Cinta Dari Wanita Yang Sederhana

Cinta Dari Wanita Yang Sederhana
Episode 4


__ADS_3

Episode 4


Setelah Mandi Andika pun berpakaian Lengkap untuk menuju kantor nya. Dan setelah berpakaian Dia pun mulai turun menuju ruang makan yang terlihat sudah ada Papa, mama, dan Adiknya yang tengah menunggu Dia.


"Pagi Mah, Pah" Ucap Andika Sambil duduk di kursi meja makan. "Pagi juga sayang" Jawab Mama yang tengah menyiapkan makanan Di meja makan.


Papanya hanya menatap Sang Putra dengan mukanya yang datar. Setelah semuanya duduk dan memakan makanan dengan tenang dan hening hanya ada dentingan alat makan saja yang berbunyi.


Setelah semuanya beres makan Papa Andika dengan menatap anaknya dan berkata, "Ka kapan kamu nikah umur kamu udah mau masuk kepala tiga" Ucap Papa Andika Arya Sanjaya.


"Papa udahlah jangan pikirin masalah aku, aku bisa mencari perempuan yang ingin aku nikahi" Jawab Andika dengan menatap kesal kalau setiap sarpan pasti menanyakan hal yang sama setiap saat.


"Iyah Pah jangan terus maksa Dika untuk menikah terus pah nanti juga kalau ada yang cocok menurut Dika pasti di kenalin ke kita ya kan ka" Ucap Mama yang sudah bosan kalau setiap sarapan pasti nanya ke anaknya kapan nikah. "Iyah Mah nanti kalo udah ada Calonnya pasti di kenalin ke Mama sama Papa" Andika yang Sambil melihat ke arah jam tangan yang sudah menunjukan pukul 07.45.


"Ya udah Dika Berangkat dulu yah Pah Mah" sambil mencium tangan ke dua orang tuanya itu.


"Ohh ya Dek... Mau bareng sama kaka ke kampusnya" Tanya Andika pada Adiknya Andini. "Enggak ahh... Kak Aku mau naik Taksi online aja" Jawab Andini yang ditanya oleh Andika. "Ohh Ya udah kalo gitu Kakak Duluan yahh" Ucap Andika pada Adiknya.


Keluarga Sanjaya Keluarga yang terpandang Di Kota Bandung selain itu juga Keluarga ini juga dikenal dengan kedermawanannya dan kebaikan hati mereka. Karena Sang Ayah ingin anak anaknya menjadi orang orang yang Selalu Bersyukur kepada Tuhan dan menjadikan Pribadi Pribadi yang murah hati dan tidak suka menyombongkan dirinya.


Sang Ayah bernama Arya Sanjaya Pria paruh baya yang berusia 61 tahun tetapi tetap tampan, gagah, berwibawa dan di rambut tidak terlihat uban sama sekali.


Dan Sang Ibu bernama Arumi Sanjaya Perempuan Paruh baya yang rendah hati, baik dan tidak suka menyombongkan hartanya karena harta hanya titipan,berusia 56 tahun tetap Cantik di usianya sekarang ini karena rajin dengan perawatan wajahnya.


Dan mereka Dikaruniai Anak anak yang Cantik dan Tampan. Salah satunya Andika Putra Sanjaya ia anak ke dua dari tiga bersaudara, dan kakak sekarang sudah menikah dan mempunyai anak laki-laki yang Tampan.

__ADS_1


Anjani Putri Sanjaya Anak Sulung dari Keluarga Sanjaya yang berusia 35 tahun Sudah menikah dan mempunyai Anak berusia 7 tahun dan sekarang dia ikut dengan Suaminya yang tinggal Di Korea Selatan, Karena Suaminya merupakan salah satu Pengusaha yang terkenal di negri gingseng tersebut.


Raihan Pratama Suami dari Anjani Putri Sanjaya yang berusia 38 tahun, Pemuda Blasteran Indo Korea karena sang Ayah Orang Korea Asli dan Ibunya Orang Indonesia Asli dari Jawa Barat. Dan Sekarang menetap di Korea bersama Istri dan Anaknya Yang bernama Raka Pratama dan Cucu yang selalu dibangga banggakan oleh Keluarga besarnya.


Andini Putri Sanjaya Anak Bungsu dari Keluarga Sanjaya, berusia 20 tahun yang tengah kuliah di UNPAD (Universitas Padjadjaran) Fakultas kedokteran Semester 4 dia juga merupakan Adik kelas dari Ranti dia ingin menjadi Dokter Spesialis Obgyn atau Dokter Kandungan.


Ayah dan Ibunya tidak memaksa anak anaknya untuk menjadi apa yang di inginkan mereka karena dengan memaksa kehendaknya Anak akan menjadi terkekang dan tidak bebas apa yang diinginkan anak anaknya, tapi Orang tuanya selalu mengingatkan untuk bisa menjaga diri sendiri dengan baik.


