
"astaga sayang,koq jadi seperti anak-anak ya kalian"kata ana
"biarin lah dek, mereka itu kurang bahagia kecil nya dulu,maka nya setelah tua mereka seperti itu"sahut Rendy
tuk anggap lah itu bunyi kaki nya ya,
revin menendang kuat tulang kering kakinya Rendy, hingga Rendy mengadu kesakitan.
"auw shttt sakit bro,Lo gila ya "mata Rendy
"ancel ga apa-apa kan"kata revi
"iya ancel ga apa-apa coba dilihat kaki nya dulu"sambung Kania
Rendy pun berdiri dan menunjukkan, kaki nya yang di tendang revin.
"asataga sampai biru"ucap Revi
"papa nendang nya kuat ya.sampai biru gini"sahut Revan
"masak sih ,kata revin yang berdiri
berjalan menyamperin Rendy yang duduk di sofa,
"coba lihat"kara revin
"astaga, perasaan papa nendang nya ga kuat nak "sambung revin
"sebentar ancel,saya ambil salep dulu"kata Kania yang berlalu dari sana, mengambil kota P3k,dan berjalan ke ruang tamu
"sini kaki nya ancel,biar Kania obatin dulu ya !kata Kania
__ADS_1
Rendy pun mengangkat kaki nya ke atas meja,Kania pun mengoleskan salep nya di kaki Rendy
"selesai "kata Kania
"terimakasih nak, maaf jadi ngerepotin !?ucap Rendy
"maaf bro,gue pikir ga akan separah itu, maaf ya"sambung revin
"hemmm"jawab Rendy singkat
"sudah-sudah mari kita lanjutkan lagi sarapan nya"ujar Alia
"ok 👍"jawam Meraka
Revan dan Danu yang melihat Tingkah ke tiga pria paru baya itu,hanya menggeleng kan Kepalanya nya
ke ipar nya itu sambil berbisik.
"astaga,jangan sampai"jawab Revan ke Danu
Revi Kania yang melihat suami mereka bisik-bisik pun melirik mereka berdua, seolah-olah bertanya ada apa.
Revan dan Danu yang melihat nya pun hanya menggeleng kan Kepalanya.
"*ini lagi ga papa om dan ancel,kedua kakak' ku pun ikut ga waras batin Rey
"astaga ini keluarga yang bagaimana mana sih,koq pada somplak"batin Yuda*
"astaga kalian kenapa sih jadi ikut aneh"tanya ana
__ADS_1
yang memperlihatkan mereka sedari tadi.
"ga apa-apa ma,"jawab Revan
"gia, Luna kalian jangan ilfil ya melihat Mereka semua,?kata ana
"ga koq tan"jawab Luna santai
"*andai saja aku punya keluarga lengkap seperti ini pasti bahagia rasa nya,'''batin gia*
setelah sarana yang terjadi di meja makan tadi,sekata mereka ngumpul di taman belakang ,sambil mengobrol
"gia kenapa tidak mengikuti jejak papa mu yang dokter,!tanya Rendy
"malas ancel gia pengen cari pengalaman di dunia luar,?jawab gia sopan ke rendy
"emang papa nya gia dokter "sahut Revi
"dulu kak.. sekara sudah ga,"jawab gia
"kenapa ga, bukan nya itu cita-cita papa kamu ,?sambung Revi yang dari tadi diam
"sejak mama meninggal empat tahun lalu. papa memutuskan keluar dari ke dokter ranya
ancel dan lebih memilih pokus ke usaha yang mama tinggal kan"?kata gia menjelaskan
"papa mu mengma hebat,dari dulu ga pernah berubah selalu mengutamakan orang lain baru diri nya"cerita revin
__ADS_1
"iya benar.papa mu itu teman dan sahabat yang baik, selalu ada saat kita membutuhkan nya,tapi saat Lulus kuliah kita los Kontak"ucap rendy