Cinta Posesif Tuan Muda Emporer Group

Cinta Posesif Tuan Muda Emporer Group
Chapter VIII Berkenalan dengan Ratu Drama


__ADS_3

Ponsel Emily bordering singkat, tanda wa masuk, di bacanya wa tersebut, tunggu gw di lapangan basket outdoor jam 16.00. yups pesan dari Tuan Muda Hans. Hari ini udah 3x Tuan Muda Emperor menyuruh Emily.



“Suck ! Damn ! badan gw udah pegel banget ini,” ucap Emily dalam hati sambari mencari tempat duduk di lapangan basket itu. Sekarang masih belum jam 16.00, lebih tepatnya jam setengah 4, di lihatnya Para Tuan Muda itu sedang asyik bermain basket. Di pinggir lapangan cewek-cewek pada berjejer histeris melihat ketampanan dan kelihaian para Tuan Muda itu memainkan bola basketnya.


Di lihat ponselnya berkali-kali tidak ada wa yang masuk lagi dari Hans. Pertanda dia di suruh tungguin Hans sampai selesai dia main basket.  Emily memilih bangku di bawah teduhnya pohon, sehingga dia bisa memejamkan matanya sebentar, badannya disandarkan pada punggung bangku panjang itu. Emily tertidur di bangku itu. Hans memperhatikan gerak gerik Emily dari kejauhan.


Hans mensudahi main basketnya, dia berseru kepada teman-temannya,  “ Gw off duluan yaa !,” seru Hans.


Ketiga Tuan Muda yang lainnya juga ikutan off, karena klo gak ada Hans, kurang asyik main basketnya. Cewek cewek yang dari tadi berjejer di pinggir lapangan, kini bergeruduk menghampir para Tuan Muda itu sembari menyodorkan air mineral milik mereka, tak luput Hans pun juga di sodorkan oleh cewek, “sorry gw udah bawa air,” ketus Hans sambil menolak air mineral yang disodorkan cewek yang kurang dikenalnya. Hans menghampiri Emily, di kibas-kibas tangannya di depan muka Emily, Emily tetap terdiam. “ehhh ini anak tidur yaa, what ?! bisa-bisanya tidur di tempat kayak beginian. Baru saja Hans bersiap mengagetkan Emily tapi dia tersentak melihat kepolosan wajah Emily yang cantic terlihat sangat pulas tidurnya, Hans pun mengurungkan niatnya itu. Hans duduk perlahan di samping Emily, sementara lengannya perlahan di rangkulkan di bahu Emily.


Pemandangan ini dilihat oleh ketiga Tuan Muda, mereka saling bersikutan, “Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih,” ucap Roby pada Christ dan Ken.


“Taruhan yuks ! mereka bakal jadian gak ?!, “ ucap Ken excited. Pasalnya Hans itu tipe cowok yang susah jatuh cinta. Hans tuh kayak jijik ngelihat cewek, tapi entah kenapa kalau sama Emily dia tidak terlihat seperti itu. Sudah banyak cewek-cewek cantik dan berkelas mengejar-ngejar Hans dan selalu berakhir di acuhkan.


Taruhan itu disambut oleh Roby, “ Hayo siapa takut ! gw pasang klo mereka ngak bakaljadian !, “ ucap Roby dengan pedenya. Roby tahu Kalau Hans hanya akan jatuh cinta pada cinta pertamanya, Nada. Hanya Roby yang sudah berteman lama dengan Hans, dari SMP. “ pasti hanya Nada di hatinya Hans,” batin Roby.


“Sipp lah, gw bertaruh kalo Hans dan Emily bakal jadian ! asyik ! gimana Christ, lw ikutan gak ?!, “ ajak Ken.


Christ menolak mentah-mentah taruhan itu, “ gak sopan memasang taruhan, apalagi nanti kalau Emily tahu dia jadi bahan taruhan !,” jelas Christ. Memang dari ketiga Tuan Muda ini yang paling kalem adalah Christ.


“yaa gak asyik lw !,” seru Roby. “ Jadi apa nih barang taruhannya ?,” tanya Roby.


“gimana kalau mobil lw-bugatti divo, mobil gw. Lambogini aventador ?!,” seru Ken sumringah. Pasalnya Ken sangat keki banget pengen punya Bugatti belum kesampaian. Walaupun Bugatti divo masih di bawahnya Bugatti la voiture noire milik Hans. Tapi lumayan banget lah bugatty divo.


Roby agak ragu, pasalnya itu mobil kesayangan dia banget, tapi mengingat sejarah percintaan Hans, Roby yakin akan memenangan taruhan ini.


“ DEAL !!,” seru mereka berdua berjabat tangan dengan membara.


Ken membayangkan Bugatti Divo milik Roby.



