Cinta Jarak Jauh (LDR)

Cinta Jarak Jauh (LDR)
Episode 8


__ADS_3

*Hari kedua orang tua Ryan menginap bercerita dengan keharuan*


Hari itu, Ryan sedang mengobrol dengan Mamah Heni dan Papahnya di ruang tamu rumahnya.


Sudah dua hari sejak kedua orangtuanya datang berkunjung dan Ryan sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama mereka.


"Ryan, aku sangat bersyukur melihat betapa bahagianya kamu bersama Bella dan keluarga yang indah ini," ujar Mamah Heni sambil tersenyum lebar.


Ryan tersenyum bangga, "Terima kasih, Mamah.. Aku bersyukur setiap hari memiliki Bella dan anak-anakku. Sudah 15 tahun kami menikah dan aku sangat bahagia."


Papah Ryan menimpali, "Ryan, itu bukan hanya kisah cinta yang indah, tetapi juga kesuksesanmu di pekerjaan, Aku sangat bangga denganmu."


Ryan merasa hangat di hatinya mendengar kata-kata itu, "Terima kasih, Papah.


Aku bekerja keras untuk mencapai apa yang aku miliki sekarang, Tapi aku tidak akan bisa berhasil tanpa dukungan dan doa dari kalian."


Mamah Heni mengangguk, "Kami selalu mendoakanmu, Ryan, Kami bersyukur memiliki anak seperti kamu."


Ryan tersenyum, "Aku juga bersyukur memiliki orangtua seperti kalian. Kalian selalu memberikan dukungan dan cinta tanpa syarat, Aku tidak akan pernah bisa membayar itu semua."


Papah Ryan menepuk pundaknya dengan lembut, "Kami tidak meminta balasannya, Ryan.


Kami hanya ingin melihatmu bahagia dan sukses. Itu sudah cukup bagi kami."


Ryan merasa terharu dan berpelukan dengan kedua orangtuanya.


Mereka menghabiskan sisa hari itu dengan mengobrol dan menikmati kebersamaan.


Ryan merasa sangat bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung dan mencintainya.


Sambil duduk bersama di ruang tamu, Mamah Heni mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya.


Foto itu menunjukkan Ryan yang masih kecil, sedang bermain dengan Mamahnya dan Papahnya di taman bermain.


"Dulu, aku selalu membawa Ryan ke taman bermain setiap akhir pekan," ujar Mamah Heni sambil menatap foto itu dengan penuh rasa haru.


"Kami selalu bermain bersama dan tertawa bersama-sama. Itu adalah kenangan yang selalu aku simpan di hati."


Ryan tersenyum, "Aku juga selalu menyimpan kenangan itu, Mamah.


Aku merindukan masa kecilku dan waktu-waktu itu bersama kalian."


Papah Ryan menyentuh pundaknya, "Tapi sekarang, kamu memiliki keluarga sendiri dan ketiga anakmu.


Kamu telah membangun keluarga yang indah dan bahagia seperti yang kami harapkan."

__ADS_1


Ryan mengangguk, "Iya, Papah. Aku berusaha memberikan yang terbaik bagi Bella dan anak-anakku, Aku ingin mereka memiliki kenangan yang indah seperti yang aku miliki."


Mamah Heni menambahkan, "Kamu benar, Ryan Keluarga adalah yang terpenting dan kami selalu bersyukur memiliki keluarga yang selalu saling mendukung dan mencintai."


Semua duduk dalam keheningan sejenak, merenungkan kata-kata itu.


Mereka merasa sangat bersyukur untuk memiliki satu sama lain, dan tidak ada yang lebih penting dari itu.


Akhirnya, Papah Ryan mengangkat kepalanya dan tersenyum, "Ayo, kita makan malam bersama, Aku sudah memesan makanan favoritmu, Ryan."


Ryan tersenyum gembira, "Terima kasih, Papah... Aku sangat senang bisa makan malam bersama kalian."


Mereka berjalan ke ruang makan dengan senyum bahagia di wajah mereka, merayakan keluarga yang indah dan bersyukur untuk kebahagiaan yang mereka miliki bersama.


Mereka menikmati makan malam bersama, saling bercerita dan tertawa.


Ryan merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama kedua orangtuanya, mengingat kenangan indah masa lalu dan merayakan kebahagiaan yang mereka miliki sekarang.


