
"Begitu lah awal mula aku menjadi pembunuh bagus banget kan ceritanya membuatku ingin sekali membunuh orang."ucap gadis itu sambil pergi menuju keluar rumah Myclle.
"Arleya...Tunggu aku..ingin berbicara sesuatu padamu"ucap yaitu sambil menangkap lengan gadis yang ingin pergi itu.
"Hah? ingin bicara apa ayo cepetan aku pengen pergi ke rumah"balas gadis itu sambil menoleh ke arah pria itu."aku boleh nggak tinggal bersama kamu selamanya.aku tidak ingin di sini,rumahnya sudah hancur, aku mohon Arleya."coba itu sambil memohon tulus kepada gadis itu.
Setelah Gadis itu mendengar permintaan pria itu dia langsung tersenyum manis tidak mengerikan."boleh kok"ucapkan Di situ sambil memegangi pipi pria itu tak lama Gadis itu mencumbu puas bibir pria itu. sontak membuat pria itu kaget.
Tetapi ia yang baru belajar mencumbu,itu akhirnya menerima ciuman dari gadis itu. Untung saja suasana di luar sudah sepi jadi mereka bebas melakukan itu selama apa.
Setelah itu gadis itu langsung menarik tangan pria itu untuk segera menuju ke rumahnya. Gadis itu setuju atas permintaan pria itu untuk tinggal di rumahnya untuk selama-lamanya.
Setelah tibanya di rumah."Apa kamu mau aku ajarkan membunuh? dan juga agar bertahan hidup dari pembunuhan seperti tadi itu?"ucap Arleya sambil duduk di atas meja. pria itu langsung kaget dengan pertanyaan gadis itu. gadis itu mengira dirinya ingin menjadi psikopat juga.
"Aku sih nggak butuh itu Arleya.."
"Kalau kamu tetap seperti ini sikapnya kamu pasti bakal dihajar habis-habisan. kamu mau wajah tampanmu itu dihilangkan oleh pembullyan seperti kemarin itu?"ucap Gadis itu sambil menatap tajam ke arah Myclle
"Itu.. itu bener sih tapi ya nggak membunuh juga tapi ajarkan aku cara bela diri"sahur yaitu yang segera menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap mata Arleya yang tajam itu
__ADS_1
"Ahaha beneran cuma itu doang? aku itu nggak bisa loh coba kamu aja yang mendaftarkan diri di ekskul karate, aku sih bisanya cuma membunuh aja,gitu doang."ucap Gadis itu sambil berwajah serius ke arah wajah pria itu
"Ayolah aku tidak bisa selain membunuh, jika kamu ingin bela diri maka daftarlah di ekskul karate"ucapkan Di situ segera turun dari duduk di atas meja dan segera pergi
Myclle melihat kepergian Arleya mengira gadis itu telah kecewa dengan jawaban dirinya, yang padahal Gadis itu sama sekali tidak pernah kecewa dengan semua jawaban pria itu
Setelah itu paginya mereka berdua berangkat barengan mereka serasa pacaran di usia SMA, yang padahal mereka hanya diam tidak ada yang berbicara salah satunya. membuat pria itu merasa gemetar dan merinding ketika berjalan bersama dengan seorang psikopat
Hingga mereka berpisah setelah berada di depan gerbang sekolah, pria itu terheran-heran kenapa Gadis itu pergi apa yang akan dilakukan Gadis itu setelah ia masuk ke dalam kelasnya.
Pria itu tidak menghiraukan gadis yang pergi dari sisinya itu kayak gitu saja masuk ke dalam kelasnya. setelah pria itu baru menginjak satu langkah ke dalam kelasnya ia mendengar sebuah ucapan pria dan laki-laki
Ia mendengar tentang cerita pembunuh, pria itu melihat salah satu koran, dan ternyata benar isi koran itu ialah orang yang telah ia bunuh dengan tangannya sendiri. setelah beitu membaca semua isi teksnya ternyata tidak sangka.
Tak hanya itu ia melihat dua orang yang telah mati mengenaskan di pinggir jalan, ternyata dua orang itu adalah yang telah membullynya. tapi yang aslinya gadis itulah yang membunuhnya yang masih sekarang masih belum ditemukan siapa pembunuhnya
*Sungguh hebat sekali penyamarannya pembunuh itu siapa ya kira-kira pembunuh itu*batin pria itu sambil memikir di dalam otaknya
Tak lama bell pun berbunyi dan menandakan untuk masuk sekolah dan waktunya pelajaran, setelah itu ia baru melihat Arleya yang baru masuk ke dalam kelasnya sambil membawa sebuah makanan
__ADS_1
Sekian namanya sudah istirahat saja, gadis yang sedang santai-santai tidur itu tidak sengaja dilempari sebuah batu, batu itu lumayan besar mungkin segenggam tangan gadis itu
"Haha kena kepala Gadis itu tuh handshot brro Yahaha"ucap salah satu cowok dengan tertawanya yang terbahak-bahak."aduh kasihan sekali pasti sakit ya makanya jangan betah-betah menjadi cewek misterius"salah satu ucapan cowok lagi sambil menatap rendah gadis itu
Arleya hanya kembali tidur dan senyum-senyum sendiri di balik tidurnya, yang karena kedua pria itu tidak akan tahu bagaimana takdirnya setelah ini
*Heh dasar para bocah rendah Han mereka tidak akan tahu bagaimana takdirnya setelah ini pastikan mereka akan mati mengenaskan dengan caraku lempari batu juga*batin Gadis itu yang senyum-senyum mengumpat saat di posisi tidur
Dan tak lama salah satu pria yang menindas Gadis itu pergi ke sebuah toilet hanya untuk kencing, Gadis itu diam-diam mengikuti arah pria itu. keuntungan bagi gadis itu toiletnya sangat sepi sekali
Gadis itu menunggu di balik badan pria itu, dan akhirnya mencekik lah leher pria itu sambil sampai tulang lehernya patah, dan pria itu alhasil mati tewas di dalam kamar mandi.
Setelah kejadian itu Gadis itu langsung pergi tanpa meninggalkan jejak, sungguh hebatnya penyamaran gadis itu beribu-ribu ia bunuh ternyata tidak pernah ada yang mengetahuinya
"Rasakan tuh akibatnya dan langsung dicabut nyawanya Hahaha"ucap kecil gadis itu dengan senyuman mengerikannya, orang-orang yang melewatinya mengira ia sangat gila, tapi karena orang-orang itu takut mengucapkannya akhirnya mereka semua diam saja
Setelah ditemukannya jasad pria yang telah terbunuh itu seluruh warga sekolah sangat kaget karena ada mayat yang sangat pucat itu terbaring di atas keramik
"Astaga siapa yang membunuhnya kenapa hal ini terjadi aku sangat terkejut dan terheran-heran"ucap kepala sekolah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
__ADS_1
"Pak bagaimana ini selalu saja warga sekolah kami telah menghilang misterius siapa yang membunuhnya? polisi saja sampai menyerah karena meninggalnya guru BK itu"ucap salah satu wali kelas
"Haduh selalu aja begini siapa sih bapak sangat ini heran sekali loh selalu aja mayat di sekolah ini, harga diri sekolah dan bapak ini akan menjadi turun lama-lama kalau kejadian ini terang lagi Dan terus-terus lagi"Kepala Sekolah yang sudah menyerah untuk memutuskan siapa yang telah membunuh itu