
Tak terasa lampu ruangan bioskop sudah dinyalakan yang menandakan bahwa movie itu telah usai. Kedua pasangan tersebut berjalan terpencar.
Rayyan dan Rifda pergi menggunakan mobil Rayyan, sedang Aan dan kekasihnya menggunakan mobil kuning si Rifda. untung saja Aan sudah tau mengendarai mobil.
" Bismillah " ucap Aan sambil menginjak gas.
Rifda duduk dengan bungkam mereka tak saling menyapa.
" Kita mau kemana sayang ? " Tanya Aan memecah keheningan.
Jantung Rifda rasanya sesak sekali seketika mendengar ucapan sayang dari Aan, detak jantungnya tak karuan.
" Ria sayang kenapa bengong .?? " Aan menarik tangan Ria dan mengenggamnya.
" Kita makan saja di restoran depan itu " Jawab Ria sambil tersenyum.
Aan berfikir sejenak, ia tidak punya banyak material untuk makan di tempat seperti itu. Apa yang harus ia lakukan untuk menyenangkan orang yang istimewa ini.
mobil pun berhenti ditempat parkir Resto, Ria sedari tadi keluar dan menunggu Aan, Sedang Aan masih terlihat bengong. Sepertinya uang Aan tidak akan cukup untuk makan malam ini.
" Aann " teriak Ria dari Luar
" Iya bentar " Aan keluar dan berlari kecil menghapiri Ria
Ria menggandeng lengan Aan dan berjalan memasuki Resto . Keduanya duduk berdampingan dan memilih menu makanan. Aan sontak kaget melihat harga dari makanan makanan di daftar menu.
" Cukup mahal ya makan ditempat seperti ini " gugam Aan dalam hati.
Ini adalah pertama kalinya Aan masuk dan makan di tempat mewah seperti ini. Keduanya memesan nasi goreng spesial dan Rifda ingin makan dessert, ia kemudian memesan untuk dirinya dan juga untuk Aan.
Ria bersandar di bahu Aan . dan Aan hanya merangkul bahu wanita itu. Tak ada percakapan yang dilakukan keduanya.
__ADS_1
Ria tahu Aan bukanlah anak orang kaya, dan Ria juga sangat yakin cinta Aan begitu tulus.
" Nanti makanannya biar Ria yang bayar ya " Bisik Ria.
Aan sebenarnya merasa sangat malu tapi apalah daya ini memang bukan drama yang dilakukannya, tapi real seperti itu keadaaan dirinya.
Keduanya kini menikmati makanannya masing masing. setelah selesai makan Ria berjalan menuju kasir dan membayar semua makanan.
" Maaf ya Ria, aku tidak seperti lelaki yang lain " Ucap Aan pelan.
Ria yang berdiri tepat dibelakangnya mendengarkan perkataan itu.
" Tidak apa apa , saya mengerti kok " Bisik Ria
keduanya kini memasuki mobil kuning milik Rifda. Rayyan menyetir sedang dan bercanda gurau dengan Ria. Aan memarkirkan mobil didepan rumah mewah atau istana yang entah harus di sebuat apa.
Ya keduanya tiba di rumah Rifda, tetapi saat itu Aan tidak masuk kedalam, Aan pamit untuk pulang karena hari sudah malam.
" Naik apa kamu pulang ? " Tanya Ria
" Aku naik taksi saja sayang " Jawab Aan dengan Santai.
" Ria antar aja ya ! " lanjut Ria
" tidak perlu sayang udah malam " Jawab Aan sambil memegang tangan Ria
" Sampai kabarin ya " Lanjut Ria dan Aan cuman mengangguk sebagai tanda mengiyakan ucapan Ria.
Tak lama Aan tiba di kos sederhananya itu, ia mulai membersihkan diri dan merekatkan badannya. Tak lupa ia mengabari Ria sehingga ia pun terlelap .
****
__ADS_1
Hari menjelang pagi, Aan bergegas mandi dan melaksanakan sholat subhu. setelah selesai ia pun menyiapkan semua kebutuhan kuliahnya dan bergegas ke rumah ibu Ria. Tak lupa ia meminum segelas kopi hitam sebelum berangkat meninggalkan kos miliknya.
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, Aan mengendarai motor varionya dengan santai. Kini Aan telah sampai di rumah Ria, Ria memintanya untuk mampir sebentar dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
Aan merasa sangat gugup, ia duduk bersama orang Tua Ria, untung saja mereka ramah. Mereka saling bertukar cerita tak ada rasa sungkan saat itu, Aan merasa begitu nyaman.
Ria memecah suasana dengan berdiri sambil mengambil tasnya berpamitan untuk segera ke kampus.
" Pa , Ma , Ria jalan dulu ya sam Aan " Sapa Ria sambil mencium punggung tangan orang tuanya, begitu juga dengan Aan.
" tapi aku datang pakai motor tadi " Ucap Aan sambil berjalan menuju gerbang.
" pakai mobil aku saja " Jawab Ria sambil memberikan kunci mobilnya.
Keduanya kini sudah berada didalam mobil, dengan santai Aan mengendarai mobil sport milik Ria. keduanya sangat menikmati perjalanan. kampus dan rumah ibu Ria tidaklah jauh.
Keduanya kini tiba di kampus dan semua mata tertuju pada mereka. Rumor tentang Ria dan Aan menjadi hangat di kampus bagaimana tidak, Ria berjalan sambil merangkul lengan Aan.
semua mata melihat mereka, sedang Ria merasa tidak ada yang perlu diragukan. Hubungan mereka sudah menjadi konsumsi publik, Ria tak sungkan sungkan mengatakan bahwa Aan adalah pacarnya.
" Ihhh pakai pelet apa sih sampai bisa berpacaran dengan Dosen terkenal itu " Suara para laki laki yang merasa iri dengan Aan.
****
Kini Aan menjadi terkenal di kampus itu, ia banyak mengikuti organisasi dan banyak menjuarai lomba tingkat kota bahkan nasional. Hingga kini hidup Aan telah berubah drastis, ia menjadi mahasiswa terpopuler di kampus itu. Banyak sekali para wanita mendekat tapi tak satupun dihiraukan Aan.
Esok Aan akan mewakili kampus untuk ke Jerman karena prestasi yang diraihnya. Tak lupa Aan berpergian bersama Ria. Sungguh bangga Ria bersama Aan , Ria tak melihat latarbelakang Aan.
Ria dan Aan selalu menjalani hari hari dengan senang dan positif, tak ada gangguan dari luar tidak ada yang berani mengusik hubungan mereka. Hal ini dikarenakan papa Ria lah yang mendirikan kampus itu.
Aan selalu menjadi prioritas di kampus bukan karena ia pacar dari ibu Ria, tapi karena prestasi melimpah yang di miliknya dan juga ketampanan yang dimiliki Aan.
__ADS_1
... ...........