Cinta Jarak Jauh (LDR)

Cinta Jarak Jauh (LDR)
Episode 9


__ADS_3

*Hari 3 Mamah dan papah Ryan menginap


Pada hari ketiga, Mamah Heni dan Papah Andi masih menginap di rumah Ryan.


Mereka sedang asyik ngobrol di ruang tamu ketika Bella istri Ryan dan kedua anak mereka, Gheisya dan Gallang, datang dari kamar.


"Selamat pagi, Mamah dan Papah," ujar Bella sambil tersenyum lebar. "Apa kabar?"


Mamah Heni dan Papah Andi tersenyum dan menyambut Bella dengan hangat.


Mereka lalu bersama-sama duduk di ruang tamu, sambil menikmati secangkir kopi dan sarapan pagi.


Gheisya, anak pertama Ryan, duduk di sebelah Neneknya Mamah Heni dan mulai bercerita tentang kegiatannya di sekolah.


Ia menceritakan tentang ujian matematika yang sulit dan tentang teman-temannya di kelas.


Mamah Heni dan Andi mendengarkan dengan penuh perhatian, sementara Ryan dan Bella tersenyum bangga melihat putri mereka yang cerdas dan bersemangat.


Sementara itu, Gallang, anak bungsu Ryan, duduk di pangkuan Kakeknya dan menunjukkan mainannya yang baru.


"Kakek, lihat dong, ini mobil balap yang baru aku beli!"


Papah Andi tersenyum dan memuji mainannya, "Wah, itu mobil balap yang keren sekali, Gallang."


Mamah Heni lalu ikut angkat bicara, "Kamu memang pandai memilih mainan, Gallang, Aku suka mainanmu."


Gallang tersenyum bangga, "Terima kasih, Nenek."


Mereka terus ngobrol dan tertawa bersama-sama, menikmati kebersamaan keluarga yang indah.


Adek tar kakek beliin adek Mobil remote baru yah...berkata Papah Andi kepada Gallang.


Asyekk ... dengan senangnya Gallang .. Benersn kek mau kasih mobil remote baru buat adek..sahut Gallang seneng.


Iya dek ... Kakek beliin ... Tapi adek harus nurut sama kakek dan nenek yah jangan melawan sama pipih dan mimih juga ... Berkata Papah Andi kepada Gallang.


Iya kek ... Gallang janji .. Dengan meyakin kan kakek nya Gallang berkata.


Janji yah dek ... Ucap papah andi serius.


Lelaki sejati sebagai jagoan harus menepati janji nya ingat .....!!!


Iya ... dek ... Harus patuh dan nurubt sama kakek dan nenek dan pipih dan mimih. Sahut Ryan menambahkan.


Iya .... Yaaah pih ... Jawab Gallang.


Kek kok adek aja yang dibeliin mainan ... Sambil crmberut kakak Gheisya.

__ADS_1


Kakak kan udah gede masa mau di beliin mainan sih ... Jawab kakek.


Yaah kek .... Bukan maonsn dong buat kakak ... Sambil merengek Gheisya.


Terus Apa dong .... Sahut Papah Andi ....


Yah beliin hape baru .... Upssttt ... 🤭 jawah kakak sambil menutup mulut.


Kakak .... Tegur Ryan ... Krpada Gheisya.


Udah jagan kolokan tar pipih beliin Hape baru..jawab Ryan.


Tapi kalau Hape kakak udah rusak ... Upssstt ... 🤭 sambil meledek .


Huuhh ... Pipih ihhh gitu yah ... Jengkel Kakak menanggapi nya ... 😡


Iya tar dibeliin deh ... Jangan ngambek dong kak..


Bener .... Pipih .. Jawab Kakak seneng banget.


Iya ... Iya kak ... Udah kakah yang rajin belajar jangan mikirin hape terus.


Iya pipih ... Kakak rajin belajar pastinya donk ... Jawab Gheisya.


Nah ... Gitu dong baru anak nya pipih ... Puji Ryan.


Di selah selah waktu Bella menyajikan minuman Teh dan Cemilan datang..


Nahh ... Yuk minum teh .. Sambi nyemil biar ngobrol nya lebih Asyik .


Sambil meminum Teh dan ngemil semua gembira berkumpul.


Ryan merasa sangat bersyukur bisa menghabiskan waktu bersama Mamah Heni dan Papahnya, serta istri dan anak-anaknya yang selalu memberinya kebahagiaan.


