
VISUAL ALEX
VISUAL FELYSIA
..........
"kak bimaaa". teriak felysia ketika memasukki rumahnya. "kak bimaa". teriaknya lagi.
"kamu kenapa nak teriak teriak gitu??". tanya nyonya devana yang menghampirinya dari ruang keluarga.
"mii... kak bima di mana??". tanya felysia.
"belum pulang nakk". jawab nyonya devana. "kenapa nakk.. kok kamu kesal gitu...??". tanyanya.
__ADS_1
"papi dimana mi??". tanya felysia tak menjawab pertanyaan dari maminya.
"ada apa lysia cari papi?". tuan mark yang baru keluar dari ruang keluarga.
"papii...". felysia menghampiri tuan mark dan merangkul lengannya dan membawanya kembali ke ruang keluarga. "lysia mau nanya sesuatu ke papi??". tanyanya setelah duduk di sebuah sofa panjang di ruang keluarga.
"nanya apa sayang". ucap tuan mark.
"kata alex papi dan ayah alex berencana jodohin lysia dengan alex... itu bener ya pi...??". tanya felysia tanpa basa basi.
tuan mark tersenyum, tangannya mengusap kepala putri satu satu nya itu.
"lohh papi kok senyum sihh... gak benerkan pi.. kak alex boong kan??". felysia menatap wajah papinya menunggu jawaban keluar dari mulut tuan mark.
felysia memalingkan wajahnya dan memijit pelipisnya.. "kok papi gitu sih". felysia kembali menatap tuan mark. "kenapa papi jodohin lysia sihh... ini bukan jamannya siti nurbaya".keluhnya.
"papi menjodohkan mu sama alex karna papi sudah mengenal alex.. alex laki laki yang baik. alex sangat cocok dengan putri papi ini". sekilas tuan mark menyubit pipi putrinya dengan pelan tak menimbul kan rasa sakit sama sekali. "kamu putri papi satu satunya.. papi tak mau kamu jatuh ke laki laki yang salah.. makanya papi dan paman adrian mu berencana menjodohkan kalian". ucap tuan maark dengan serius.
felysia memutar bola matanya dan memanyun kan bibirnya. memperlihatkan wajahnya yang cemberut. "lysia gak mau pi di jodohin sama kak alex". tolaknya.
"kenapa kamu menolaknya nakk.. nak alex laki laki yang baik". kali ini nyonya devana yang berbicara. sejak tadi nyonya devana duduk dan hanya memperhatikan dan mendengar perdebatan anak dan suaminya.
__ADS_1
"baik apa nyaa mi.. mami gak kenal alex". tukas felysia.
"papi sudah mengenal alex nakk... ayah alex adalah sahabat papi.. sifat mereka hampir sama.. papi yakin alex laki laki yang tepat untuk mu".ucap tuan mark.
felysia mengendus kesal. dan memilih berdiri dari duduknya. "pokoknya aku gak mau". tolaknya dengan tegas. kemudian felysia berlalu pergi meninggalkan papi maminya mengabaikan panggilan dari orang tuanya itu.
sesampainya di kamar. felysia mengunci pintu nya dan kemudian melangkah masuk melempar tasnya di sembarang tempat dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
ia memejamkan matanya. felysia baring terlentang. dari sudut matanya mengeluarkan cairan bening dan membasahi bantal yang di tidurinya.
jujur saja aku masih mencintainya. Semakin aku melupakan, semakin aku ingat. Semakin aku meninggalkan, rasanya semakin menyakitkan. Kalau saja cinta ini bisa hilang..
masih teringat jelas dalam ingatannya ketika alex menginjak injak bunga pemberiannya di depan teman temannya .
"aku akan menyukaimu bila kamu itu cantik langsing dan berkulit putih. tapi kau jangan mimpi aku akan menyukai mu karna kau akan tetap jelek seperti ini selamanya".
kata kata yang di ucapkan alex sangat dia ingat. kata kata itu lah yang mengmotivasinya mengubah dirinya.
felysia membuka kelopak matanya saat terdengar suara ponselnya. felysia pun bangun dan mengambil ponselnya di dalam tasnya.
"kak nathan". lirihnya.
__ADS_1
...Bersambung ...