CINTA PERTAMA ( UZWHA DAN HORI )

CINTA PERTAMA ( UZWHA DAN HORI )
MENJELANG HARI KELULUSAN


__ADS_3

... Waktu terus berlalu hari demi hari minggu demi minggu bulan demi bulan dan tahun demi tahun aku lalui dengan lika liku hidup yang selalu menyertai kehidupanku, dan saat ini hari kelulusan hampir tiba hannya tinggal menunggu beberapa bulan lagi....


Dan sebenarnya orang tuaku membuat pilihan buat aku setelah kelulusan aku mau kemana? aku sendiri tak tau harus kemana karena aku tak mau jauh dari Hori, tapi sepertinya harapan itu tinggallah harapan karena Hori akan pergi mondok di pondok besar untuk menambah ilmu pengetahuan tapi dia tak pernah bilang padaku aku hannya mendengarnya dari orang tuaku dan teman - teman yang bilang bahwa dia akan pergi.

__ADS_1


''' Uzwha setelah kamu lulus nanti kamu mau lanjut cari ilmu kemana ?''' pertanyaan dari orang tuaku membuatku jadi resah gelisah karena sebenarnya aku tak ada rencana untuk kemana?.


''''Aku belum tau ayah, aku belum memirkan mau kemana?'' tuturku sejujurnya

__ADS_1


''''' Iya ayah akan aku pikirkan, ''' kataku sambil menahan tangisanku karena aku sudah memikirkan saat berpisah sama mereka nanti.


'''' Ya sudah, belajarlah yang rajin dan jangan pernah tinggalkan sholatmu dan juga jangan lupa ngaji di kala kamu ada waktu luwang ,karena hannya itu yang bisa membawa kamu ke jalan yang benar dan menuju surganya alloh nanti di akhirat''. kata ayah menasehati aku sepanjang waktu karena memang ayah tak pernah lalai dalam dua hal itu meskipun keluwargaku orang sederhana dan jugha banyak hutang tapi perkara sholat dan ngaji ayah tak pernah tertinggalkan, dan sebenarnya aku ingin seperti ayah orangnya sabar bisa di bilang ayah tak pernah marah, kerena meskipun kami membuat kesalahan dia selalu menasehati kami dengan sabar tak pernah pake emusi, itulah sebabnya ayah selalu di tipu sama orang dan di manfaatkan ke baikannya, dan pada akhirnya menyebabkan ayah banyak hutang sampai sekarang, sebenarnya yang aku inginkan bekerja dan menghasilkan uwang dan untuk membantu orang tua bayar hutang tapi apalah daya ku orang tuaku memintaku untuk melanjutkan mencari ilmu dulu masalah uwang bisa di pikirkan nanti katanya ya sudalah aku nurut saja semuga ada rejeki buat keluwargaku.

__ADS_1


Setelah hari itu aku menjalani hari -hariku lagi seperti biasa meskipun aku kadang akan jatuh sakit pabila ada orang yang menyakiti hati ini meskipun orang itu tak tau, karena setelah koma waktu itu aku jadi gampang ke pikiran dan akhirnya membuat aku jatuh sakit lagi dan lagi, orang tuaku masih berusaha mengubatiku , aku selalu berusaha untuk mengontrol jalan pikiran aku tapi tak pernah bisa aku sering menangis sendiri karena aku yang seperti ini kadang aku berfikir lebih baik aku mati dari pada terus menerus membuat orang tua bersedih dengan ke adaan aku.


__ADS_2