
Setelah sampai di rumah ibu Siti calon ibu mertua nya. Yuli langsung di suruh istirahat di kamar tamu di lantai dua.
Rumah ibu Siti sangatlah besar dan mewah. Mereka mempunyai sebuah perusahaan yang sangat besar. Kantor cabang perusahaan mereka ada di mana mana.
Rumah mereka bagaikan istana dalam dongeng, di atas ada tempat untuk beristirahat, di belakang ada kolam renang dan perkebunan.
Di rumah besar itu tinggal satu keluarga besar, ada 10 orang yang sekarang tinggal di situ, sebelum almarhum Ari meninggalkan ada 11 orang yang tinggal di rumah itu.
Bahkan saking besarnya rumah mereka, ada tempat untuk berlatih olahraga di dalam rumah.
Rumah mereka dekat perkebunan teh dan kopi, sehingga setiap hari pasti tercium aroma yang sangat harum.
"Yuli Yuli Yuli , ayo sarapan nak"
" Iya Bu "
"Ayok dek kita sarapan dulu." Kata kakak ipar almarhum Ari.
"Iya kak"
Keluarga almarhum Ari dengan Yuli sangatlah dekat, Ari dan Yuli adalah teman masa kecil yang sudah di jodohkan sejak kecil. Seluruh keluarga Ari pasti kenal dengan Yuli dan keluarga nya.
Setelah Yuli dan yang lainnya selesai makan, mereka mengobrol di meja makan, membahas tentang Yuli dan almarhum Ari.
"Yul". Kata pak Agus (ayah almarhum Ari).
"Iya pak ". Yuli selalu memanggil ayahnya almarhum Ari dengan sebutan bapak.
"Sekarang Ari sudah tidak ada, kamu ikhlas kan ya nak."
"Insyaallah saya ikhlas yah."
"Jika kamu ingin mencari pengganti almarhum Ari kami ikhlas."
__ADS_1
"Saya, hemm saya". Kata Yuli sambil gugup.
"Tidak apa apa nak."
"Almarhum baru satu hari meninggal pak, saya tidak mungkin mencari pengganti almarhum dengan yang lainnya dalam keadaan saat ini pak."
"Ya sudah tidak apa apa, tapi jangan menganggap kami akan marah kepada kamu jika kamu mencari pengganti almarhum. Ya kan bu."
"Iya pih." Kata ibu almarhum.
"Ya sudah saya mau ke ruang tamu dulu ya."
"Iya yah." Kata kata kakak kakak nya almarhum Ari.
Bapak Agus pun pergi ke ruang tamu sambil membawa koran dan kacamata.
Di rumah Ari terdapat tiga anak kecil, yaitu anak anak dari kakak kakak almarhum Ari.
" Bu, pak, Yuli pamit dulu ya "
"Iya Yul". Kata ibu dan ayahnya almarhum Ari.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Yuli pun berjalan menuju jalan raya untuk mencari kendaraan untuk pulang. Setelah sampai di pinggir jalan raya ia langsung memanggil angkot yang lewat untuk ditumpangi.
"Pak, pak, angkot angkot." Kata Yuli.
Angkot pun menepi dan berhenti. Yuli segera naik ke angkot itu dan duduk. Setelah itu angkot itu jalan lagi.
Setelah sampai di rumah Yuli segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan, kaki, dan wajah. Setelah itu Yuli pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Tiba tiba.
Jegerrrrrrrr!!!
Terdengar sesuatu yang sangat keras dari jalan di depan rumahnya. Ternyata itu adalah suara dari kecelakaan mobil yang menabrak pembatas jalan.
Setelah mendengar suara itu Yuli segera bergegas pergi menuju ke suara tersebut.
Betapa terkejutnya ia ternyata yang kecelakaan adalah mobil temannya Yuli yang ingin berkunjung ke rumahnya.
" Astaghfirullah, adi," kata Yuli sambil berteriak.
Alhamdulillah nya ternyata Adi selamat ia hanya terluka sedikit dan segera di bawa ke rumah sakit.
Yuli pun segera berlari kerumah untuk bersiap dan berangkat menuju rumah sakit terdekat.
Setelah sampai di rumah sakit, Yuli segera mencari di mana kamar adi dirawat.
Akhirnya Yuli berhasil menemui Adi.
"Astaghfirullah adi, kok bisa sih kamu kecelakaan."
"Iya Yul tadi rem mobil aku blong dan aku terpaksa menabrakkan mobil ke pembatas jalan. Tapi Alhamdulillah aku masih selamat dan juga saat itu jalanan sedang sepi."Kata adi.
" Iya ya Alhamdulillaah, untung saja kamu tidak apa apa."
"Iya Yul."
"Ya sudah kamu istirahat ya aku mau pulang dulu, dah assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Yuli pun berjalan menuju rumahnya, tetapi di perjalanan pulang terjadi tragedi yang menimpa Yuli.
__ADS_1