Ketika waktunya tiba untuk Mamah Heni dan Papah Andi pulang sekesai jalan jalan di komplek, mereka merangkul keluarga Ryan satu per satu.


Mereka saling bercium pipi dan berjanji untuk selalu saling mendukung dan mencintai.


"Kami sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama kalian, Ryan," ujar Papah Ryan sambil tersenyum lebar, "Keluarga kalian selalu membuat kami bahagia."


Mamah Heni menambahkan, "Kami akan selalu mendoakan kalian, Ryan, Semoga kalian selalu bahagia dan sukses."


Ryan dan Bella tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua mereka, merasa sangat bersyukur atas kehadiran mereka dalam hidup mereka.


Mereka berpelukan lagi sebelum Mamah Heni dan Papah Ryan meninggalkan rumah Ryan.


Ryan merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang selalu saling mendukung dan mencintai.

__ADS_1


Suatu sore di sebuah teras rumah, Mamah Heni dan Kakek Papah Andi duduk bersama sambil menikmati secangkir teh.


Mereka sedang membicarakan cucu mereka, Gheisya dan Gallank, yang baru saja pulang dari sekolah.


"Mamah, apakah kamu tahu apa yang Gheisya dan Gallank lakukan di sekolah hari ini?" tanya Kakek Papah Andi.


"Tidak, apa itu?" balas Mamah Heni dengan wajah penasaran.


"Kemarin di sekolah, mereka belajar tentang penemuan-penemuan terbaik sepanjang sejarah," jelas Kakek Papah Andi.


"Gheisya dan Gallank sangat tertarik dengan cerita tentang penemuan roket oleh Wernher von Braun."


"Wow, itu sangat menarik!" ucap Mamah Heni. "Apa yang mereka lakukan setelah itu?"


"Setelah belajar tentang roket, mereka berdua mulai membuat model roket sendiri di rumah," cerita Kakek Papah Andi.


"Mereka sangat antusias dan serius dalam membuatnya."


Mamah Heni tersenyum bangga. "Anak-anak kita memang cerdas dan kreatif ya, Kakek," ujarnya.


"Saya setuju, Mamah," jawab Kakek Papah Andi, "Saya rasa kita harus memberikan dukungan dan dorongan pada mereka agar terus bersemangat dalam mengejar minat dan bakatnya."


Mamah Heni dan Kakek Papah Andi kemudian melanjutkan obrolan mereka tentang masa depan Gheisya dan Gallank, sambil menikmati secangkir teh yang hangat di tengah suasana senja yang indah.


Mereka membayangkan bagaimana Gheisya dan Gallank bisa menjadi insinyur atau ilmuwan yang sukses di masa depan, membuat penemuan-penemuan besar yang akan memberikan manfaat bagi banyak orang.


Mamah Heni dan Kakek Papah Andi sepakat untuk memberikan dukungan penuh pada anak-anak mereka dalam mengejar cita-cita mereka.


Mereka akan mengajak Gheisya dan Gallank untuk mengunjungi tempat-tempat yang dapat memperluas pengetahuan mereka, serta membelikan buku-buku dan alat-alat yang dibutuhkan untuk mengejar minat mereka.


Saat matahari mulai terbenam, Gheisya dan Gallank muncul dari dalam rumah, membawa model roket yang sudah mereka buat.


Mamah Heni dan Kakek Papah Andi langsung memberikan pujian dan dukungan pada anak-anak mereka.


"Kalian luar biasa, Gheisya dan Gallank!" ucap Mamah Heni dengan senyum lebar.


"Kami sangat bangga dengan kalian berdua," tambah Kakek Papah Andi.


Gheisya dan Gallank merasa senang dan terharu mendapatkan dukungan dari Mamah Heni dan Kakek Papah Andi.


Mereka merasa semakin termotivasi untuk terus mengejar minat dan bakat mereka, dan menggapai mimpi mereka di masa depan.


Malam itu, keluarga Andi merayakan keberhasilan Gheisya dan Gallank dengan makan malam bersama.


Mereka berbincang-bincang tentang masa depan anak-anak mereka dengan penuh harapan dan optimisme.


Semua orang merasa bahagia, dan mereka tahu bahwa dengan dukungan dan cinta, apapun bisa dicapai.

__ADS_1


__ADS_2