Sementara di sisi lain, Hans menaruh iba juga kepada Emily, dilihatnya Emily yang seperti sangat kelelahan, lantas perlahan tangannya menarik perlahan kepala Emily ke sandaran bahunya. Emily masih tertidur di dalam pelukan Hans.


Roby, Ken, Christ tidak meninggalkan moment itu, mereka menghampiri Hans, Ken dari kejauhan menyodorkan 2 jempolnya untuk Hans, begitu juga Roby memberikan kode sarange, mereka semua mengolok Hans dengan hampir tidak bersuara karena takut membangunkan Emily yang sedang tidur.


Ken yang paling mendukung pasangan ini, yahh pasalnya kalau mereka jadian Bugatti divo milik Roby akan menjadi miliknya…eaaa…membayangkan Ken sumringah. Ken inisiatif mengambil ponselnya lalu memfoto Hans yang sedang merangkul Emily. Jepretan pertama Hans melotot ke arah Ken,,,Ken geleng-geleng seraya melihat hasil jepretannya dengan jempol kebawah, Ken mengkodekan dengan tangannya 1,2, jepretan kedua, kali ini Hans tersenyum. Langsung Ken memberikan jempolnya,” bagus !,” seru Ken dengan suara kecil.


Sudah 1 jam posisi Hans tidak bergerak sedikit pun karena takut membangunankan Emily yang sedang tertidur pulas, di rasakan lengannya udah mulai kram dan pegal karena menjadi sandaran Emily. Kaki pun di rasakan kesemutan, Hans bergerak sedikit dan itu membuat Emily terbangun dari tidurnya. Emily yang sadar dia sedang bersandar pada bahu seorang cowok, langsung menengadahkan wajahnya melihat wajah cowok yang dijadikan sandarannya. Tatapan mereka terpaut, Emily langsung menjauhkan badannya, sedang Hans jadi salah tingkah, “ Ohh  baby udah bangun !,” goda Hans untuk menghilangkan kesaltingannya.


“Lw ambil kesempatan dalam kesempitan ya ! dasar mesum !,” seru Emily.


“Apa ? gw mesum ? orang lw nya sendiri yang bersandar sama gw !”


“Anterin gw pulang ! gw mau istirahat !,” seru Hans kepada Emily sambil berdiri.


Emily masih merasa pusing karena tiba-tiba terbangun, namun perintah majikannya itu harus segera dia tunaikan, Emily berucap dengan sopan bernada kesal “Siap Tuan Muda Hans !,”


***


Sudah hampir seminggu aktifitas Emily menjadi pembantu, asisten dan supir Hans membuat badan Emily pegal pegal luar biasa. dari subuh hingga malam dia harus melayani majikannya itu, mulai dari jemput, abis jam pelajaran dia harus ke mansion nya untuk bersih-bersih, belum lagi jika majikannya itu ada kelas basket, Emily harus menunggu nya di pinggir lapangan dengan sigap jika majikannya itu perlu sesuatu, seperti handuk, air minum, atau jika capek Emily harus memijat punggung majikannya itu. Tak heran banyak mata memelotinya, yups fans berat majikannya itu, Emily tidak takut, ia berani memelototi mata cewek-cewek itu. “sini kalau tidak terima gantiin peran gw sebagai pembantunya Hans, dengan senang hati Emily akan memberikannya,” batin Emily sambil memukul mukul punggung Hans yang katanya pegal.

__ADS_1


“Halo Hans, “ ucap Cewek itu sambil cipika cipiki dengan Hans sambil melirik Emily dengan lekat. “Cantik sih tapi julid, cocok lw berdua 11-12,” batin Emi sambil membalas tatapan julidnya itu.


“Hans, gw perhatiin lw selalu diikutin cewek itu mulu, siapa sih dia ?,” Tanya cewek itu dengan manja.


What ?! apa ? gw ngikutin HANS ! HELLO ?!,” batin Emi teriak.


Ohh iya gw lupa kenalin, “ Sania, ini Emily, Emily ini Sania,” ucap Hans dengan datar.


“Halo Emily, nice to meet you,” ucap Sania julid sambil menyodorkan tangannya. Emily menyambut tangannya seraya berkata,”me too ...." baru saja mau menjabat tangan Sania, tapi tangan Sania dengan sengaja menolak tidak jadi  bersalaman dengan Emily.



"Ups sorry, tangan gw suka gatel kalau bersalaman sama yang gak selevel !," ucap Sania dengan congkak. Sania malah bergelanyut manja di bahu Hans. "Hans sudah lama lho kita gak jalan bareng, kamu udah lama ngak berkunjung ke apartment aku, kapan yaa kita makan ramen lagi," ucap Sania dengan manja.


Memang Sania adalah cewek satu-satunya di Kampus itu yang berhasil mendekati Hans, karena mereka di kenalkan oleh orang tua mereka masing-masing.


