
hingga lamanya dia menunggu pria itu dia pun pergi meninggalkan pria tampan itu bersama teman-temannya yang sedang ekskul"hei kalau main yang bener dong nggak jelas"ucap teman ekskulnya yang melemparkan bola basket itu ke arah badan pria tampan itu
"Mata lo buta ya di situ ada musuh, kalau nggak bisa main sana pulang dasar bocah"perkataan itu membuat dirinya merasa sangat down, sedih kacau di hatinya
Hingga selesainya ekskul dia langsung pulang ke rumahnya kejadian tak terduga kedua orang tuanya telah terbunuh tragis di dalam rumah,bersama dengan orang yang membunuh kedua orang tuanya
"Wah wah wah anaknya telah datang nih, apa kita bunuh saja ya biar dia bisa jemput orang tuanya"ucap salah satu pembunuh itu
"Hahaha yuk kita bunuh saja dia aku masih punya niat yang baik agar kamu bisa kembali ke orang tuanya"
"Kenapa kenapa kau membunuh orang tuaku apa salah mereka, bukankah Ibu dan ayahku tidak memiliki hutang,dan tidak memiliki masalah pada kalian berdua,kenapa kalian berdua membunuhnya kenapa"ucap pria yang baru masuk ke dalam rumahnya pun sangat terkejut melihat orang tuanya sudah meninggal
"Hey apa kamu bodoh kami berdua telah membunuh seluruh warga di desamu"
"Tidak tidak Kamu pasti bohong"ucap pria itu sambil berjalan melangkah mundur sedikit demi sedikit"kenapa?kamu tidak percaya bahwa kami ini psikopat, kami sudah membunuh beribu-ribu orang bahkan ratusan aja sudah pernah"ucap salah satu pembunuh itu sambil melangkah maju ke arah pria tampan itu
"Tampang mu sangat hebat, aku harus memiliki kulitmu matamu rambutmu serta organ-organnya aku harus membunuhmu agar aku bisa memiliki dirimu"
Pria itu yang sudah memegang genggaman pintu itu langsung menuju keluar dan bertemu dengan gadis yang menemani ia ekskul"wah wah apa ini ada pesta? apakah kamu yang membunuhnya?"ucap Gadis itu yang menunduk sambil senyum ke arah pria yang keluar rumah itu
"Ti-tidak bukan aku tapi mereka yang membunuh orang tuaku tolong Leya bunuh mereka berdua"ucap pria itu yang berbalik badan dan melihat kedua orang tuanya
__ADS_1
Gadis itu mengelus-elus pundak pria itu sambil mengelus-elus lehernya dan memeluk lehernya"jika kamu ingin berubah dan membalaskan dendam Orang tuamu maka kamu bunuhlah orang itu"
"Ayo.. bunuh.. bunuh ayo bunuh bunuh bunuh bunuh ayo bunuh"ucapan Gadis itu sambil dengar-cengir melihat mata pria yang ketakutan itu. tanpa sadar pria itu sudah diberi pisau tajam oleh Arleya
"Ayo.. tinggal bunuh saja tinggal menusuk perutnya saja sudah selesai ya bunda sekarang juga hahaha"ucap Gadis itu yang memegang kedua tangan pria itu,di mana pria itu memegang pisau dan Gadis itu memegang tangan pria itu
Menyuruh Myclle berjalan ke arah kedua pembunuh itu dan tiba-tiba iya berjalan sendiri secara perlahan-lahan, seolah-olah ia telah dikendalikan oleh Arleya"ayo bunuh"
Myclle yang terpengaruhi suara arlea yang membunuh itu membuat niatnya ingin membunuh pria itu, dan akhirnya ia bertarung melawan dua pria pembunuh itu,"ini adalah pertarungan yang sangat hebat"ucapkan Lea yang sambil duduk-duduk santai di pohon
Di posisi pria itu yang sudah kehilangan kendali menjadi bergerak sendiri dan terpaksa melawan dua orang pembunuh itu, ia yang padahal melamun tapi ia sadar bahwa ia telah dikendalikan oleh Arleya entah itu sihir ataupun itu,ia telah membunuh pria itu secara tak sadar