Setelah makan malam selesai, mereka kembali ke ruang tamu.


Papah Ryan mengambil sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Ryan.


"Ini untukmu, Ryan. Hadiah ulang tahunmu yang ke-40," ujar Papah Ryan dengan senyum.


Ryan membuka kotak itu dan menemukan sebuah cincin emas yang indah di dalamnya.


"Ini indah sekali, Papah. Terima kasih banyak," ujar Ryan.


Mamah Heni mengambil tangan Ryan dan menatap matanya dengan penuh kasih, "Kami selalu mendukungmu, Ryan.


Kami bangga dengan kebahagiaan yang kamu capai dan semoga kamu selalu bahagia dan sukses."


Ryan tersenyum dan merangkul kedua orangtuanya, "Terima kasih, Mamah dan Papah.


Aku sangat bersyukur memiliki kalian dalam hidupku."


Mereka menghabiskan sisa malam itu dengan merenungkan kebahagiaan yang mereka miliki dan bersyukur atas keluarga yang indah.


Ryan merasa sangat beruntung dan senang bisa menghabiskan waktu bersama Mamah Heni dan Papahnya.


Ia berdoa agar mereka selalu sehat dan bahagia, dan agar keluarga mereka selalu saling mendukung dan mencintai.


di dalam kamar Ryan bercerita kepada Bella.


Miih ...tadi pipih terharu dan bahaigia miih di mana pipih kembali teringat kenangan kenangan masa kecil pipih bersama mamah dan papah ... Sambil terharu Ryan bercerita.

__ADS_1


iyah ..pih Bella menanggapi .. Pasti terasa banget yah piih..


Iyah mih .. Bukan itu saja mih ... Pipih sangat terharu papah memberikan hadiah ulang tahun ku sebuah cincin emas peninggalan kakek yang turun temurun di wariskan.


Ya Allah piih... Senang aku mendengarnya..sambil terharu Bella pun terhanyut dalam suasana haru.


Pipih senang sekali miih dan pipih sangat berharap banget mamah dan papah bisa tinggal bersama kita.


Karena mamah dan papah sudah tua, aku jngin srkali merawat mereka..dengen sedih tidak terasa air mata mebetes di pipi Ryan.


Sambil mengusap air mata Ryan dan Bella memeluk Ryan mebenangkan emosional Ryan yang terjadi.


Piih ...mimih sangat senang dan berharap sekali mamah dan papah tinggal di rumah kita.


Aamin 🤲 miih .. Srmoga mamah dan papah msu bersedia tinggal di rumah kita.


Piih .. Bella bertanya .. Bagaima dengan Boy Piih ... Bila mamah dan papah tinggal bersama kita.


Iya itu yang tar pipih tanya.


Tapi pipih ingin juga Boy ikut di rumah kita juga kasihan kalau sendirian di bandung.


Walaupun Boy sangan bandel sekali, biar gimana pun boy itu adik aku.


Aku sangat sayang sekali sama Boy.


Setidak nya kalau Boy tinggal sana kita Boy pasti nurut sama aku,karena aku sangat di takutin Boy.


Iyah .. Piih .. Ranai juga Rumah kita piih.. Bila mereka berkumpul dengan kita.


Iya miih ... Rencana nya pipih kalau ada bonus atau rejeki lain rumah ini akan pipih jual dan sisa nya dari bonus untuk pipih beli rumah baru yg lebih banyak kamar nya dan luas.


Aamin 🤲 piih .. Semoga tercapai apa yang di cita cita kan pipih, aku hanya bisa mendukung dan mendoakan piih.


pipih sangat ingin dari dulu rumah kita ramai.


Pipih , mimih , Kakak , adik , mamah , papah , Boy dan Billy. Semua kekuarga kita dan kumpul jadi satu.


Iyah ...pih ..semoga dan semoga terwujud gak kebayang pih betapa bahaigia nya kita menjadi keluarga besar.


Iya miih ... Yuk tidur mih udah ngantuk pipih.


Iya yuk pih sama mimih juga ngantuk ..


Mereka berdua Ryan dan Bella selesai Mengobrol dengan haru biru akhirnya mereka istirahat.

__ADS_1


Selamat malam para pembaca setia waktunya kita istirahat 🙏 good nigt.


__ADS_2