Cinta Posesif Tuan Muda Emporer Group

Cinta Posesif Tuan Muda Emporer Group
Chapter III Emporer Kingdom


__ADS_3

Sebuah Istana yang terletak di pusat Negara Y, bangunan bergaya arsitektur Versailes bergaya antik, dengan luas tanah hampir 10 hektar dengan luas bangunan 5 hektar, penampakan dari Istana  itu dari luar  seperti Istana Versailes bergaya kerjaan eropa, mengkamuflase Istana megah dengan fasilitas mewah dan modern  didalamnya, setiap ruangan di Istana itu berukuran luas dengan konstruksi, fasilitas dan property yang serba mewah dan canggih, Taman dilengkapi air mancur, system suara, ac, lampu sudah dibuat dengan IA (Intelegent Artificial) dapat di kontrol dengan smartphone pemiliknya, yups  Istana itu bernama Emporer Kingdom, kediaman pemilik Emporer Group, Perusahaan raksasa terbesar di Asia.



Mengjelang sore hari, para pelayan Emporer Kingdom berjejer di pinggir kolom renang yang newah itu, sekitar ada Bapak Pelayan yang sudah berumur di damping 5 pelayan wanita sedang menunggu Tuan Mudanya selesai berenang. Terdengar suara riak air yang keras, ternyata kali ini Tuan Muda Hans berenang cukup lama, dia sudah bolak balik dari satu sisi kolom renang ke sisi lainnya, tapi dia tidak bisa menghilangkan bayangan sosok gadis yang bernama Emily itu, yups cewek yang menabrak mobil Lamborghini kesayangannya. Dia bersandar pada kolom renang itu dan menghadap area parkiran mobil mewahnya, dari Bugatti LA Voiture Noire, Ferrari F60, Lamborghini Aventador black, Rolls Royce Cullinan, Rolls Royce Phantom, Koenigsegg CCXR Trevita, Mercedes Benz by Macbach Exelero sampai Aston Martin Vanquish. Namun yang menarik perhatiannya adalah mobil mini cooper pink milik Emily.



“Ehmm.. lucu banget mobil sekecil dan seringkih itu kenapa bisa membuat lambogininya penyok, harusnya mobil mini cooper itu yang penyok lebih parah. “ batin Hans sambil tersenyum –senyum sendiri mengingat kejadiannya bersama Emily. Akhirnya Hans mensudahi berenangnya, dia berjalan menuju gazebo bergaya arsitektur eropa yang berada di sisi kolom renang itu, sementara Bapak Pelayan yang sudah berumur itu menyodorkan handuk kepada Hans, Hans menutupi sebagian badannya dengan handuk, sehingga badan sixpacknya terlihat jelas, dan ini membuat pelayan cewek di situ pada menelan ludah. ”Udah tampan, badan bagus, tajir melintir, gak ada duanya,”batin salah satu pelayan cewek di sana. Hans duduk di gazebo bergaya arsitektur eropa itu, yang berada di sisi kana kolom renangnya.



“Tuan Muda apakah mau ditambah lagi teh hangatnya ?,” tanya salah seorang pelayan cowok dari deretan pelayan yang berjejer siap untuk melayani Tuan Muda.


“Boleh,” ucap Hans sambil tersenyum.


Semua pelayan terperanjat kaget, pasalnya baru kali ini dia bisa melihat senyuman dari Tuan Muda Hans, selama ini yang mereka hadapi hanyalah wajah angkuh dengan tatapan dingin. Para pelayan saling bertatapan takjub. “Ada angin apa yang membuat Tuan Mudanya bisa tersenyum sebegitu tampan,” batin Kepala Pelayan yang sudah berumur bernama Pak Tanto. Selama Pak Tanto mengabdi di Kingdom Emporer setelah kejadian kurang lebih belasan tahun lalu, Tuan Muda tidak pernah tersenyum kembali, begitu pula dengan Tuan Besar, Emporer Kingdom bagaikan Istana mewah dengan aura yang dingin. “ini suatu keajaiban, semoga Tuan Muda segera mendapatkan kebahagian,” batin Kepala Pelayan itu.


