
Cinta pertama seorang anak laki laki adalah ibunya tetapi tidak untuk ku .
Bara Darmawangsa
Lima belas tahun kemudian ........
Dikediaman Darmawangsa terlihat dua remaja laki laki yang sedang asyik kejar kejaran
"bang Bara ayo sini kejar Bana ,ayo bang tangkap Bana kalau bisa ".Teriak Bana pada Bara
"Bana jangan kencang kencang lari nya nanti jatuh".Larang Bara
Belum juga Bara diam dari bicara nya Bana pun tersandung kakinya sendiri kepalanya terpentuk pinggiran meja lumayan keras sehingga mengeluarkan banyak darah
"BANA ".Teriak Bara histeris yang membuat Mira keluar dari ruang kerjanya
Mira terkejut melihat Bara memangku kepala Bana yang penuh dengan darah
"Bana ,Bana kamu kenapa nak ,bangun sayang".Histeris Mira
"hei kamu apa yang sudah kamu perbuat hingga anak ku jadi seperti ini ".Tuduh Mira pada Bara
"akk ku tidak melakukan apa apa mah ,Bana tersandung kakinya sendiri saat berlari sehingga kepalanya terpentuk meja ".Elak Bara pada Mira
"jangan pernah membela dirimu anak tidak tau diri ,cepat telfon papa mu sekarang ".Bentak Mira
"ba baik mah "
Bara pergi untuk menelfon papa nya
Dering telfon berbunyi tapi masih belum ada sahutan suara dari Abi .Percobaan pertama gagal tapi Bara terus berusaha menelfon Abi hingga sambungan telfon pun terjawab
"halo iya ada apa ?".Tanya Abi
"pa pa tolong Bana ,cepat kesini papa ,cepat papa".Ucap Bara pada Abi dengan suara bergetar
"Bara ,kenapa bang ?ada apa dengan Bana ? '.Tanya Abi kembali
"Bb bana jatuh pa kepalanya mengeluarkan banyak darah ".Jawab Bara
"Apa ?oke oke kamu tenang, sekarang pergi keluar lalu minta pertolongan pada tetangga untuk membawa Bana ke rumah sakit ".Perintah Abi pada Bara
"papa akan segera menyusul kalian "
"baik pa cepat kemari karena mama sudah menangis paa "
Telfon pun terputus Bara berlari keluar untuk meminta pertolongan
dia berlari menuju rumah pak Anang
"Tok .... Tok..... Tok ....."
Dengan cukup keras Bara mengetok rumah pak Anang ,pak Anang yang mendengar rumahnya di ketok langsung bergegas keluar
"iya sebentar ".Jawab pak Anang dari dalam rumah
"Ckelekkk........"
"Bara ,ada apa nak kamu kesini ?".Tanya pak Anang
__ADS_1
"pak tolong Bana dia jatuh kepalanya mengeluarkan banyak darah ". Ucap Bara pada pak Anang
"Astaqfirullah "
Kaget pak Anang
"ayo Bara kita segera bawa Bana ke rumah sakit".Ajak pak Anang pada Bara
"mari pak "
Mereka pun segera membawa Bana menuju mobil untuk di bawa ke rumah sakit
Diperjalanan Mira memarahi Bara karena di masih berfikir kalau Bara lah yang menjadikan Bana seperti sekarang
"awas saja kamu ,jika terjadi sesuatu pada anak saya ,saya akan mengusir kamu dari rumah ".Ucap Mira dengan tega pada Bara
Pak Anang terkejut mendengar penuturan Mira pada anaknya
" sudah bu jangan menyalahkan Bara lagi ,tidak semua yang terjadi karena kesalahan Bara ".Tegur pak Anang pada Mira
Mira tidak menggubris omongan pak Anang dia terus menangis dan memegang erat tangan Bana .
***
Dua puluh menit mereka diperjalanan akhirnya sampai juga mereka di rumah sakit ,dengan segera pak Anang menggendong Bana menuju ICU ,Mira dan Bara pun mengikuti pak Anang
"suster cepat tolong anak ini ".Teriak pak Anang
"baik pak baringkan pasien di sini ".Perintah suster untuk meletakkan Bana di brangkar dorong
suster pun membawa Bana masuk kedalam ruangan ICU .Mereka pun menunggu di tempat duduk yang ada di depan ruang ICU.
Mira yang sudah sangat khawatir dan marah menarik tangan Bara
"sini kamu ikut saya ".Tarik Mira pada Bara
Bara yang hanya bisa pasrah pun mengikuti tarikan tangan ibunya
Di sudut rumah sakit Mira mendorong Bara dia juga menampar Bara
"plakk....."
