
setelah beberapa menit di dlm akhirnya dokter pun keluar, keluarga kesya yg dari tadi sudah menunggu langsung bergegas menemui dokter ridwan
"*dokter gimana keadaan putri ku" tanya ayah azka
"untung saja Non kesya dibawa kesini klu tidak mungkin dia sudah koma" jwb dokter ridwan
"apa koma? " tanya Adit dengan nada kagetnya
"iya, karena dari pemeriksaan saya tadi,kepala Non kesya mengalami benturan yg sgt keras. tapi.... walaupun Non kesya tdk mengalami koma, kelemahan saraf sadar Non kesya semakin memburuk"jelas dokter*
Adit yg dari tadi mendengarkan dokter bercerit sontak langsung kaget dan langsung menerobos dokter didepan pintu ruang rawat kesya dan diikuti kedua orang tuanya.
didalam Adit langsung memeluk kesya sambil menangis.
" *bunda ayah batalkan perjodohan ini, aku gk tega dengan kesya" ujar Adit dgn suara bergetar
"yah aku satu pemikiran dgn Adit, batalkan saja perjodohan ini" mohon bunda kyasi
"iya, ayah pikir juga begitu"jwb ayah azka*
hari sudah menunjukkan pukul 3,adit yg melihat kedua orang tuanya blm makan berpamitan untuk keluar membeli makanan.
__ADS_1
" yah, kita harus batalkan pernikahan ini demi kebaikan kesya, walaupun..... nanti kita akan menanggung akibatnya, tpi bagiku yg terbaik adalah kebahagiaan kesya"ucap bunda kyasi panjang lebar
ayah azka yg dari tadi memeluk tubuh istrinya itu semakin mempererat pelukan, ayah azka sangat kagum dengan istrinya yg menyayangi ank2nya melebihi dirinya,
tanpa mereka sadari ada sepasang telinkesya mendengarkan cerita mereka yaitu kesy kesya sgt kagum dengan kedua orang tuanya yg sangat menyayanginya.
"bunda ayah"panggil kesya
seketika orang tuanya menoleh dan bergegas menghampiri kesya
" syukurlah sayang kmu sudah sadar, bunda dan ayah sangat menghawatirkanmu sayang, bunda dan ayah sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini, bunda menyayangi mu syg"ucap panjang lebar bunda kyasi
"ak... ''blm sempat kesya menjawab kesya dikagetkan dgn azka yg membawa beberapa kresek makanan
"iy kak, kakak bawa apa? kok banyak bgt" tanya kesya penasaran
"ni kakak beliin kamu buah kesukaan kmu biar kmu cepat sembuh" jwb Adit sambil menyodorkan buah kepda kesya
" dan ini makanan buat bunda dan ayah" lanjut azka
malampun tiba, didlm ruang rawat yg hening itu hanya ada kesya dan azka, karena azka sudah menyuruh orang tuanya untuk pulang dan beristirahat. walaupun dirumah sakit milik keluar ALFARSA mempunyai ruangan khusus,meski orang tuanya sudah memaksa untuk ttp disini menjaga kesya tetapi azka ttp tdk mengizinkannya.
__ADS_1
"*kak" panggil kesya
"hmm" jwb azka yg dari tadi duduk di ranjang sambil mengelus elus rambut kesya dg tangan ditaruh dibelakang punggung kesya
"kak aku setuju dgn perjodoh ini"jwb kesya
"apa?? knp kmu berubah pikiran?? apa bunda sma ayah sudah memaksamu" tanya Adit dgn tegas karena kaget dengn perjodohan ini
"tdk kak, ayah dan bunda tdk memenaksaku, keputusan ini berdasarkan kemauanku" jlas kesya
"apa yg membuat mu berubah pikiran spt ini? "
tanya Adit dgn tampang serius dan langsung dijelaskan kesya panjang lebar
"kesya, kami melakukan ini untuk kmu itu iklas syg, kmu jgn pernh berfikiran spt itu
"kak, kpn lagi aku harus berbakti kepada orang tuaku klu bukan sekarang, aku terlalu membebani mereka selama ini dan ini aku berbalas budi dgn mereka" bantah kesya
"bkn spt ini caranya berbakti kesya" ucap azka yg berusaha memberi kesya pengertian
"pokoknya aku ttp mau melakukan perjodohan ini, klu kalian melarang kemauan ku lebih baik aku mati saja" jwb kesya tanpa berpikir panjang*
__ADS_1
Adit yg baru saja mendengar jawaban dari adiknya, muka, matanya menyerah karna sudah tdk kuat lagi menahan emosinya