“Hans !,” teriakan dari suara cowok yang familiar, Roby datang ke Emporer Kingdom,



Roby turun dari Bugatti Divo miliknya, yang di parkir di belakang mini cooper pink. Roby merupakan Tuan Muda dari Grup Petra, Perusahaan terbesar nomor lima di Asia. Sikapnya suka acuh terhadap apapun, dalam hidupnya tidak ada hasrat untuk mencapai sesuatu, semuanya sudah diatur oleh keluarganya termasuk calon pendamping hidupnya kelak, merupakan suatu pernikahan politik, oleh karena itu hidupnya amat santai dan sering gonta ganti pacar.



Disusul Lamborghini Sian Roadster milik Ken. Ken juga Tuan Muda dari Grup Beatrice, merupakan anak perusahaan dari Emporer Corporate. Sifat Ken adalah periang, loyal banget sama Hans, easy going, paling suka tebar pesona sama cewek-cewek di Kampus.




Pemandangan Para Tuan Muda turun dari mobil mewahnya membuat pelayan cewek Hans bersusah payah menahan air liur mereka. “ Aduhai Pemandangan yang sangat indah,” seru salah satu pelayan perempuan Hans. Lalu terakhir datang Bugatti Centodieci,


__ADS_1


Christ turun dari mobil Bugatti Centodieci, dia adalah Tuan Muda dari grup Nanying, group terbesar ketiga  se- Asia. Christ berkepribadian diam, santun, dan lebih dewasa dibanding Tuan Muda Lainnya. Christ juga hobby bermain alat musik, alat musik favoritenya adalah piano.



Roby melirik mobil mini cooper pink, dihatinya terpikir gak salah Hans beli mobil itu, pink lagi warnanya.


Para Tuan Muda duduk di tempat yang sudah disediakan, duduk mengelilingi Hans yang masih menikmati teh sorenya sambil mengenakan handuk berwana putih biru. Para Pelayan Hans langsung sigap melayani para Tuan Muda itu. Mereka langsung menyiapkan teh hangat kepada mereka bertiga.


“Wahhh gak salah ini teh ? nggak ada wine ?,” ucap Roby enteng.


“Minum teh sore bagus untuk kesehatan, “ucap Christ. Christ dianggap di tuakan oleh mereka bertiga karena sikapnya yang bijak di banding ketiga Tuan Muda lainnya.


“Hans tumben lw duduk-duduk di sini ?,” tanya Roby. Roby duduk santai, memang Tuan Muda yang satu ini gak punya pikiran apa-apa, hidupnya di lalui sesukanya saja. Jika tidak ada yang beres dengan kehidupannya dia langsung membereskannya dengan uang dan uang.


“Kenapa ?! ada yang ngelarang gw duduk disini ?!,” jawabnya ketus. Hans kesal karena dia masih ingin menyendiri memflash back kejadian hari ini tapi udah di ganggu oleh teman-temannya. Memang teman-temannya suka banget main ke kingdom Emperor, disamping fasilitas lengkap, rumah itu sunyi Cuma ada pelayan yang berkeliaran, Papa nya Hans jarang sekali pulang, jadi udah seperti base camp Para Tuan Muda itu. Papanya sering menetap di luar negeri mengurus cabang bisnis yang baru di rintisnya, yakni Diamond. Papanya Hans, Chairman dari Emperor Kingdom baru saja membeli tambang Diamond di negara A, Jajarannya sedang mengamati dan mengeksploitasi Diamond disana, Papanya sudah sebulan belum pulang. Dan Hans masa bodo dengan itu. Dia masih kesal dengan Papanya atas kejadian 15 tahun yang lalu.


“Ehmmm gak sih, masa ada yang ngelarang seorang Tuan Muda Hans ! hahhh,” ucap Roby sambil cengar cengir. “Ehhh ! kayaknya ada yang salah deh dari pemandangan spot disana !,” ucap Roby sambil menunjuk spot tempat mobil mini cooper. “kayak ada yang Asimetris,” ucapnya lagi. Mendengar Roby berkata begitu, Ken yang tahu permasalahannya langsung menyikut Roby.


“Auww kenapa sih lw Ken !,”seru Roby.


….


Malam minggu, Di Hall East Wings, Emperor Kingdom.



Tempat ini merupakan tempat favorite para Tuan Muda, karena di Hall East Wings ini ada kolom renang semi indoor, billiar, mini bar, LCD super besar untuk bisa nonton seperti di bioskop, piano, meja makan, tempat duduk untuk santai menghabiskan waktu.


