
Dengan baju
santai sungguh mempesona, melihat baju mencari ganti ternyata "sayang
pakai ini saja rok
Span jeans
dengan kaos atau blus ini baru ?" erik "mas," tyo
"iya aku suka saat kamumemakaiknya" impal erik
Tyo melepas
daster dengan sengaja menampilkan sikembar juga segitiga menawan "sayang jadi
berangkat ?"erik menanyakan itu, tanpa doso melihat suami yang
menanyakan hal itu "iya kenapa maz ?"tyo dijawab pelukan dan
seterusnya sampai setengah jam saja mereka keluar untuk sama-sama masuk kamar
mandi untung tidak ada orang bukan langsung mandi malah mereka bermain
lain, hasrat yang telah terpenuhi akhirnya bisa berganti dan pergi kerumah
sakit
Bunda dengan
senang melihat bunda sudah bisa berjalan jalan di taman sayang bunda mau
pulang dengan nampak bahagia erik menyalami orang tua keduanya, "erik urus
semuanya bund," pinta erik sembari melihat dengan pertanyaan lirih masih
terdengar "mana tondua ?" bundapun menjelaskan "dikamar mereka
barusan tidur semalam jagain bunda bergantian kasihan mereka" tyo tahu
akan sesuatu "maz inget janjimu" pernyataannyanya dengan sigap erik
pun memberiakn jawaban " iya mas urus sendiri ,mas tinggal sebentar"
"sayangnya
bunda" dengan pelukan penuh hangat "bagaimana kuliahmu"
"iya bund, maz juga segera sidang skripsi tyo masih semester 6 masih bisa
santai" jawab tyo "kalian harus segera pulang nanti lburan baru
pulang lagi, bukannya bunda mengusirmu sayang, bunda hanya ingin kuliahmu selesai.
Apalagi suamimu habis mengeluarkan banyak uang" bunda mengatakan sembari
__ADS_1
menerawang "tenang bund semua terserah maz saja tyo ngikut".
Berpegangan
masuk keruangan melihat toni masih tertidur, dengan berlahan masuk tono yang
keluar dari kamar mandi heboh "maaf non" dengan terbata "sudah
kalian bisa sarapan dulu ini" tyo melihatnya penuh kasih bukan seorang
bawahan atau pembantu "makasih non kami memang lapar, tontoni bangun
nontyo sudah" tono membangunkan kembarannya "datang" dengan
gelagapan toni melihat sekitar dan berhenti di depan tempat tidur khusus itu
mengatakan "ma maaf non" tyo hanya tersenyum "sudah mandilah
segera sarapan" "baik non permisi " toni ingin keluar
"mandi disini saja mau kemana ?"tyo mengisyaratkan sesuatu
"baiknon" dengan sigap jawaban toni
Ceklek
Nampak
Mereka
saling berpelukan dan pastilah dengan banyak mata memandang "apa kabarmu
sayang ?"tyo"baik"wanda "ayo kukenalkan
ibuku"timpal tyo "bund ini sahabatku selain memey juga dewi, bund ini
wanda"hay nak, anak bunda jadi banyak semoga kerasan nanti" bunda
"pasti bunda"jawaban wanda pasti
"om
dianggurin nich,"dokter sekaligus om erik "eh iya maaf, om irfan ini
omnya maz erik dokter juga bund"tyo kembali menjelaskan,
merekapun dengan berjabat tangan.
"om
sudah datang?!" erik ndak bilang bilang naik apa kesini di
beritahu tondua dengan menyewa mobil pastinya
__ADS_1
"maaf
hp erik mati lupa ngecas, dirumah lagi hehehehe" erik dengan wajah sedikit
bersalah "sudah om gpp, ini permintaanmu"om irfan dengan memberikan
amplop ke aaerik " makasih om, aku pikir sekalian ngurus pernikahan"
"husst jaga bicaramu, nanti malah lari duluan, om yang kerepotan" om
irfan "serahkan istriku saja" timpal erik "terserah kamu, om mau
makan lapar ini" "om bisa ber empat makan masakah khas
pedesaan"pinta tyo tanpa menunggu ternyata lahap juga om erik makan,
dokter visite datang ternyata sahabat om erik dengan lahap menikmati makanan
soktak kaget melihat salah satu sahabatnya mengatakan "herman?!"
"eh lo fan" berpelukan saling memuji gimana sudah gol belum maunya
segera cuman belum ada yang pas juga sedikit melirik tyo
"bentar
menyelesaikan tugas negara dulu" dokter rupawan itu memeriksa dan
merekomkan pulang dengan catatan "jaga kesehatan bunda ya" berlalu
"fan nanti telp2nan yaa" "okey" sahut om erik
"sayang
tanda tangan dulu sini" setelah meneliti buku dua warna ndan tyopun
menitikkan air mata melihat buku nikahnya "maass, makasih"tyo dengan
masih berkaca kaca "tanda tangan dulu, jangan membuatku tegang karena
takut kamu tinggalkan lagi" erik "ndak akan maz, tidak akan makasih
yang tahu cerita mengapa kenapa menatap haru tanda tangam usai resmi sudah
suami istri secara hukum yang terlebih dulu secara agama, bunda melihat itu
bahagia dan mereka pulang sesuai jadwal rekomendasi dokter
Like vote
komen
Ditunggu ya
sababat novel ter......
__ADS_1