
Surga seorang anak berada dalam kaki ibunya ,tetapi apakah aku berhak mendapatkan surga itu?
Bara Darmawangsa
"papa akan selalu ada di sisi abang ".Bisik Abi pada Bara
Bara yang mengerti kecemasan ayahnya menoleh dan tersenyum manis untuk menutupi lukanya pada Abi
"mah ...".Panggil Abi lembut pada Mira,
Mira yang mendengar suara suaminya langsung menoleh dan berlari untuk memeluknya
"papa .... Hiks hiks ,Bana pa .. , dia masih belum sadar".Ucap Mira dengan memeluk erat Abi
"sudah ma ,mama tenang Bana pasti akan segera sadar ,kita berdoa semoga Bana cepat sadar dan bisa kembali pada kita ya ...".Jawab Abi dengan lembut sambil mengecup pucuk kening Mira
Bara yang melihat support dan kasih sayang Abi pada Mira tak sanggup membendung air matanya
"Bara senang melihat papa dan mama seperti ini ,jangan pernah menangis ya mah ... , karena satu tetes air mata mama bagi Bara adalah mutiara yang berharga ".Batin Bara pilu
***
Satu minggu Bana berada di rumah sakit tapi masih belum ada tanda tanda kesadaran ,setelah dokter mengatakan bahwa Bana mengalami pendarahan ringan ternyata itu membuat Bana koma .
"maaf bu saya sudah berusaha semaksimal mungkin ,saya sudah menangani banyak pasien dengan riwayat sakit sama seperti anak ibu ,tapi beberapa pasien saya hanya koma maksimal 3 hari ,saya bingung kenapa Bana seperti tidak ingin hidup ".Jelas dokter pada Mira
Mira yang mendengar perkataan dokter mengenai Bana tersulut emosi dia mengancam dokter kalau anaknya tidak bangun maka dia akan menuntut rumah sakit itu
"dokter jangan main main dengan saya ,kemarin dokter bilang kalau Bana hanya mengalami pendarahan ringan dan akan segera sadar ,tapi apa kenyataannya dok ? ".Bantah Mira yang tersulit esmoni.
"kalau dokter berani berkelit saya akan menuntut rumah sakit ini karena tidak becus dalam menangani pasien ".Sahut Mira kembali
"bu , saya hanya dokter yang bisa menangani pasien sesuai kemampuan saya , selanjutnya kita serahkan pada Yang Maha Kuasa bu .Saya juga seorang ibu mana mungkin saya berbohong mengenai kondisi seorang anak yang kesadarannya di nanti ibunya ?".Jelas sang dokter pada Mira
Mira yang tak sanggup lagi pun luruh ke lantai dia menangis sejadi jadinya ,Abi yang kebetulan sedang bekerja tidak bisa membantu atau menemani Mira
Tapi tiba tiba sebuah rangkulan hangat Mira rasakan ,Mira pun berdiri karena tarikan seseorang , dia adalah Bara
Mira yang sudah kalut langsung memeluk Bara dia menangis di pelukan Bara ,Bara yang baru merasakan betapa hangatnya pelukan seorang ibu juga ikut menangis karena keterharuannya
"menangislah mah ,kalau ini bisa mengobati luka mama ,tapi Bara janji Bara tidak akan membuat mama meneteskan air mata lagi ".Batin Bara
Meskipun semua itu tidak semuanya salah Bara tetapi Bara selalu menyalahkan dirinya jika air mata ibunya menetes ,karena bagi nya jika air mata ibunya menetes maka ia sudah gagal menjadi pelindung untuk ibunya . Sungguh kau memiliki hati malaikat Bara
Bara pun membawa ibunya untuk berbaring di sofa kamar inap Bana ,Bara mengelus lembut kepala Mira hingga Mira pun tertidur
"selamat tidur mamah ".Ucap Bara dengan mengecup kepala Mira
__ADS_1
Setelah mengecup kepala Mira ,Bara bergeser untuk membuka sepatu Mira .Dengan telaten dia membuka sepatu Mira ,saat Bara memegang kaki Mira air matanya pun tak sanggup ia bendung karena Bara mengingat perjuangan Mira.
"kaki ini adalah kaki yang sangat berjasa ,karena kaki ini mama dapat berdiri tegak di atas derita hidup mama ,di kaki ini juga terdapat surga untukku ,ya... Surgaku ada padamu mahhh ,tapi apakah aku layak menerima surga itu? ".Bara bertanya dengan dirinya sendiri setelah itu Bara mencium kaki Mira hingga dia tidak sadar bahwa air matanya menetes dan mengenai punggung kaki Mira
Mira yang merasakan ada cairan bening menetes di punggung kakinya pun terbangun ,dia melihat Bara sedang mencium kakinya dengan menangis ,Mira yang hanya manusia biasa pun tak sanggup menahan air matanya dia merasakan bahwa Bara sangat menyayanginya tapi karena kebenciannya Mira jadi seperti ini .
"apa aku pantas di sebut seorang ibu ?", hanya karena kesalahan ku ,aku tega menghukum malaikat kecilku yang tak berdosa ".Batin Mira berteriak, rasanya hati Mira seperti teriris oleh belati yang sangat tajam .
