
Setelah tengah malamnya,Arleya yang masih membuka matanya untuk menyusun step untuk Myclle sudah terselesaikan.Arleya yang masih menggunakan seragam darahnya itu menghampiri Myclle dan membangunkan nya
"Sini..ku tata rambutmu biar bagus"
Gadis yang mengatakan itu sambil membawa gunting yang tajam dan berlumuran darah."akan ku pangkas rambutmu agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, untuk yang kaca mata akan ku urus kapan harinya"
Laki laki yang seperti terpaksa diam di ikat tali rantai itu merinding seketika.karena dia membawa sebuah sepasang mata merah yang bercahaya seperti milik Arleya
"Jika penampilan mu lebih baik..pasti bakalan wanita sepeti ku akan tertarik kepadamu,karena kau itu sebenarnya sangat mempesona di balik sifat culun mu itu hihi~"
Ia memulai memotong rambut pria culun itu dan..
...****************...
"Ahah!bagus sekali,tinggi tubuh mu yang tinggi dan rambut yang cocok sangat bagus jika di lihat olehku"Arleya mengarahkan cermin itu ke Myclle
"ehm..aku tidak terlalu kelihatan karena ada bercak darah yang baru..apakah..kamu..membunuh lagi?"ucapan Myclle sangat ragu dan terbata bata
"tebakan mu benar sekali hihi..santai saja,pangkas rambut telah selesai,tidak perlu biaya kok~"
Mendengar ucapan Arleya barusan membuat jantung Myclle seperti sakit seakan ingin copot"tenang....gak akan ku apa apa in kok"senyum lebar Arleya ke Myclle.Myclle yang melihat senyuman lebar mengerikan itu membuat ia pingsan mendadak
"Bagus sekali..hanya dengan senyum mengerikan ku ini membuat orang seperti dia pingsan "setelah itu ia menyeret tubuh Myclle dan seperti melakukan sebuah oprasi
__ADS_1
"Mengganti mata itu sangat lah mudah,hanya mencongkel perlahan lahan dan pasang kembali secara teratur dan selesai,sekarang..kita sudah seperti pasangan serasi."
Gadis itu menatap ke arah bibir Myclle dan mendekati bibir nya,"kenapa hatiku merasa ingin membunuh mu karena aku mencintaimu ya?yang padahal aku tidak tertarik kepadamu,tapi karena kamu ini sudah menjadi sedikit tampan.."
"Hati ku bilang ingin membunuhmu karena menyatakan cintaku padamu"Arleya pun mencium bibir Myclle dan paginya seperti biasa sekolah
*Kenapa ya,aku tidak memakai kaca mataku menjadi kembali jelas,kan aku minus,sudah tidak buram lagi*batin Myclle yang heran dengan penampilan nya
*Tadi saat pagi nya aku sudah berpakaian seragam,dan aku di temukan ada di sebuah tempat penjual bir,tapi..aku gak pernah ke sana deh..*
*Apa yang terjadi ya..apa..aku harus tanya ke Arleya?*
Pria itu masuk kelas dan para perempuan pun terpesona,banyak yang menyapa nya dan para wanita berkumpul di sisi Myclle
"Myclle kenapa akhir akhir ini kamu sangat tampan?setelah lulus,kita nikah yuk"ucap salah satu perempuan itu
Myclle yang sangat risih dengan keramaian itu menatap dan menoleh ke arah Arleya.Arleya yang menyadari kalau ia di lihat ia langsung lihat balik ke Myclle
Gadis itu membawanya tatapan dingin nya dan senyum manisnya ke arah Myclle,serasa,ia akan di incar dan di siksa,pria itu pun kembali ke tempat duduknya dan tidak ingin melihat Arleya lagi
Istirahat nya, meskipun penampilannya sekarang sedikit tampan tapi ia tetap dibully karena ia terlalu populer di kalangan wanita
"Hey kenapa kamu menjadi sedikit lebih tampan, seharusnya kamu harus menjadi sangat jelek, Aku benci penampilanmu yang sekarang ini serasa Aku ingin membully mu dengan cara membunuh, kau tahu kan semua anggota Genk ku sekarang sudah hilang entah kenapa"
__ADS_1
"Bukannya dia mengajak seluruh anggota gengnya untuk membully mu kenapa malah hilang semua"
"Kau pasti adalah yang membunuhnya"
Pria itu terus saja memukuli pria tampan itu dan akhirnya penampilannya seperti orang yang habis babak belur "hei itu bukan ulahku kamu jangan memfitnahku dulu dong"ucap Myclle yang menghadang serangan pria itu dengan tangannya
"Jangan banyak alasan lagi sudah pasti kamu yang membunuhnya,Aku pastikan tebakanku ini benar"terus saja memukuli pria yang baru saja merasakan pertama kali menjadi cowok populer di kalangan wanita
"Oh ku laporkan sajakah kepala sekolah kalau yang membunuh bu BK itu adalah kamu"pria itu mencekik pria tampan itu sedalam-dalamnya
"Tidak kah kau memberinya istirahat untuk membullynya, kasihan jika dia tidak diberi istirahat"Gadis itu muncul lagi di hadapan mereka berdua dengan siap membawa sebuah silet tajam
"Kau pasti gadis culun yang menemani cowok culun ini ya hahaha cowok culun dan cewek culun memang pasangan yang sangat serasi"ucap seorang pembully itu
"Tidak,kamu salah jawaban,di dalam kamus psikopat hanya salah satu jawaban akan ada satu nyawa akan melayang,kan?"ucapkan Di situ dengan tatapan dinginnya dan muka datarnya kepada pria pembully itu
Tak lama Gadis itu berlari ke arah pembully itu dan mengkoyakkan daging pembully itu hingga ke tulangnya, pria pembeli itu sangat ketakutan dan menjadi-jerit kesakitan karena tangan dan jarinya sudah putus dan sudah hilang
"Hihihihi, yang membunuh seluruh kelas dan siswa sekolah yang menghilang entah ke mana itu adalah aku,bukan dia. kamu itu sudah salah jawaban maka nyawa mau akan hilang dadah semoga kamu tenang di alam sana"Gadis itu pun menancapkan silet tajam itu ke arah jantung pria pem-bully itu dengan senyumnya yang ceria dan tatapan kosongnya ke arah pria pembully itu
Sungguh membuat Myclle sangat kaget, karena ulah Gadis itu yang telah membunuh pembunuh itu, dia hanya menahan mulutnya agar tidak teriak. Nisa itu juga gadis yang telah merenggut nyawa seseorang menoleh ke arah pria itu, dan mengarahkan telunjuknya ke bibirnya"Hsstt..jangan bilang kepada siapapun Kamu sudah janji kan"ucap Gadis itu yang melemparkan mayat itu ke arah pria tampan itu
Sontak membuat pria itu terkaget dan segera pergi dari tempat itu, Gadis itu hanya tertawa kecil menatap kepergian pria tampan itu,"kau itu terlalu bodoh nantinya juga kamu juga akan ketagihan membunuh orang, itu itu adalah step yang kedua"
__ADS_1
setelah itu ia masuk ke kelas, dengan bajunya yang seperti semula baru yang masih cerah tidak ada noda-noda sekalipun, membuat pria tadi itu heran. Gadis itu menatap ke arah pada tampan itu dan melambaikan tangannya ke arah pria itu
Myclle sangat takut dan trauma karena ulah Gadis itu yang telah membunuh mayat dan melemparkan mayat itu ke arah dirinya, setelah itu dia akhirnya masuk ekskul tidak sendirian dia ditemani oleh gadis pembunuh itu