
***
Ditepi pantai yang indah diiringi suara ombak dan kicauan burung-burung yang beterbangan , angin sepoi-sepoi menerpa pipi hyun kyu yang sendang duduk dengan memejamkan mata nya dan sedikit senyum yang membuat nya sangat kelihatan tampan yang sedang menikmati surga dunia. Pantai adalah tempat ternyaman hyun kyu, pantai lah tempat nya untuk menghilangkan semua rasa sedih, kesal , stres karna pekerjaan ataupun ocehan mama nya. Dan disaat dia gagal mendaptakan cinta pertama nya .
Pantai adalah tempat pertama yang dikunjungi hyun kyu saat dia mengetahui cinta pertama nya bertunangan dengan pria lain beberapa tahun lalu, dia adalah teman SMA , kuliah pun juga sama karena hyun kyu ingin tetap bersamanya. namun karena tidak ada nya keberanian diri hyun kyu untuk mengungkap kan perasaan nya yang membuat hyun kyu memendam rasa sampai cinta pertama nya bertunangan dengan laki-laki lain dan pergi ke luar negeri meninggalkan hyun kyu.
Sekilas hyun kyu mengenang masa lalu nya, perlahan memudar ketika dia mengingat senyuman manis wanita yang ia temui beberapa hari yang lalu siapa lagi kalau bukan heira, wanita yang ia temui di bar dan yang dia ajak kencan.
“kenapa aku bisa mengajak wanita itu untuk berkencan dengan ku” cetus hyun kyu yang bingung sendiri dengan perkataan nya terhadap wanita yang ia baru kenal dan tanpa berpikir panjang mengajak nya berkencan.
Sifatnya berubah menjadi pria yang lebih berani karena hyun kyu berpikir jika tidak maju selangkah maka akan
bisa kehilangan segala hal yang dia inginkan lagi. “jika diingat-ingat lagi wanita itu cukup menarik” gumam hyun kyu lagi dengan sedikit menyeringai.
Hyun kyu pun kembali menikmati waktunya santai nya di pantai..
***
Heira yang bermalasan berjalan dengan lunglai menuju kamar nya sembari menjatuhkan tas diatas tempat tidur nya, hari ini hari yang sangat melelahkan bagi heira yang mana banyak pekerjaan yang belum diselesai kan dan sektretaris nya tidak tahu keberadaan nya dimana. Heira langsung menuju kekamar mandi untuk bersih-bersih.
Keluar dari kamar mandi ia pun mengenakan pakaian santai untuk dirumah sembari berjalan menuju ruang tamu
untuk merilexkan pikiran nya sejenak. Sambil menonton telivisi di depan nya heira menikmati secangkur the kesukaa nya juga, hanya hal seperti ini yang bisa di rasakan heira karena kesibukan nya sehari-hari tidak ada waktu berlibur selama ini.
__ADS_1
“Akan indah nya jika bisa berlibur ke suatu tempat bersama orang yang di cinta”, terlintas di benak heira hal seperti itu yang sudah lama tidak di rasakan nya lagi sejak ia kehilangan kedua orang tuanya. Mungkin heira juga harus meluangkan waktu untuk dia bersantai dengan nyaman.
Heira langsung membuka hp nya dan melihat-lihat tempat liburan yang akan ia kunjungi, ditambah juga akan menyambut tahun baru jadi semua karyawan juga diliburkan, waktu yang tepat untuk heira berlibur.
***
Pulau jeju adalah pilihan tempat berlibur heira yang mana terakhir kali heira kesini bersama orang tua nya dan adiknya nya waktu mereka masih kecil. Heira nginap di sebuah hotel dekat sana dengan pemandang yang sangat bagus dari luar jendela kamar nya.
Heira mengingat semua kenangan indah bersama keluarga nya disini, dan sedikit meneteskan air matanya karena
mengingat kepergian orang tuanya.
“heira sudah lah jangan menangis, kau kesini untuk menghilang kan stress, bukannya untuk bersedih” heira mengingatkan dirinya untuk tidak bersedih. Dan dia pun kembali menikmati suasana nyaman nya saat ini.
Heira ingin berjalan-jalan di tepi pulau jeju itu mumpung masih sempat karena belum terlalu sore ia pun
Tampak dari dari jauh seorang pria yang menghampiri heira yang sedang duduk menikmati keindahan ditepi
pantai.
“kim heira” sapa pria itu yang berdiri di hadapan heira, yang membuat heira menoleh kearah nya dan sedikit
kebingungan karena dia tidak tau siapa pria yang didepan nya ini dan kenapa pria ini bisa mengenalnya.
__ADS_1
“iya, siapa ya?” Tanya heira dengan kebingungan nya yang mana ia benar-benar tidak ingat ataupun tidak kenal
pria ini.
“kau tidak mengingat ku” ucap pria itu lagi seakan mereka sudah saling kenal.
“maaf, apa kita saling kenal atau kita pernah bertemu?” Tanya heira lagi karena dia penasaran juga banyak pria
yang di temui heira bukan masalah pekerjaan saja juga perjodohan yang dilakukan sahabatnya untuk heira. Yang mencarikan jodoh buat heira sampai terakhir kali tragedy bar yang untuk saja ada pria yang nyelamatin mereka.
“kau benar-benar lupa ya, saya Daniel, kita satu universitas dan satu angkatan” ucap nya meyakinkan heira
bahwa mereka saling kenal sebelum nya.
“oowh senior tingkat, maaf saya lupa” ucap heira yang sudah mengingat teman seangkatan nya ini yang dulu pernah di tolak cinta nya oleh heira.
“iya, boleh saya temani duduk?” Tanya pria itu lagi untuk menemani heira duduk sendiri dari tadi.
“ya, silahkan” ucap heira dan langsung saja pria itu duduk di samping heira.
“bagaimana kabarmu , sudah lama kita tidak bertemu?”
“baik-baik saja , bagaimana dengan mu?” Tanya heira balik.
__ADS_1
“ya begitulah kehidupan lajang” ucap nya yang membuat heira bingung seperti memberikan isyarat bahwa dia memberi tau heira dia belum meliki kekasih. Pernyataan pria itu membuat heira senyum tipis saja, karena heira tidak menyukai pria ini dari dulu nya, yang ia tau sifat nya sangat posesif karna dulu waktu heira menolak cinta nya membuat dia tanpa henti mengganggu heira sampai heira pun lulus kuliah.
***"maaf kalo rada ngk nyambung :) next part pasti akan lebih menarik. ***