
beberapa hari kemudian.
"wah... aku gak nyangka bisa bekerja satu devisi dengan kamu tan". ucap felysia senang.
"aku juga lysia, seneng bisa kerja bareng dengan kamu". ucap tania tak kalah senang.
di kala sedang berbincang bincang dengan tania. seseorang meletakkan beberapa berkas di meja felysia.
"heyy di sini kantor kerja bukan nya ngerumpi". cibir serly.
"ini apa kak". tanya felysia melihat tumpukan berkas di depannya.
"kamu kerjakan semuanya". perintah serly.
"loh kok aku yang kerjakan ini semua sih kakk.. ini kan bukan pekerjaan ku". protes felysia.
"berani banget kamu yah protess... cepat kerjakan". bentak serly berlalu pergi meninggalkannya.
"sabar lysia... serly memang gitu orangnya ". bisik tania.
"iaa". jawab felysia manyun.
.......
pukul 12.00 waktu jam makan siang. felysia masih sibuk dengan pekerjaannya. untung saja tania mengingatkannya.
"lysia udah waktu makan siang nih... ke kantin yuk". ajak tania.
felysia melihat jam di tangannya. "ia udah jam makan siangg... ya udah kita ke kantin aku juga udah lapar banget". ucapnya sambil merapikan berkas berkas di atas mejanya yang sedikit berantakan.
....
felysia dan tania turun ke lobby karna kantin berada di lantai bawah. saat keluar dari lift felysia berpapasan dengan laki laki yang sangat ia kenali.
"dia kan david sahabat kak alex". gumamnya.
__ADS_1
"heyy kak david". sapa tania.
"hey tania". sapa balik david. "nih siapa tan??". melirik felysia yang berdiri di samping tania.
saat tania akan berbicara seseorang memanggil david. seseorang itu baru saja keluar dari lift khusus ceo.
"david". panggil seseorang yang suaranya sudah tak asing di telinga felysia.
"alex". panggil balik david.
"alex". lirih felysia. kok alex ada di sini??". tanyanya dalam hati.
"kita ke kantin yuk tan". felysia tiba tiba menarik tangan tania dan berjalan dengan cepat.
"hey kamu mau kemana kita belum kenalan". david menahan tangan felysia.
"tuan lepasin tangan ku". keluh felysia menghempaskan tangan david dari tangannya.
"lysiaa". panggil alex yang sudah berdiri di hadapannya tanpa dia sadari.
"kak alex". pekik felysia kaget. "kamu kok di sini?". tanyanya.
"haa...!! kamu ceo perusahaan ini". felysia semakin kaget.
kok aku bisa kerja di perusahaan dia sih. gerutunya dalam hati.
"kamu mau makan siang??". tanya alex.
"ia tuan.. kami mau makan siang". tania yang menjawab.
"kita barengan aja". usul david.
"kami mau kak". jawab lagi tania. "auu". jerit tania saat kaki nya di injak felysia dengan sengaja. "lysia kenapa kaki ku kamu injak sih". keluh tania.
"kamu makan siang aja bareng mereka.. aku mah ogahh..". felysia kesal berlalu pergi begitu saja meninggalkan tania bersama david dan alex.
__ADS_1
"lysiaa kok di tinggal sih". teriak tania.
.....
DI KANTIN
"bu... pesan salad buah sama es jeruknya". ucap felysia kepada ibu kantin.
"iaa mbakkk...". ucap ibu kantin.
felysia melangkah ke meja yang kosong dan mendudukkinya.
drtt
drtt
drrt
pesan masuk di hp nya. felysia pun membuka pesan yang baru masuk itu.
*LYSIA KAPAN KAMU BALIK LAGI KE INGGRIS??
(Nathan)
*SEPERTINYA KU GAK BALIK LAGI DEH NAT... PAPI SAMA MAMI GAK NGIJININ SOALNYA.
*OH GITU YAH... KALAU ADA WAKTU AKU KE NEGARA KAMU YAH KETEMU KAMU SEKALIAN JALAN JALAN. (NATHAN).
*IA BOLEH DONG.. MASA GAK BOLEHH SIH.
saat sibuk mengirim pesan tanpa di sadarinya lagi alex telah duduk di hadapannya sambil menatap dirinya.
"chatan sama pacar yah". tanya alex.
"gakk bukan pacar...". jawab felysia tanpa sadar. beberapa saat lysia menyadari.
__ADS_1
"loh kamu kok di sini??". tanya felysia kaget. "pindah sana cari tempat yang lain". usirnya dengan suara ketus.
BERSAMBUNG