Di Kampus


Sesampainya di Kampus Ranti Langsung turun dari motor adiknya itu.


"Teh Irfan langsung Ke sekolah yah ini udah telat" Irfan sambil melihat ke arah jam tangannya. " Iya sok sana berangkat jangan ngebut ngebut Dek..." Ujar Ranti.


"Iya iya Assalamualaikum Teh" Irfan sambil mencium tangan kakaknya itu


Saat memasuki Kampus dilihatnya sudah banyak Mahasiswa yang berlalu lalang di Kampus. Setiap Ranti melewati kerumunan Mahasiswa yang sedang berkumpul tak jarang Dia selalu di goda karena mereka semua tahu Ranti adalah Mahasiswi Tercantik, Di Kampus ini tak jarang Ranti juga selalu ditembak oleh Mahasiswa mahasiswa dari yang senior hingga juniornya yang tertarik kepadanya.


Siapa sih gak kenal Ranti di Kampus ini Akan kecantikan yang alami tanpa polesan make up pun dia sudah Cantik tak hanya sekedar Cantik Dia juga Mahasiswa yang pintar selalu mendapatkan IPK yang hampir sempurna di setiap semesternya.


Dan saat Ranti mau masuk kelas Ia sudah melihat Sahabatnya yang sedang menunggunya.


"Ti Lo udah ada judul buat Skripsi? " Suci yang bertanya kepada Ranti." Udah Gue tinggal nyari buku buku untuk referensi aja di perpustakaan"Jawabnya. "Kalo Lo gimana Ci udah ada" Tanyanya lagi.


"Belum... " Jawab Suci sambil menggelengkan kepalanya." Yaudah nanti Gue bantuin cari judul untuk Skripsi Lo tapi Lo harus nemenin Gue ke Perpus" Ranti yang menenangkan Sahabatnya itu. "Iya nanti Gue temenin Lo, Makasih yah Ti dah mau bantuin Gue cari judul Skripsi " Suci dengan tersenyum.

__ADS_1


Saat mereka sudah berada di Perpustakaan merekapun mencari buku buku untuk referensi untuk dijadikan bahan Skripsi.


"Ci Lo udah nemu untuk judulnya? " Tanya Ranti yang sedang menbaca baca buku referensi. "Ohh udah nihh tinggal nanti Gue ketik aja di Laptop" Jawab Suci yang menatap kearah Ranti.


"Ohh yaudah... Lo udah tau Dosen pembimbingnya?" Tanya Ranti. "Udah tapi Gue takut soalanya Dosen Pembimbing Gue itu Pak Akbar yang terkenal Killer itu." Jawabnya dengan nada lesu.


"Uhh... Kasihan sahabat Gue ini, Untung Gue Dosen Pembimbingnya Pak Andre yang baik hati" Jawabnya dengan senang yang melihat muka sahabatnya yang ditekuk.


"Udah yuk kita ke Kantin aja, daripada muka Lo ditekuk gitu" Ajak Ranti ke Suci. "yuk dah laper Gue daripada mikirin bimbingan Skripsi nanti" Jawabnya Sambil membawa buku yang akan di pinjam.


Sesampainya di Kantin, Kantin terlihat penuh dengan Mahasiswa yang tengah makan.


"Penuh nihh Gimana dong Ci" Tanya Ranti. Suci yang menatap ke segala arah dan menemukan meja kosong di sudut kantin. "Dahh ti itu ada meja kosong tuhh di ujung kantin" Jawab Suci.


"iya dah Lo tolongin yahh Pesenin Gue biasa Mie Ayam sam Jus Jeruk yahh Ci" Ucap Ranti. "Iyah iyah dah sana lo duduk entar Gue pesenin" Jawab Suci. "Makasihh yahh Ci" Ucap Ranti. "Ok... " Jawab Suci.


"Nih makanan Lo tadi udah sekalian Gue bayar" Suci sambil duduk di kursi meja Kantin. "Thanks yahh udah traktir Gue makan lain kali Gue yang traktir Lo yah" Jawabnya sambil memakan makanannya.


"It's Ok lagipula Gue yang harusnya terima kasih kan tadi udah bantuin Gue nyari Judul Skripsi dan buku untuk referensi Skripsi Gue" Ucap Suci yang melihat ke Ranti.


"Itumah bukan apa apa Ci kan kita udah janji kalo kita harus lulus dan jadi dokter bareng bareng" Ranti yang menatap ke arah sahabatnya itu.


Selesai mereka makan, Suci ingin mengajak Ranti ke Mall karena setelah ini tidak ada kelas lagi.


"Ti Kita ke Mall yukk dah lama kita gak hangout bareng " Suci yang sambil memberikan tatapan yang meyakinkan. "Iya iya Gue temenin Lo" Jawabnya.

__ADS_1


~TBC~


__ADS_2