
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat,kini satu bulan sudah Hyeon Ju tinggal dan jauh dari kehidupan yang mewahnya.Setiap harinya Ia habiskan dikampus dan tempat Ia bekerja,dari pagi bertemu malam hingga malam bertemu dengan pagi nyaris tak ada waktu luang.
.
Ditempat Kerja :
"Chella kamu ngak capek apa seharian ini kamu belum istirahat loh.." kata Tammy teman kerja Hyeon Ju,Ia sangat mengkhawatirkan kesehatan Hyeon Ju.
"Aku ngak apa-apa tam! Aku malah senang bisa begini,aku memiliki kesibukanku sendiri setelah habis dari kampus,lagian kalo aku pulang aku selalu merasa sendiri dan kesepian.." jawabnya sambil mengerjakan pekerjaannya,
"Tapi kamu terlalu memaksakan keadaan kamu,semua juga punya kesibukan mereka masing-masing tapi mereka berhenti disaat mereka merasa lelah sedangkan kamu engak.." katanya
"Siapa bilang engak..? Aku selalu berhenti kok saat merasa lelah tapi kamu aja yang ngak merhatiin aku kalo aku istirahat saking sibuknya kamu.." jawab Hyeon Ju,
"Iyaiya deh terserah kamulah tapi ingat kesehatan itu paling penting loh Chel.." kata Tammy,
"Iyaiya tau.." jawab Hyeon Ju kemudian mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.Setelah mereka menyelesaikan tugas mereka tiba waktunya mereka menutup restoran kemudian bersiap untuk pulang.
"Hati-hati dijalan yah..." kata Tammy sambil melambaikan tangan
"Iya,kamu juga yah.." balas Hyeon Ju.
.
Setelah perjalanannya yang lumayan memakan waktu akhirnya Hyeon Ju tiba di depan pintu masuk gedung Appartemennya kemudian berpapasan dengan Woo Jin dan Assistennya yang kebetulan baru pulang juga,kemudian sama-sama mengantri didepan lift tapi Woo Jin tak terlalu memperhatikan sekelilingnya begitupun Hyeon Ju yang dalam keadaan kelelahan baru pulang bekerja.
__ADS_1
Didalam Lift :
"Jadi maksudmu aku harus menuruti perintah si Tua yang menyebalkan itu..?" tanya Woo Jin pada Assistennya dengan keadaan kesal,dalam benaknya 'Apa lagi yang si Tua itu rencanakan kali ini'.
FLASHBACK dikit :
Sekitar 2 bulan yang lalu Woo Jin menerima panggilan telepon dari orang rumah.
Kring..kring...kring...
"Maaf mengganggu tuan tapi tuan besar saat ini sedang sakit.." kata pelayan,Woo Jin yang saat itu sedang fokus dengan pekerjaannya seketika langsung menghentikan pekerjaannya dan tanpa pikir panjang memerintahkan Assistennya untuk memesan tiket penerbangan ke Korea saat itu juga,karena ke khawatirannya terhadap Kakeknya pasalnya selama ini Ia hanya tinggal bertiga dengan kakek dan ayah angkatnya,tapi sekarang ayahnya berfokus pada perusahaan mereka yang ada di Perancis.
Setelah penerbangannya yang panjang tersebut akhirnya Woo Jin mendarat dibandar udara Incheon Korea,tapi hal yang membuat Ia kaget adalah seseorang yang datang menjemputnya bukanlah Pelayan atau Keamanan yang biasa menjemputnya tapi kakeknya bersama dengan seorang wanita muda yang cantik dan elegan,mendapati pemandangan seperti itu akhirnya Ia mengerti apa yang dimaksudkan bahwa kakeknya sakit.Mengetahui maksud dari kakeknya Ia memutuskan untuk bertindak terlebih dahulu sebelum kakeknya.
"Kakek aku lelah dan tak ada waktu untukku bersantai sekarang.." kata Woo Jin,kakeknya yang saat itu langsung mengerti maksud cucunya lantas berkata "Tapi orang tua ini sangat lapar setelah menunggumu sekitar 2 jam.." kata kakeknya dengan nada sedikit serak,mendengar hal itu lantas tak membuat keputusan Woo Jin goyah Ia lantas berkata "Kakek kita makan dirumah saja,aku perlu istirahat.." jawabnya kemudian berlalu pergi tanpa sedikitpun menatap wanita disamping kakeknya tersebut.Kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi setidaknya ini sudah ke delapan kalinya kakeknya berulah demikian,kadang-kadang mogok makan hingga hal yang paling ekstrim Ia mencoba menelan obat dengan dosis yang berlebihan tapi Woo Jin sedikitpun tak pernah mengubrisnya bahkan untuk mengaku kalah saja tidak walau hanya untuk menuruti kakeknya.FLASHBACK usai.
