
"assalamu'alaikum".
"wa'alaikumsalam malik akhirnya yang di tunggu datang juga". jawab lelaki yang seumuran ayah sambil memeluk ayah.
"tadi jalanan cukup macet jadi aku agak terlambat.. oiya ini istriku nyonya malik, namanya laili".
"saya riman sahabat lama sekaligus rekan kerja malik".
bunda dan teman ayah saling mengatupkan tangan saat berkenalan.
"ini princess pertama di keluarga ku namanya cia.. ini tuan putri kedua namanya indah.. dan ini pangeran terakhir namanya kiya".
"wah malik anak mu cantik dan ganteng,aku yakin gak akan ada yang bisa menolak pesona mereka heheh".
"siapa dulu bunda nya.. bunda nya saja bidadari tak bersayap hehehe".
kami pun hanya terkekeh melihat bunda yang tersipu malu.
"tapi kamu juga pasti memuji anak anakku, mari masuk!!!".
kami memasuki rumah yang sudah di padati oleh banyak orang,om riman menuntun ku dan indah ke tempat para wanita berkumpul.
"assalamu'alaikum".
ucapku dan indah yang memasuki tempat wanita muda berkumpul.
"wa'alaikumsalam sini masuk dek,kalian teman nya awal juga ya.. kenalkan saya rahma kakak pertamanya awal". ucap wanita cantik itu.
"saya cia dan ini adik saya indah... kita anak teman nya om riman".
"ooooh kakak kirain teman nya awal, mari duduk gabung sama yang lain".
aku dan indah duduk di antara banyaknya wanita yang sedang berbincang.. kak rahma sangat ramah dia selalu mengajakku dan indah bicara..tak lama kemudian aku mendengar suara yang memanggilku.
"cia..?".
"loh cia indah kalian disini juga?".
"jena? madan? sofi? kalian kok disini?".
"ckh ci katanya kamu gak bisa ikut,katanya kamu mau ikut ayah kerumah teman nya,kok malah disini?". tanya jena.
"kalian saling kenal?". kak rahma yang kebingungan pun bertanya.
"iya kk kita bestie". madan menjawab sambil merangkul pundakku.
"tunggu deh kak rahma bilang tadi awal kan?".
"iya indah kamu kenal?".
__ADS_1
"awal siapa sih? awal masa depan?". tanyaku.
"cii.. gak boleh gitu ih,.... kak rahma ini rumahnya bang syawal ya?".
"nah iya bener jadi kalau dirumah di panggil awal".
"ya allah kenapa dunia mu sangat sempit". aku bergumam tapi masih bisa didengar semua orang.
"oooo jadi teman nya ayah itu papanya pak sya ya?". tanya jena
"cia jangan jangan jodoh tu". madan menyenggol bahuku.
"iiih apaan sih".
"ci benerkan indah bilang kalau indah gak asing sama tempat ini". indah berbisik kepadaku.
"ckh kamu mah cuma bisa bilang gak asing gak asing,pas ditanya rumah siapa kamu gak tau". aku menjawab indah dengan mencibir jujur saja aku kesal, niat hati ingin menghindari sya malah aku datang sendiri kesini.
sepuluh menit lama nya kami berbincang sya datang dengan seorang wanita yang mungkin usianya beberapa tahun lebih tua dari sya.
"maaf semuanya siapa disini yang anaknya om malik?". tanya perempuan itu kepada kami. aku hanya diam saja setelah melihat indah menunjuk dirinya.
"saya kak".
aku melihat ekspresi terkejut sya dan senyuman manis wanita di samping sya dan kak rahma.
🍀🍀🍀
"pak sya trimakasih atas makanan nya".
"sama sama riza jena.. saya juga berterima kasih karena sudah menghadiri undangan saya".
"cio mau pulang bareng gak?".
"gak deh za,aku kesininya kan sama ayah.. masa pulangnya bareng kalian".
