
*sungguh disikap cerewetmu ternyata kah sangat menyangyangi sahabatmu vani.batin abi
diperjalan hanya ada keheningan
vani yg truz menangis
evi yg masih memeluk erat asti*..
setibanya dirumah betapa terkejutnya weni dan bian melihat asti yg dibopong oleh avi dalam keadaan tak sadarkan diri
weni shock...seketika dia ambruk badannya lemas karna melihat keponakanya tk sadarkan diri dengan wajah pucat
bian tak kalah panik melihat adik sepupu kesayanganya yg begitu menghawatirkan kondisinya
bian:apa yg terjadi evi..kenapa asti begini
evi:aku juga gak tau bi...saat kita asyik becanda dia tiba2 pucat saat kutanya malh memeluk ku dan menangis...truz gk sadarkan diri
bian mengehela nafas panjang
bian:akhirnya yang aku takutkan terjadi juga...huh..sungguh bodojnya q mengizizkan dia keluar.sambil ambruk dilantai mengis
weni: gk mas ini slahq hiks..hiksss...q yg izinni dia kluar
__ADS_1
vani:ini slahq kakak karna q yg mengajak kluar sambil truz menangis dipelukkan abi
evi:sudH jngan saling menyalhkan....maksudmh apa bian bilang yg aku takutkan dengan suara meninggi menhan emosi nya
bian:trauma akan masa lalu yang mau dilecehkan olh mantan suami nya dan yg terbaru ditempat kerja yg lama juga dia hampir dilecehkan kan..dan yang paling parah dia dihina dari pria yg pernah ia kagumi didepan umum..
evi:mergetkan giginya menhan emosinya
kenapa kau tak pernah cerita dengan ku bian...kau ini sudah kuanggap abangq saudara ku sendiri hah....kenpa kau tk bilang bian.dengan nada keras
bian pun kaget melihat sifat evi yg gk pernah semarah ini menyangkut orang lain...ah mungkikah dia menyukai asti.batin bian
abi sungguh srigala es dingin menujukan taringnya...dia benar2 jatuh hati pada asti.batin abi
maaf kan aku evi
evi:menghela nafas panjang...suudahlah...jangan pernah lagi kau sembunyikan apapun dari akh lagi jika kah mengagap q sahabat dan saudara mu..
evi hendak berdiri akan tetapi saat akan melangkah...tangnya digegam erat oleh asti..dan dia langsung menoleh ke asti betapa terkejutnya ia melihat asti berkeringat dingi dan menangis..
asti:hikss.hikssss...takut...hijkk takut...masih memejamkan matanya
evi: evi duduk kembali dan langsung memeluk asti
__ADS_1
tenang lah aku disini tidurlab aku tak akan kemana mana.*sambil mengusap2 punggung asti
bian dan weni melongo melihat adegan yg ada didepan matanya
sungguh es kutub ini mencair dan bisa lembut dengan asti.batin weni
bian hanya tersenyum.semoga kau tlus dengan adikq evi.batin bian*
abi bun memberi kode kepada bian dan weni untuk meninggalkan evi dan asti...agar bisa menenangkan asti...mereka keluar kamar...bian dan weni memelih istirahat dikamar
sedangkan abi masih menenangkan vani yg masih menangis akan keadan asti dikamar tamu..
abi:sampai kapan kamu mau menangis berhentilah menyalahkan dirimu sendiri
asti pun tk akan mau melihat dirimu yag menangis dia vani
vani: trimakasih mas abi.....diamm
abi:ya sama2...sudah tidurlah sudah malam...aku akan tidur dilantai pakai kasur lipat itu..
vani:emmm mas abi bolehkan memeluk saya sampai saya tidur..dengan wajah memelas..
abi: sini aku peluk...tidurlah sekarang..sambil mengelus2 kepala vani
__ADS_1
kenpa aku nyaman sekali dengan sitengil ini.batin abi