerah)"


" via : (aduh jadi canggung kan)"


"rey : jadi"


" via : jadi"


"rey : gak kau aja yang duluan"


"via : kau aja"


"rey : bagaimana"


" via : bagaimana"


"rey : kau yang bicara duluan"


"via : kau yang bicara duluan"


"rey : (tutup muka) "


"via : (tutup muka dari tadi kembar terus)"


"rey : (pergi ambil minum)"


"via : ( menggantikan rey masak) rey kayaknya udah masak"


"via : hmm... enak πŸ˜„"


rey dan via menyiapkan makan malam di susul dengan om Bimo dan ayah rey... malam itu mereka makan dan berbincang bincang


sekesai makan via membantu rey beres beres


bergegas untuk pulang


" via : paman, rey Terima kasih atas makan malamnya"


"om Bimo : Terima kasih"


"ayah rey : iya sama sama kapan kapan kita bisa makan keluarga lagi"


"rey : hati hati di jalan"


"via : ( masuk mobil)


di dalam mobil


" via : om ayah sama ibu udah pulang?"


"om Bimo : iya tadi udah pulang terus jalan lagi"


"via : jalan kemana om"


"om Bimo : kayaknya makan malam"


"via : owh kalau kak Rio"


"om Bimo : Rio belum pulang kayaknya masih sibuk"


sesampainya di rumah.... via langsung ke kamar dan mandi selesai mandi dia pergi ke ruangan bawah tanah induk melatih kekuatan nya


"via : biasanya kalo petir pasti bisa berubah jadi api, aku akan coba latih"


barkali kali via coba tetap aja gagal dia berusaha sekuat tenaga tapi hanya petir yang keluar mengakibatkan tangannya gosong


"via : ya elah gosong lagi, aku harus berusaha semaksimal mungkin


setelah berusaha akhir nya via menyerah

__ADS_1


via pub kembali ke kamar....


" via : ( mengecek telinga) hmm satu tahun yang ku di mana aku ikut ke pesta uang yang ramai sekali dengan orang telingaku langsung berdenging dengan dasyat dan aku langsung pingsan di tempat ketika acara perusahaan aku mencoba untuk menggunakan penyumbat telinga dan yah anehnya telingaku gak berdenging sama sekali apa mungkin ada seseorang yang memiliki kekuatan yang sama dengan ku? tapi suntikan itu cuman ada satu di dunia apa jangan jangan jangan!!!! udah via jangan mikir yang aneh aneh!


"via : ( menggunakan jaket) hadeh bosan di rumah lebih baik aku " minum""


di parkiran mobil


"via : om aku mau keluar sebentar ya"


"om Bimo : tapi non ini udah malam"


"via : santai aja om Bimo aku kalau ibu ayah atau rio pulang bilang aja via pergi minum bye om Bimo"


di perjalanan....


"via : kemana ya? akh!!!! percuma kalau minum sendirian ( memukul kepala di stir mobil) taman yah ke taman aja dulu baru minum"


sesampainya di taman...


"via : ( duduk di kursi sendirian) helan nafas indahnya kalau malam sambil ngelamun"


ternyata ada cowok yang memperlihatkan via


"heem apa boleh duduk di sini? kata cowok tersebut"


" via : (ngelamun)


akhirnya si cowok pun duduk di sebelah via... dan melihat lihat pemandangan


"via : (cuman ngelamun dan ngelamun)


" si cowok : berusaha ngajak bicara)


karna di kacangin terus dia pun langsung mengagetkan via... via pun langsung kaget


"via : A-WEE"


si cowok : lagian di ajak bicara ngelamun terus"


"via : k - kau siapa"


"si cowok : kenaikan aku dokter, maksudnya ferix dan kau"


"via : aku via, kau sejak kapan di sini?"


"ferix : dari tadiπŸ˜„"


"via : kau bukan orang yang mau modus atau penjahat kan"


"ferix : wkwkwkw gak kok lihat penampilan ku😎"


"via : kayaknya kau lebih kakak dari aku"


"ferix : aku masih muda πŸ˜‘"


"via : bagaimana kau panggil jenjen, kak jenjen aja gimana"


"ferix : nama untukku ya... hmm boleh"


"via : bagus πŸ‘"


"ferix : ( mau tos tangan via) eeemmmm"


"via : ( tos tangan ferix)


" via : bagaimana kalau kita minum"


"ferix : minum? boleh boleh kita naik mobilku aja "


"via : aku juga bawa mobil"


"jenjen : ya sudah kita naik mobil masing masing aja nanti ketemu di lokasi"


"via : setuju!


via dan kak jenjen atau ferix pergi ke lokasi tempat mereka bertemu setelah sampai...


mereka pun pergi minum bareng...


" jenjen : karna kita baru kenalan bagaimana kalau aku traktir "


"via : boleh... nanti lain kali aku traktir kak jenjen"


via pun meminum sangat banyak sampai membuat dia mabuk....


"jenjen : udah berapa banyak kau minum"


"via : udah dua botol ( bicara sambil mabuk)


" jenjen : STOP!

__ADS_1


"via : aku mau stop kalau kau minum satu botol untukku


" jenjen : .....


__ADS_2