
Di sudut ruangan Tyo
senyum-senyum setelah melihat hasil test kehamilannya
Flashback
Saat Erik berkutat dengan leptop mempersiapkan ujian Tyo merasakan kram perut dan
segera mengajak salah satu Tondua ke Dokter disalah satu klinik terdekat
Tak perlu menunggu lama dan menerima penjelasan dengan pertanyaan yang banyak dan
puas dengan pejelasan itu selesai, tidak langsung kekampus memilih pulang
menganti rok jeans dengan baju longdress karena anjuran dokter sesampainya
dirumah tanpa heboh segera masuk dan kembali dengan balutan dresspanjang
kekinian serta berjalan kembali keluar dengan tas selempang yang tadi dikenakan
"Bund Tyo menyusul maz kekampus dulu ya, mungkin sudah pengumuman" "Iya
hati hati"bunda
__ADS_1
On
Dengan kecepatan sedang Tondua bergantian mengantar peri kecilnya dan sampai di tujuan Tyo mengatakan "Tondua pulang dulu saja, ntar aku pulang sama maz Erik" melanjutkan tujuan dengan melangkah cepat dengan celingak ceinguk melihat tempat ujian sepi dan melihat pengumuman ada nama suami di atas sendiri A+
Selamat sayang tapi dimana ?Batinnya, Tyo bukan menelpon tapi langsung menuju parkiran dekat taman dan sontak saja melihat banyak wanita memberikan selamat dengan genit menghela nafas panjang dan memberikan pesan
Maz aku gak jadi datang send
Erik membaca tulisan itu dan kembali menekan tombol dan berderinglah telp Tyo pasti terdengar dari depan dengan sigap melihat ke beberapa arah Erik sudah menangkap keberadaan Tyo yang mematung
"Sayang tunggu disitu tidak usah datang aku yang kesitu" sudah didepan dan memeluk istrinya tanpa ragu
"Selamat yaang dapat terbaik, maaf tidak bisa menemani cuman aku ada hadiah kecil ini" Tyo dengan sengaja membuka tas kecil dan menarik hasil usg dengan dokter bukan memberikannya langsung tapi... Membuat jeda "maz janji jangan marah ya ?" Tyo " iya, kenapa sayang "Erik
"Tadi pas maz lagi belajar perutku kram, takut maz ga fokus aku putuskan ke klinik diantar tondua "Tyo
"apa?!! Kamu gppkan sayang panik"Erik
Senyum Tyo mengembang melanjutkan dengan memberikan foto gambar buram tepat di diantara mereka berdiri
__ADS_1
"sayang ini apa ? "Erik
"Tiket kencan" Tyo dengan sebel berharap lebih "bentuknya gak jelas sayang "Erik "Bentar maz, kepalaku pusing kita kemobil aja tiba-tiba pengen makan sambal mangga" Tyo "Yang jangan jangan kamu hamil ? "Erik dengan mendekap tubuh munggil istrinya dengan mendudukkan di kursi taman kampus "maz sini dibacain ini tanggal hari jam ini nama pemilik pernyataan" Tyo dengan mengelus perut datarnya Erik masih ekspresi datar seakan belum percaya menatap penuh pertanyaan....
"Eh setan datang" gumam Tyo masih bisa terdengar
"Kak selamat yaa"Ayu dengan tak melihat Tyo seenaknya bergelanjut pada Erik, dengan sopan menepis sembari mengucapkan "makasih" makin menjadi kecentilan "bisa dirayakan kak, ayo" Kembali Ayu sebuah ajakan dengan
sedikit pemaksaan.
Tyo mengerti itu tak mudah, memilih beranjak ingin pergi tangan Erik menghalangi dengan tatapan penuh permintaan "Ayu, maaf aku tidak ingin merayakan apapun saat ini"Erik
Masih semangat Ayu membujuk Erik
Tyo menahan Kobar api dengan mengatakan "maz aku toilet bentar" hanya Anggukan erik "Anggukan
Cairan bening sudah merguguran Tyo memilih kursi panjang di koridor parkiran dengan menghapus air matanya dengan memegang malaikat kecil dalam perut datarnya menjadi kekuatan untuk pergi melangkah bukan untuk kembali melainkan mencari celah keluar dari rasa sakit dengan menghindar kembali kesalahan yang harusnya
tidak dilakukan
"sayang sayang" Erik dengan panik sedikit berlari meraihnya dalam pelukannya Erik menemukan jawaban atas pertanyaannya
Flashback
Saat
__ADS_1
Tyo pergi ke toilet