Suara tamparan yang nyaring terdengar di sudut ruangan rumah sakit
"kenapa kamu tidak bisa sekali saja membuat hidup saya tenang ,dari dulu kamu selalu membuat hidup saya dalam masalah ".Marah Mira pada Bara
"maaf mah ,Bara tidak mau menjadi penyebab masalah dalam hidup mama ,Bara hanya ingin menjadi malaikat pelindung untuk mama ,papa dan Bana ".Jelas Bara dengan pilu
"apa katamu malaikat pelindung ?"
"cwuihh..."
bukan malaikat pelindung justru kamu menjadi malaikat maut bagi keluarga ku ".Ucap Mira tega pada anaknya
"mama ,kenapa mama tidak pernah menyayangi Bara seperti mama menyayangi Bana ,Bara ingin di cintai seperti Bana ma....".Tanya Bara pada Mira
"KARENA KEHADIRAN MU TIDAK PERNAH AKU INGINKAN ".Teriak Mira pada Bara
Mira meninggal kan Bara sendirian dengan semua kata kata yang telah ia lontarkan pada Bara .
__ADS_1
Di kejauhan terlihat Abi berlari menuju ruang ICU ,tetapi dia melihat Bara terduduk sendiri di sudut rumah sakit ,Abi lantas pergi menghampiri Bara
"Abang kamu tidak apa apa kan ? ".Tanya Abi pada Bara
"papa ,Bara tidak kenapa napa tapi Bana ,dia masih berada di dalam sana ".Tunjuk Bara pada ruang ICU
"syukurlah abang tidak kenapa napa" .Lega Abi
"abang kenapa ada disini ? Ayo kita kesana menunggu Bana ".Ajak Abi
"tidak pa abang akan menunggu disini ,karena kehadiran abang hanya bisa membuat mama tidak nyaman ".Jelas Bara pada Abi
Abi yang mendengar penjelasan Bara pun langsung memeluk nya dengan erat
"seharusnya cinta pertama seorang anak lelaki adalah ibunya tapi Mira tidak pernah menganggap kamu sebagai anaknya "Batin Abi
"bang jangan pernah berfikir kalau kehadiran kamu tidak di inginkan ,justru kehadiran mu adalah anugerah terindah untuk papa dan Bana meskipun kenyataannya mama mu tidak begitu ".Terang Abi pada Bara
"papa sayang sama abang ? ".Tanya Bara pada Abi dengan tiba tiba
"apa yang abang katakan ,papa sayang sekali sama abang lebih dari nyawa papa sendiri ".Jelas Abi untuk meyakinkan Bara kalau dia sangat menyayanginya
"terima kasih ya pa ,abang tau kalau abang bukan darah daging papa ,tapi papa selalu menjadi pelindung pertama bagi abang ".Ucap Bara pada Abi yang membuat mereka kembali memeluk satu sama lain .
Sementara di depan ruang ICU Mira mondar mandir menunggu dokter keluar ,setelah lama menunggu akhirnya dokter pun keluar
"Dengan keluarga pasien ?".Ucap dokter
"iya dok saya ibunya ,bagaimana keadaan anak saya ?". Tanya Mira pada dokter
"anak ibu tidak apa apa ,hanya pendarahan ringan untung saja segera di bawa kalau tidak pasien bisa kehilangan banyak darah ,saya sudah memberikan dia obat pereda rasa sakit mungkin sebentar lagi dia akan siuman ".Ujar sang dokter
"terima kasih dok ".
"sama sama bu ,kalau begitu saya permisi".Pamit dokter pada Mira dan pak Anang
"kalau begitu saya juga pamit ya bu ".Ucap pak Anang pada Mira
"iya pak terima kasih juga karena bapak sudah membawa anak saya ke rumah sakit ".Terimakasih Mira pada pak Anang
"sama sama bu ,saya pamit dulu "
Pak Anang pun pergi meninggalkan Mira ,setelah pak Anang pergi Mira pun masuk untuk melihat keadaan anak nya
Di dalam ruangan ICU Mira tak sanggup menahan tangis dia sangat terpukul karena melihat anak yang dia sayangi terbaring lemah
"Bana ....,cepat bangun nak mama ada di sini bersama dengan kamu ".Ucap Mira dengan menggenggam tangan dan mencium kening Bana
Bara dan Abi yang baru masuk melihat pemandangan seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya .
"betapa sakit hati Bara ma ,mama selalu menyayangi Bana dengan segenap hati mama ,tapi Bara hanya selalu mama jadikan pelampiasan kekerasan mama.
Bara hanya ingin di cintai seperti Bana mah.......".Batin Bara yang berteriak
Abi yang mengerti keadaan Bara langsung menggenggam tangan Bara
"Papa akan selalu ada disisi abang ".Bisik Abi pada Bara
Bersambung........
__ADS_1