
Episode 3
Sesampainya di Klub malam yang terkenal di kota Bandung Andika dan Angga segera masuk ke dalam Klub malam tersebut. Karena Andika yang ingin merefreshingkan otaknya dengan minuman keras, sedangkan Angga selain ingin minum dia juga mencari kesempatan untuk mencari wanita untuk di jadikan teman tidurnya.
"Silahkan tuan tuan ini ada Anggur dengan kualitas terbaik di Klub ini. " Ucap Pelayan Bar yang memakai pakaian seksi. "yah silahkan keluar" Jawab Andika dengan nada yang dingin dan ketus.
Angga yang melihat itupun langsung berkata, " Heii jangan ketus gitu dong Bro kita disini mau senang senang" Ucap Angga yang sedang Bercumbu mesra dengan wanita wanita yang dipanggil untuk menemani mereka minum.
"Ini Tuan Silahkan di minum"Ucap wanita panggilan yang berada disamping Andika yang menuangkan Anggurnya. " Ya..." Jawab Andika dengan singkat. Karena Andika merasa risih dengan wanita tersebut.
Dilihatnya Angga yang sedang Bercumbu mesra dengan wanita yang di sampingnya dari mencium meraba raba tubuh dari wanita yang sedang menemaninya, Andika hanya menggelengkan kepala karena sudah biasa melihat Angga seperti itu tak jarang Anggapun akan menuntaskan hasratnya dengan membawa wanita malam ke Hotel.
Angga yang tengah asik dengan wanitanya tiba tiba melihat ke arah Andika yang sedang di goda oleh wanita yang di samping Andika menatap nanar karena ia tahu sahabatnya itu paling jijik dengan wanita seperti itu.
"Lepaskan tangan Anda dari lengan saya" Ucap Andika dengan nada yang tinggi dan dengan kasar nya ia mendorong wanita tersebut.
"Maaf... Maafkan.. Saya tuan" Jawab Wanita itu dengan ketakutan. Angga yang melihat kejadian itupun tidak terlalu peduli karena ia tahu sahabatnya tidak ingin ada orang yang menggagunya.
Angga berdiri dan ingin menuntaskan hasrat yang dari tadi sudah bergelorapun pamit pada Andika. "Dik... Gue duluan yahh biasalah Gue mau bawa ni Cewek ke hotel" Ucap Angga. Andika hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Angga tersebut.
Setelah kepergian Angga, Andika pun meminum minuman keras sampai mabuk dan Andikapun pulang ke kediaman Sanjaya sekitar jam 02.30 Pagi dia Sampai di kediaman orang tuanya.
Mansion megah nan mewah bergaya Eropa dengan hampir semua Furniturenya bergaya Klasik. Setelah Sampai di Mansion ke dua orang tuanya iapaun beranjak ke dalam kamarnya dengan bantuan supir yang tadi menjemputnya Klub malam.
Pagi Yang Cerah di kediaman Ranti dan Ibunya.
__ADS_1
"Teh... Teteh.. Bangun sayang Ibu udah bikinin Sarapan buat kamu" Ucap Ibu dari Ranti yang dari tadi Membangunkan Anak Gadis nya itu. "Iyahh Bu nih udah bangun Hoaammm...." Jawab Ranti dengan Muka bantalnya.
Ibu Ratna Ibu dari Ranti wanita paruh baya yang cantik di saat usianya menginjak 45 tahun itu. Janda dengan anak 2.
Ia mempunyai anak anak yang baik dan pintar pintar dan berbakat anak sulungnya adalah Calon dokter muda dan mendapatkan kuliah dengan beasiswa penuh di Universitas Padjadjaran Kota Bandung. Ibu Ratna sangat bangga pada anak sulungnya karena bisa meringankan beban orang tua.
Dan dia pun bangga dengan prestasi anak kedua nya yang laki laki karena setiap tahun dia selalu mendapatkan juara umum di sekolahnya dari SMP sampe sekarang. Karena prestasi anak bungsunya Untuk biaya sekolah di gratiskan oleh sekolahnya jadi ke dua anaknya itu tidak ingin merepotkan Ibunya karena tau dengan kondisi Ibunya yang hanya Single parent dengan anak 2.
"Kebiasaan kamumah kalo lagi nguap tuh tutup mulut nya" Ujar Ibu yang melihat kelakuan anaknya itu. "Iya Bu iyah..." Jawab Ranti.
"Sekarang Kamu Mandi dan udah itu Sarapan bareng sama Ibu dan Adik kamu" Ujar Ibu sambil tengah membereskan tempat tidur anaknya itu.