"Ha haha, akhir nya kamu telah membunuhnya dengan tanganku sendiri Myclle,aku suka dengan adegan itu,sekarang cepat habisi yang satunya"Ucap Arleya yang tertawa terbahak bahak,ia sudah menjadi gila karena ada sebuah darah mengalir deras
"Sekarang hanya kau bereskan saja jasad mereka berempat atau langsung kita bakar atau kita makamkan?"ucap gadis yang santai di atas pohon itu berpikir
"Aku..ingin di makamkan saja,aku tidak ingin membuat warga tau bahwa ada 4 orang mati di sini"Ucap pria itu yang terduduk karena merasa menyesal telah membunuh orang
"Santai saja.. lama kelamaan kamu makan terbiasa kok"ucap Gadis itu sambil menepuk bahu pria itu
Setelah itu pemakaman mereka berempat telah selesai dan mereka saling beradu tatapan, tatapan mata itu merasa pria itu merinding ketika melihat wajah gadis itu jika lebih dalam
__ADS_1
"Apa mukaku cantik dan menjadi enak dipandang?"ucapkan itu sambil senyum manisnya ke arah pria itu."Nggak kok..aku penasaran saja kapan kamu mulai membunuh orang"ucap pria itu dengan wajah heran
"Kamu mau tau?"
"iya"
Di saat waktu kecil ketika ia masih berumur 6 tahun ya sedang dipilih untuk melakukan lomba menggambar karena ia sangat suka dengan menggambar lukisan-lukisan aneh dan seram.
Tapi di saat ia baru pertama kali mengecat di tembok,ia masih tidak terlalu paham dengan ajaran Bu seni budaya mereka, dan akhirnya mereka dicap sebagai gambaran yang tidak pantas atau merasa sangat-sangat buruk, padahal gambaran Gadis itu bagus ketika di kertas buku gambar.
Setelah kedua orang tuanya merasa kecewa karena usaha Gadis itu yang sangat mengecewakan hatinya, karena sudah sangat memanjakannya, karena ia selalu mengikuti lomba menggambar di kertas yang masih belum terbiasa menggambar di tembok.
Dan akhirnya hewan dan barang kesukaannya dibuang dan dibunuh dan juga dibakar, hewan dan barang kesukaannya dibakar semuanya, membuatnya ingin sangat marah setelah terjadinya hal itu,ia begitu stres dan melihat sebuah ular
Dia memegang dengan tangan kosong dan mencekik kepala dan tubuh ular itu, hingga membuat ular itu sangat-sangat menjadi bubur, akhirnya ia menjadi sebuah hewan kecil untuk ia menjadikan percobaan mencekik sesuatu
Dan akhirnya setelah itu orang tua dari Gadis itu sangat berulah tidak baik kepadanya setelah salah satu orang tuanya meninggalkan ruangan iya baru bisa mencekik orang tuanya itu hingga mati kehabisan nafas tanpa diberi ampun
Kemarahan Gadis itu masih ada ada ibunya yang karena hanya selalu mengejek hasil gambarannya di tembok dan melukisnya dengan cat air
Ia dengan tegak leher ibunya dan juga menusukkan pisau itu ke arah leher ibunya hingga tembus ke belakang, itu adalah awalnya ia menjadi pengguna setelah terjadi halnya pembunuhan ia segera keluar rumah meninggalkan jasad orang tuanya begitu saja, hidup iya telah bergantung pada uang
__ADS_1
Ia gunakan untuk keperluan biaya sekolah makan dan hari-harinya, iya juga bisa bekerja menjadi sebuah pengantar makanan saja di sebuah restoran dan mendapatkan hasil gaji yang meskipun itu sedikit tidak banyak
Tetapi iya masih menggunakan itu sebagai makanannya dan juga keperluan sehari-harinya, begitulah asal mula Gadis itu menjadi psikopat