CINTA PERTAMA CEO CANTIK

CINTA PERTAMA CEO CANTIK
Part 2


__ADS_3

“huuffttt” heira menghela nafas dan menghepaskan badan nya ke atas kasur sambil menatap langit-langit


kamarnya, terlintas sedikit wajah tampan yang menabraknya tadi siang . “sial, kenapa aku membayangkan wajah pria itu” cetus heira. “sudahlah dia hanya pria yang tidak tau kata maaf ngapain kamu membayangkannya heira, walaupun memang sedikit tampan” heira berkata kepada diri nya sendiri sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Ting..ting..ting..ting dering ponsel heira,, heira langsung mengambil ponsel nya dan melihat kelayar ponsel (kang seyon) tertera dilayar ponsel, tentu saja itu panggilan masuk dari sahabatnya. Mereka sangat professional dikantor mereka adalah sebatas sekretaris dan ceo nya. Diluar kantor mereka adalah sahabat baik.


“yoboseo”


“hei, dimana kau ? kenapa kau tidak memberiku tumpangan pulang?” teriak sahabat nya diseberang sana.


“hei, kenapa kau harus beteriak, aku dirumah tadi aku terburu-buru untuk pulang, dimana kau ?” balas heira juga menaikan suaranya, begitulah mereka.


“ aku sudah dirumah”


“kenapa kau menelfon ku” Tanya heira kepada sahabatnya itu


“apa yang kau lakukan nanti malam ? apa kau ada acara ?” pertanyaan yang bertubi-tubi dari kang seyon.


“tidak ada, aku tidak ada acara apapun, kenapa ? Tanya heira kembali.


“ bagus, kalo begitu temenin aku keluar nanti malam” ucap sahabatnya itu


“ kemana? Ngapain ? apa hanya kita berdua saja ?” sekarang pertanyaan heira yang bertubi-tubi karna dia curiga akan sahabat karibnya ini, dimana dia juga pernah mengajak heira keluar dan ternyata itu adalah kencan buta.


“ lihat saja nanti kau juga akan tahu, , aku akan sharelock kepada  kau nanti , sampai jumpa nanti malam” tut..tut.. tut.. suara telfon ditutup.


“hmm , pasti ini kencan buta lagi” ucap heira


heira memejamkan matanya dan tertidur pulas.


***bar


“lee hyun kyu” teriak seorang pria yang setengah mabuk, sambil melambai kearah pria yang duduk di sofa itu.

__ADS_1


“kenapa?” jawab lee dan melihat kea rah pria itu,  (park cha min ) adalah teman baik nya , mereka berteman sejak kecil, cha min seoarang pri tampan namun sering dicampakkan oleh wanita , meskipun begitu cha min akan mudah mendapatkan wanita yang ia inginkan.


“hei, dia meninggalkan ku lagi, kenapa ? apakah aku kurang tampan baginya ? atau kurang kaya ? hahahah, apa lagi sih kurang nya aku bagi nya”  seru cha min kepada lee hyun kyu sambil memegang segelas anggur yang ditangan nya.


“menyedihkan” timpal lee sembari meneguk segelas minuman ditangannya.


“hei, kau bilang aku menyedihkan ? kau benar-benar kejam, seharusnya kau mebghiburku” ucap cha min sembari duduk dan merangkul temannya itu.


“kau memang selalu dicampakkan, dan kau nantinya akan mendapatkan wanita lagi, maka dari itu kau harus benar-benar mencari wanita yang serius dan tidak main-main dengan kau” jawab lee hyun kyu sembari menasehati temannya itu.


“baik, baik, mari bersulang” mereka pun meneguk minuman itu lagi.


"hyun kyu" seru cha min


"apa" ucap cha min


"apa kau akan mengurus perusahaan ayah mu dengan sungguh-sungguh" tanya cha min kepada hyun kyu


"entahlah, saat ini aku tidak mau memikirkan itu" jawab hyun kyu


"kita lihat saja nanti" jawab hyun kyu singkat.


"oke, semoga kau tidak menyulitkanku" seru cha min


mereka pun terus berbincang ..


**Pov kim heira


heira pun menuju lokasi yang telah dikirim oleh temannya itu, sambil mengendarai mobil nya heira menyalakan music, music romantic sambil menikmati lirik demi lirik lagu itu mengingatkan nya pada pria yang menabrak nya tadi siang. “aisss sial, wajah pria itu selalu muncul dipikiranku” ketus haira dengan suara sedikit kesal.


Akhirnya heira sampai ditujuan, disamping itu ternyata temannya sudah menunggu nya dipintu masuk.


Heira keluar dari mobil dan memberikan kunci mobi kepada petugas parkir.

__ADS_1


“heira, akhirnya kau sampai juga” sapa teman nya sambil menghampiri heira dengan senyuman puas, karna telah berhasil mengajak heira menemani nya untuk kencan buta lagi.


“hei, kenapa bar ? kau ingin kencan buta di bar ?” Tanya heira sambil menaikan alis nya sebelah.


“ ya, akan lebih menyenangkan bukan ?” jawab temannya dengan santai dan menarik lengan heira menuju pintu masuk, sampai didalam bar itu sangat ramai dan berisik, banyak pasangan-pasangan dan banyak pula yang mencari pasangan.


“hei, dimana teman kencan mu?” Tanya heira kepada seyon dengan sedikit berteriak.


“hm, mereka sudah memesan tempat duduk nya, kayak nya disana” jawab seyon sembari menunjuk kesuatu tempat dimana sudah ada dua orang pria yang menunggu mereka disana. Mereka pun berjalan menuju tempat itu.


Sambil berjalan heira menoleh kearah kiri dan lalu saat heira menoleh kekanannya tak terduga heira melihat pria itu lagi,  bruukkkk..., sampai-sampai heira menabrak salah satu karyawan bar yang sedang membawakan minuman.


“maaf nona” seru pelayan tersebut.


“ya gapapa seharusnya saya yang minta maaf, karna gak liat-liat” timpal heira, untung saja minuman itu tidak tumpah dan mengenai baju heira, kalau iya itu sangat merepotkannya.


“kau taka pa-apa” Tanya seyon


“ya”jawabnya singkat sambil terus menatap kearah pria itu.


“kenapa pria itu ada disini? Astaga dunia ini sangat sempit” suara hati heira, sambil berjalanmenuju tempat mereka, yang ternyata mereka bersebelahan, sesaat pria itu akan menoleh ke arah heira, heira pun langsung memutar wajahnya.


“heira, ini park giman,dan ini temannya” seru seyon sembari mengenalkan nya pada pria itu


“ya, Kim heira” ucap heira sambil mengenalkan dirinya.


Saat seyon tengah asik bercengkarama dengan teman kencan buta nya heira malah diam dan terus meneguk


minumannya. Pandangan heira lurus kedepan mata pun tak berkedip sedikit pun heira mengingat masa lalu nya, yang mana ia pernah diajak oleh teman kencan buta yang dikenalkan oleh seyon waktu itu, ke bar juga tapi bukan bar yang ini, yang mana heira hamper kehilangan kesuciannya oleh pria bejad itu, untung saja heira bisa kabur dari pria itu.


“hei” terdengar suara seseorang yang pernah didengarnya saat heira menoleh untuk melihat arah suara itu, ternyata.


“KAU!” ucap heira

__ADS_1


sedikit kaget dan tidak disangka ternyata ..


Bersambung …


__ADS_2