Yahh Gue disini tinggal bersama Ibu dan Adik Gue yang yang masih sekolah di tingkat SMA kelas 11. Ibu Gue itu Janda anak 2, Ayah Gue meninggal Saat Gue SMA Kelas 10. Saat Itu Ayah meninggal karena sakit Kanker Otak yang di deritannya udah lama karena penyakitnya itu Ibu sampai harus banting tulang untuk membiayai biaya Rumah sakit dan harus pinjam uang dengan tetangga.
Ranti yang telah mandi pun menghampiri Ibu dan Adiknya yang sudah menunggu dari tadi.
"Pagi.. Ibu dan Adikku Terrsayang" Ucap Ranti Sambil mengacak acak Rambut adikny itu. "Apaan sih Teh Kan jadi rusak rambu Irfan" Ujar Irfan yang melihat kakanya dengan kesal.
Irfan Adik dari Ranti berusia 17 tahun, yang mempunyai Wajah yang tampan, berkulit Putih, tinggi dan Wajahnya persis Seperti Alm. Ayah mereka. Tapi Irfan mempunyai Sifat yang Dingin, Cuek, Acuh tak Acuh, karena Sebelum Ayah meninggal Sifat Irfan itu Baik, Ramah Tapi sejak ayahnya Meninggal sifatnya berubah drastis jadi dingin karena Irfan Sangat dekat dengan sang Ayah.
Setelah semuanya beres memakan sarapannya Ranti dan dan membereskan piring piring dan gelasnya menuju ke dapur. Setelah membreskan semuanya Ranti melihat Adiknya yang sedang memanaskan motor maticnya untuk pergi ke sekolah.
"Dek.. Teteh nebeng yahh ke kampus yahh" Tanya Ranti ke Adiknya yang sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Yaudahh ayo nanti Irfan telat lagi ke sekolahnya". Jawab Irfan dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Senyum atuh Dek sayang muka ganteng kalo gak senyummah" Ujar Ranti sambil mencubit pipi adiknya itu. "Apa apaan sih Teh Sakit tau" Jawab Irfan sambil mengerucutkan bibirnya itu.
"Assalamualaikum bu Kita berangkat dulu ya Bu" Ucap keduanya sambil mencium tangan Ibunya. "Waalaikumsalam Hati hati dijalannya jangan ngebut ngebut bawa motornya Dek..." Jawab Ibu dengan memperingatkan kepada Irfan dan Irfan mengangguk tanda iya mengiyakan ucapan Ibunya itu.
Irfan pun langsung melajukan motornya langsung menuju Kampus kakaknya. Karena jam sudah menunjukkan pukul 06.20 jadi harus buru buru jadi tidak akan terjebak macet di jalan.
Di kediaman Sanjaya
Andika Yang sedang bergelung di bawah selimut di kamarnya karena terlalu ngantuk karena dia pulang ke rumah pada dini hari. Tiba tiba perutnya merasakan mual mual dan dia segera menuju ke arah toilet kamar mandinya, dan "Hoekk... Hoekk..." Andika memuntahkan alkohol yang diminumnya kemarin malam.
Dan disaat Andika sedang di kamar mandi mamanya mendengar suara orang yang lagi muntah saat melewati kamar anaknya itu. Dan dilihat anaknya yang sedang muntah mamanya merasa tak tega dan menghampiri anaknya ke dalam kamar mandi.
"Dika... Dika... Kamu habis darimana kemarin kok sampe muntah gitu" Ucap mama Arumi mamanya Andika dengan khawatir sambil memijat tengkuk anaknya itu. " Habis dari Klub mah nemenin Angga minum" Jawab Andika dengan lemas sambil melirik kearah mamanya.
"Kamu itu kebiasaan kalo udah mabuk suka gitu kamu itu bukan anak remaja lagi yang selalu di ceramahi oleh mamanya, kamu itu harus jaga kesehatan kamu jangan mabuk mabukan lagi" Ujar Mama Andika dengan khawatir melihat anaknya dengan keadaan seperti itu.
"Iya iya Dika juga tau mah, sekarang Mama keluar dulu Dika mau mandi mau berangkat ke kantor" Andika sambil mendorong pundak mamanya sampe keluar dari kaamarnya.
"Jangan lama mandinya udah di tungguin sarapan bareng sama papa dan adik kamu" Ucap mama sambil berteriak yang sudah di luar kamar anaknya. "Iya iya mah Dika denger" Ucap Andika.
~TBC~
******
Teteh / Teh: Kakak Perempuan
__ADS_1