Cinta Devan

Cinta Devan
pagi yang cerah


__ADS_3

......................


Di pagi yang cerah itu, angin bertiupan menghambur dedaunan matahari menembus cakrawala angin segarnya pagi itu terasa menembus kulit matahari terbit itu sungguh indah di pandangan mata.anggita yang bagun dari tidurnya di awali dengan senyum indahnya benar benar cantik bgitulah gambarannya.setelah kesadarannya penuh anggita menlangkah ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya.airnya segar membasahi kulit putih anggita dengan handuk di atas lututnya anggita segera mengeringkan rambut indahnya itu.

__ADS_1


setelah anggita siap,ia berangkat ke sekolah yang berada di kota itu senyuman hangat anggita tak pernah luput untuk menyapa orang orang di sekolah itu.Hari ini pelajaran kimia di kelas anggita ,semua siswa menuju ke lab untuk praktek.sebelum ke lab anggita menganti pakaiannya dengan jas putih. prakternya berjalan lancar dan berakhir.anggita yang duduk di dekat lapangan basket ingin menenangkan pikirannya itu,tidak lama kemudian perin datang menghampirinya dan duduk di sebelahnya."Jangan pernah mendekati devan lagi ,kau tau? devan tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu"ucap perin penuh penekanan anggita yang mendengarnya pun sontak kaget dan tidak percaya bagaimana perin bisa mengantakan itu padahal dia itu baik" Tidak perin kau salah dia pasti akan mencintaiku aku yakin itu"jawabnya penuh keyakinan .di kesibukan mereka berdebat ,devan yang melihat mereka mendekati dua gadis itu ,devan hampir sampai kepada dua gadis itu tap tanpa di sengaja dengan cepat bola basket mengarah ke mereka ,devan yang melihat bola basket itu mengarah pada mereka,devan dengan cepat berlari melewati tubuh anggita dan melindungi perin dari bola basket itu dan


Plak.....

__ADS_1


bola basket itu menghantam wajah anggita dengan kerasnya"kau tidak apa apa perin"tanya devan khawatir padahal yang terluka adalah anggita"aku tidak apa apa devan"ucap perin . anggita yang merasa kesakitan berlari dengan darah bercucuran di hidungnya menuju uks .anggita duduk dan menegok di langit langit sekolah agar darahnya tidak terlalu banyak,nelapun datang karna melihat anggita berlari dengan darah di hidungnya .nelapun mulai membersihkan hidung anggita dan memberikannya obat anggita mulai menagis nela yang melihatnya pun bertanya" kau menangis karna hidungmu berdarah atau karna devan?" tanya nela dengan membersihkan hidung anggita.tak lama kemudian perinpun masuk di uks dia berjalan menghampiri anggita dengan mencengkam kuat tangan anggita"dengarkan ini baik baik devan tidak mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu jadi berhentilah untun mengerjarnya apa kau tidak malu dasar murahan"ucapnya mengcengkam tangan anggita nela yang melihatnya pun merasa emosi dengan singap nela menarik tangan perin agar melepaskan anggita dan mulai menarik rambutnya"dengarkan aku baik baik jangan pernah kau mencoba menyentuh anggita atau kau akan berurusan dengan dasar kau wanita ular"ucap nela emosi sambil menguatkan tarikannya.anggita yang melihat mereka berdua bertengkar langsunh saja melarainya "Sudah....sudah hentikan cukup semuanya"ucap anggita berteriak perin kau keluarlah dari sini!. Dengarkan aku baik baik menjauhlah dari devan ingat itu ucap perin lalu meninggalkan ruangan itu.semua kejadian itu tentu saja di lihat oleh raya "tidak ku sangka kau ternyata juga wanita ular ,devan telah salah menilaimu"raya membantin.


rayapun pergi meninggalkan apa yang dia lihat barusan dan ingin memberi tahu devan soal kejadian tadi."devan devan tunggu aku"ucap raya yang melihat devan"ada apa"ucap dingin devan "dengarkan aku perin itu tidak baik untukmu percayalah dia itu wanita ular "ucap raya penuh dengan kebenarannya.mendengar itu devan tentu saja tidak percaya semua yang di katakan oleh raya."jangan asal bicara kamu perin itu baik jagalah ucapanmu tentangnnya"ancam devan raya yang mendengar ancaman devan hanya mengeluarkan beberapa kata"beruntumglah kau devan di cintai oleh anggita,suatu hari nanti kau akan menyesal aku yakin itu"ucap raya lalu pergi meninggalkan devan.

__ADS_1


#salammanis dari author😘***


__ADS_2