TING....
Setelah pintu lift terbuka Woo Jin kemudian keluar tanpa memperhatikan disekelilingnya,Hyeon Ju yang sedari tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa menghela nafas sambil berkata "Emang ini jamaan apaan pake jodoh-jodohin segala" tanpa Ia tahu Tuan Lee juga telah menjodohkannya dengan seseorang yang tak lain adalah Woo Jin sama halnya dengan Woo Jin.
.
.
Setelah hari yang panjang dan berat Hyeon Ju berlalu Iapun kini penuh dengan energi yang baru dan semangat yang baru untuk memulai harinnya,kali ini Ia berpakaian berbeda dengan yang biasanya.Dengan semangatnya Ia kemudian keluar dan menunggu lift seperti biasanya.
__ADS_1
TING...
Pintu lift terbuka dan Ia pun bergegas masuk karena sekarang Ia mungkin terlambat.Dan untuk ke tiga kalinya mereka berpapasan tapi kali ini berbeda karena Woo Jin hanya sendiri tanpa Assistennya yang ribut menurut Hyeon Ju kemudian mereka bersama dalam lift hanya berdua.
TING....
Bunyi pintu lift yang terbuka tandanya mereka telah tiba di lobby Appartemen,tanpa berlama-lama dan seperti telah diatur mereka berdua keluar disaat yang bersamaan juga aura yang mereka keluarkan berbeda*Aura-aura kalangan atas*,hal ini membuat mereka berdua seketika menjadi bahan perbincangan orang-orang termasuk para pengawai tanpa terkecuali yang mengatakan bahwa mereka berdua cocok dan saling melengkapi,satu memiliki aura yang dingin dan sulit didekati sedangkan yang lain memiliki aura yang elegan dan hangat.Tapi berbeda dengan mereka berdua yang tak merasakan apa-apa saat ini.Tujuan mereka saat ini masih berbeda satu kantor dan satu kampus tapi jam pulang mereka hampir bersamaan.
.
.
Dikantor :
Dilantai paling atas gedung pencakar langit terdapat satu ruangan yang mewah dengan gaya Klasik duduk di kursi kulit yang dibuat secara khusus untuknya oleh seorang perancang profesional dikalangannya,seorang CEO muda yang paling ditakuti dunia bisnis pasar Eropa yah itu adalah Park Woo Jin CEO Alaska Grup.
"Kumpulkan semuanya dan kita akan mulai agenda saat ini.." titah Woo Jin sambil memeriksa dokument penting lainnya.
"Baik.." jawab sang Assisten kemudian langsung bergerask sesuai dengan perintah.
.
Diruang Rapat :
Setelah mendapat perintah rapat oleh atasan mereka semua orang segera berkumpul,setelah semua orang berkumpul termasuk Boss besar Woo Jin rapat akhirnya dimulai dan kali ini yang memimpin rapat adalah Ketua tim perencanaan dan pemasaran dari departemen Desain.
__ADS_1
Setelah hampir 40 menit ketua tim mempresentasikan hasil kinerja tim mereka,sampailah Ia pada kesimpulannya "Jadi berdasarkan hasilnya.." namun belum selesai Ketua tim tersebut mempresentasikan hasil dari tim mereka tiba-tiba suara dingin terdengar "Apakah ini yang kalian maksud dengan laporan.." kata Woo Jin dengan maksud yang jelas pasalnya Ia sendiri sedang memeriksa hasil mereka,tak menerima penjelasan Woo Jin lanjut "Apakah perusahaan membayar kalian untuk kerja santai seperti ini..? Apakah kalian dibayar dengan gaji yang besar untuk untuk ini..?" katanya lanjut "Kalian dibayar untuk meningkatkan kualitas dari setiap produk yang dikeluarkan! Kalian digaji untuk menciptakan produk-produk unggul bukan seperti ini!" katanya sambil melempar laporan ditangannya ke atas meja,hal ini membuat semua orang takut termasuk Ketua tim yang sedang presentasi tadi matanya kini mulai berkaca-kaca menahan tangisnya.Melihat hal itu mau tak mau Assistennya segera mengakhiri rapat tersebut dan menugaskan tim perencanaan dari departemen pemasaran untuk mengambil ahli pekerjaan tersebut.Dengan perintah tersebut akhirnya rapat selesai.