Setelah Bara selesai bermanja dengan ibunya (hanya Bara yang merasa )dia pergi untuk melihat keadaan Bana
"Na.....bangun abang di sini nungguin kamu ,mama sama papa juga kangen sama kamu,cepet sadar nanti kita makan siomay lagi di mang ojak ,abang janji kali ini abang yang bayarin ,beneran na abang gak akan ngibuli kamu lagi ".Oceh Bara pada tubuh Bana yang terbaring koma
Bara yang menyadari kalau Bana tidak merespon perkataannya membuat hati nya sesak ,bagi Bara Bana adalah segala nya karena jika Bara sedang di marahi oleh Mira Bana lah yang menjadi pembela setelah papa nya
"pokok nya kamu harus cepet sadar Na ".Bara kembali berbicara pada Bana ,saat Bara mengecup kening Bana tiba tiba saja jari tangan Bana bergerak Bara yang melihat itu langsung memencet tombol darurat untuk memanggil dokter
Setelah dokter datang Bara dan Mira yang sudah terbangun karena sadar kedatangan dokter pun disuruh menunggu di luar karena dokter akan melakukan pemeriksaan pada Bana
"bu ,sebaiknya ibu dan anak ibu keluar dulu ,dokter akan memeriksa pasien ".Perintah suster pada Mira dan Bara
Merek pun pergi untuk menunggu di luar
"Ya Tuhan jika Bana engkau kembalikan padaku maka aku berjanji akan sedikit membuka hati ku untuk mencintai dan menyayangi Bara seperti aku mencintai Bana ".Batin Mira memohon pada Yang Maha Kuasa
Setelah beberapa lima belas menit menunggu akhirnya dokter pun keluar dengan senyum semringah
Mira yang mendengar ucapan dokter pun merasa sangat bahagia
"terima kasih dok ".Terima kasih Mir pada dokter
"sama sama bu ,kalau gitu saya permisi ".Pamit sang dokter
Mira dan Bara pun langsung masuk untuk melihat Bana
"sayang .... kamu baik baik saja kan nak ?".Tanya Mira pada Bana
"Bana tidak apa apa mahhh,Bana sudah kuat karena Bana punya mama ,papa dan bang Bara yang selalu mendoakan Bana ".Jawab Bana dengan terbata
Bara yang senang karena Bana telah sadar tidak bisa membendung air matanya ,rasanya jika dia melihat adiknya bahagia atau sedih maka air matanya seperti ingin terjun bebas dari matanya yang indah
"bang Bara sini ,abang gak mau peluk adik abang ?"Tanya Bana pada Bara
Bara yang sadar atas pertanyaan Bana langsung segera menghampiri dan memeluknya dengan erat
"abang kangen sama kamu Na ,jangan pernah buat abang ,mama atau papa khawatir lagi ,janji ?".Ucap Bara pada Bana dengan mengacungkan jari kelingkingnya
"janji " .Jawab Bana dengan menerima acungan jari kelingking Bara
__ADS_1
Mira yang melihat kedekatan dua kakak beradik yang tak sedarah itu seketika membuat hati kecilnya mengingat janji nya pada Tuhan nya
"aku akan berusaha menyayangi dan mencintaimu Bara Darmawangsa "Batin Mira
***
Pagi hari yang cerah setelah kepulangan Bana ke rumah hari hari Bara tidak sepi lagi ,dia sudah tidak semurung saat Bana berada di rumah sakit
"Bana kamu duduk manis di sini abang akan belikan siomay yang sudah abang janjikan pada saat kamu koma,dan..... abang yang traktir kamu".Ucap Bara antusias
"yeay akhirnya abang traktir aku siomay bang ojak lagi ".Jawab Bana tak kalah antusias
Bara pun pergi untuk membeli siomay bang ojak ,saat Bara membuka pintu rumahnya dia terkejut dengan seorang Bapak bapak yang seumuran dengan Abi
"astaga " .terkejut Bara
"maaf om ,ada yang bisa saya bantu ?".Tanya Bara pada orang itu
"apa betul ini rumah Abimanyu Darmawangsa ?".Tanya balik orang itu pada Bara
"iya betul ini rumah Abimanyu Darmawangsa ,saya putra Abimanyu ,ada keperluan apa om datang kemari ?".
"saya ingin bertemu dengan Abimanyu apakah dia ada di rumah " Tanya Orang itu lagi
"papa sedang ada di kantor kalau om berkenan saya akan memanggilkan mama saya ".Jawab Bara
"baiklah saya akan menunggu di sini "
Bara pun langsung bergegas untuk memanggil Mira
"mahh maaf mengganggu ,ada yang ingin bertemu papa,tapi papa masih di kantor jadi dia ingin bertemu mama ".Ucap Bara pada Mira
"siapa ?" .Tanya Mira
"Bara tidak tau ma..".Jawab Bara
setelah Bara mengatakan ketidak tauannya siapa tamu itu Mira pun langsung pergi untuk melihat nya .
Setelah Mira turun kebawah Mira melihat sesorang sedang berdiri membelakanginya ,Mira pun langsung bertanya apa gerangan dia mencari suaminya .
"maaf apa kah anda mencari suami saya ?".Tanya Mira pada orang itu
orang itu pun membalikkan badannya
Mira yang melihat orang itu pun langsung diam mematung
"KAMU ?"
__ADS_1
Bersambung........