Ken langsung membuka bajunya dan nyemplung ke kolom renang, sedang Roby memilih menegguk wine yang disediakan di mini bar itu, “Weis wine mahal ini, mantab dah Hans,” batinnya sambil menengguk wine itu. Di Hall East Wings ini tidak ada pelayan cewek yang mondar mandir, hanya pelayan cowok saja yang dibolehkan masuk, karena ini wilayah privasi Hans dan temannya untuk bersantai.


Christ lebih memilih memainkan piano Hans, Christ memainkan lagu River Flown In You, alunan piano memenuhi ruangan tersebut. Christ sangat lihai memainkan piano. Hans yang setiap kali mendengar alunan piano yang dimainkan oleh Christ dapat merilekskan tubuhnya. Hans yang sudah berganti baju berdiri di belakang Christ sambil mendengarkan alunan piano River Flown In you sampai selesai.


“Prok..Prok..Prok…keren Christ, gw gak pernah tidak hanyut dari alunan piano lw !,”ucap Hans.


Jarang-jarang Hans melontarkan pujian, Christ langsung memainkan lagu yang penuh semangat melalui pianonya, lagu intro mission imposibble dimainkan dengan penuh semangat.

__ADS_1


“Damn ! gw gak pernah lihat Christ main piano se-cool ini,” ucap Roby sambil menyenggol Hans.


Ken juga sudah menyudahi berenangnya. “keren parahhhh !, Maksim lewat Bro !“ucap Ken takjub mendengarnya sambil melihat jari lentik nya Christ bersemangat memencet tone piano.


Begitu selesai mengalunkan lagu mission imposible, langsung di iringin tepuk tangan ketiga Tuan Muda lainnya. “Prok !..Prok !...Prok !, hebat-hebat !,” ucap mereka bertiga. Christ yang low profile hanya tersenyum dan langsung merangkul mereka bertiga. So sweat !.


Mereka makam malam bersama,


Hans duduk di meja makan lebih dulu, di ikuti Chris, Roby dan Ken. Para Pelayan sibuk melayani Para Tuan Muda. Hidangan yang tersaji dari menu western : Tenderloin steak, cheese crispy chicken, roasted potatoes, Grilled makarel fillet, dll. Tak lupa Para Pelayan menyajikan wine untuk Para Tuan Muda.


“Cheerrs untuk Kejayaan Tuan Muda Hans,” seru Ken sambil mengangkat gelas wine merahnya untuk bersulang dan salam hormat kepada Tuan Muda Hans.


Semuanya mengangkat gelas wine mereka, “ Cheerss untuk Kejayaan Tuan Muda kita,” seru kompak mereka bertiga, Hans mengangkat gelasnya lalu meneguk wine dengan satu tegukan.


“Ehm lw tau ngak sih cewek tadi sore yang memanggil-manggil Hans, kayaknya itu mahasiswa semester 1 dehh, sepertinya dia Fans baru lw Hans,” ucap Roby membuka pembicaraan.


Hening, Hans tidak menanggapi perkataan Roby. Begitu juga Ken dan Christ yang tidak begitu mengingat gadis yang dibicarakan Roby. Mereka melanjutkan makannya.


“ Ehm….cantik sihh cewek itu, kalau lw ngak mau buat gw aja !,” seru Roby enteng.


Hans langsung menatap dengan aura membunuh ke Roby. Roby langsung ciut.


“Hahhahh gw becanda Hans,,,becanda !, tenang cewek itu bukan tipe gw,” seru Roby sambil meringis ketakutan.


Hans tidak berkomentar apa-apa soal cewek itu, tetapi dari gelagatnya mereka bertiga tahu bahwa Hans tidak suka membicarakan gadis itu.


“Hans gw dengar tadi katanya mobil lw abis keserempet, Lamborghini Aventandor merah lw ya? Wahhh bener kelewatan yang nabrak, belum tahu dia nabrak mobil siapa “ucap Ken sambil mengunyah steaknya.


Hans mengangguk,  sebenarnya Hans malas membahas permasalahan Emily, dia juga belum tahu perasaannya ke cewek itu.


“Ehmm kalau lamborghini lw lecet, serahin ke gw ajah Hans, gratis perbaikannya untuk lw,” seru Roby yang mempunyai bengkel Lamborghini juga.


“Kalau lw yang beresin gak seru dunk, Hahahhah !,” Hans tertawa renyah. Ketiga Tuan Muda langsung saling melirik, pasalnya Hans jarang sekali tertawa.


….

__ADS_1


__ADS_2