"yaudah kita duluan ya, asalamu'alaikum".
"wa'alaikumsalam".
aku dan sya kembali ke dalam.. aku mengambil tempat di samping ayah, dan sya duduk di hadapanku.
"okay malik sekarang giliran aku yang memperkenalkan keluarga ku padamu, ini nyonya riman namanya lita, ini anak keduaku rahma dan disampingnya putra suaminya.. ini sahwa dan disampingnya fikri suaminya.. nah ini adalah anak terakhir ku namanya syawal dia yang akan meneruskan bisnisku kelak".
"tentu saja bahkan aku bisa lihat bahwa anakmu akan menjadi pembisnis hebat..dimana anak pertama mu riman?".
"dia masih ada di singapura masih bergelud dengan bisnisnya sulit untuk menyuruhnya pulang jika bukan dia yang ingin pulang,.. oiya malik ini al dia sudah bagaikan anak di keluarga kami dia sangat dekat dengan kami".
"jangan di beri tahu pun aku sudah tau dia sering datang kerumah menemui anakku,bukan begitu al?". tanya ayah terkekeh aku melihat al yang tersipu malu.
__ADS_1
"baiklah malik sebaiknya langsung saja kita bahas tujuan kita yang ingin menyatukan dua keluarga lewat jalur silaturahmi ini.. aku yakin putri mu juga paham dengan silaturahmi yang aku maksud benar begitu cia?".
aku yang masih asik mengunyah makanan menjadi terkejut dengan pertanyaan mendadak itu.
"benar om".
"berarti kamu setujukan dengan om".
"setuju,bahkan untuk bisa melewati jembatan menuju syurga kita harus menjaga tali persaudaraan dengan terus menjalin silaturahmi".
"lihatkan malik putri mu sudah setuju dengan ku".
"riman putriku masih terlalu polos untuk mengerti ucapan yang berbelit.. cici princess ayah dan bunda.. ayah dan om riman berencana menjalin perjodohan antara anak ayah dan anaknya om riman".
sungguh aku sangat terkejut,aku langsung menatap ayah dan menggeleng.
"ayah kenapa ayah melakukan itu??. cici mohon jangan yah masa ayah tega memisahkan mereka".
"mereka?". jawab ayah dan om riman membeo.
"iya om mereka saling menyayangi cuma mereka masih sama sama menutupinya,tapi cia tau mereka punya rasa yang sama,tolong jangan pisahkan mereka". jawabku memelas.
"maksud kamu siapa cici?? ayah gak ngerti".
"ayah mau jodohin sya sama indah kan?".
"byuuuuurrrh".
jawaban ku membuat al menyemburkan air yang baru di minumnya.
"ayah kasihan al kalau ayah menjodohkan indah sama sya,indah gak cinta sama sya.. indah cintanya sama al iya kan ndah?".
"uhuuuk uhuuuk".
kali ini indah yang tersedat ludahnya sendiri karena ucapanku.. bahkan semua yang ada di dalam ruangan ini tertawa mendengar ucapanku.
"hahahhaha kamu benar malik,putri mu sangat polos".
"princess bukan indah yang mau ayah jodohkan dengan sya,tapi anak ayah yang lain".
"ayah?". tanyaku dengan mata yang membola.
"cici jangan teriak gak enak sama om riman".
"maaf ayah,tapi cici gak setuju kalau ayah ngelakuin itu... mereka sejenis ayah astaghfirullah sya, kamu harus tolak perjodohan ini aku gak mau kamu nikah sama kyfa".
lagi dan lagi ucapanku membuat semua orang terkejut.
"princess bukan indah dan bukan kyfa yang mau di jodohkan, tapi kamu". ucap ayah yang sudah mulai kesal.
__ADS_1
"ooo cici". jawabku santai tapi beberapa saat otakku mulai berputar aku kembali membesarkan mataku karena kali ini aku yang terkejut.
"tidaaaaaaaaakkkkk".