Sania,ketua Cheerleader,  Cantik wajahnya,putih, tirus, rambut panjang tergerai, body goal, sayang attitudenya minus, sama kayak Hans. "Cocok kalian jadi pasangan," batin Emily.


“Hans rumornya Emily itu pembantu lw yaa,,? Apa benar itu ?,” ucap Sania sambil menatap Emily dengan jengkel.


“Yups bener, kenapa lw jealous sama cewek kayak gini,” ucap Hans sambil melirik ke Emily.


“Tentu tidak dunk sayang, masa cewek berkelas kayak gw, Nona muda dari Grup Liang jeolous sama cewek kayak gitu, becanda lw Hans, beda level lah !,”ucap Sania  sambil mendorong tubuh Emily agar menjauh dari Hans, tetapi Sania mendorongnya kelewat kuat sehingga Emily terjatuh.


Melihat Emily terjatuh, Hans bergegas untuk menolongnya, tetapi tangan Roby sudah membantu Emily berdiri. “Lw ngak papa ?,” Tanya Roby.


“Ngak ! gw ngak papa !, Tuan Muda jika tidak ada yang dibutuhkan lagi saya undur diri dulu, permisi,” ucap Emily dengan tegar, padahal hatinya berkecambuk ingin sekali mengemplang kepala cewek itu ! Hans juga ! huhhh sialll ! kenapa sih gw kenal 2 orang itu ! orang yang selalu menginjak-injak harga diri gw !,” batin Emily sambil berjalan cepat meninggalkan mereka. air matanya hampir keluar, "tahan Emily gak pantas lw menangis karena dua orang itu !,: batin Emily berusaha tegar. Emily tidak tahu kenapa air matanya semakin di tahan semakin malah ingin keluar, dia sedih melihat Hans yang diam saja tidak membelanya sama sekali dari Sania, dia bingung atas tingkah Hans yang kadang sangat baik padanya, perhatian, lalu tiba-tiba saja suka acuh, mengintimidasi dan menjatuhkan harga dirinya !. Roby mengejar Emily, karena dia juga ngak suka sama tingkah Sania yang sok cantik dan angkuh itu.


Hans mengamati Emily yang menghilang di kejauhan bersama Roby. Sekarang giliran Sania, ditatapnya Sania dengan ekspresi dingin. “San, gw harap jaga sikap lw sama Emily, karena yang berhak menindas dia cuma gw !,” bisik Hans di telinga Sania dan itu membuat Sania bergidik. Pasalnya Hans adalah ketua Genk Tuan Muda, apa yang diucapkannya bagaikan Titah Kaisar yang akan berlaku di Kampus itu, semua Mahasiswa di Kampus itu takut padanya dan Guru-guru segan dengan Hans, yups Ayahnya adalah pemilik saham terbesar Kampus berstandar internasional itu sekitar 67%, di ikuti Keluarga Liang 10%, keluarga Christ 10%, Keluarga Roby 10%, dan Keluarga Ken 3%. Oleh karena para Tuan Muda 1 angkatan makanya dibuat mansion di lantai paling atas gedung Burj khalifah tersebut.


Emily menghentikan langkahnya, Roby melihat wajahnya, air matanya mengalir membahasi pipinya itu," Lw beneran gak papa ?!," tanyanya sekali lagi.


"Ngak papa, udah lw sana jangan peduliin gw !," ucap Emily sambil terus berjalan agak cepat ke arah parkiran, Emily ingin secepat kilat sampai rumah.


Roby memegang tangannya dan menyelipkan sapu tangannya, " Pakai ini, masih bersih kok," ucap Roby khawatir, pasalnya ini cowok langsung meleleh kalau melihat ada cewek menangis di depannya.


"Thanks," ucap Emily sambil berlalu dari hadapan Roby.


***


Keesokan harinya,


Setelah berjuang keras mendalami alogaritma, akhirnya bel pulang Kampus berbunyi. Yeayy sip akhirnya selesai juga, kini otaknya bisa bernapas lega, namun Emily merasa lelah berpikir lagi ketika dia teringat beban pekerjaan  yang masih menunggu untuk melayani Tuan Muda sok itu. “Aaaarrrhhh !, kapan yaa gw bisa bebas, “ ngeluh Emily sambil menelungkupkan kepalanya diatas meja


“Sabarrr, semua pasti ada hikmahnya,” ucap Vina seolah tahu permasalahan yang di alami sahabatnya itu sambil menepuk punggungnya.


Handphone Emily berdering, panggilan masuk, Hans !


“Cepet lw ke parkiran, gw tunggu 5 menit,” ucap suara di seberang sana.


“Halo ! halo ! belum sempat berkata apa-apa, telepon sudah di tutup. “ Dasar ini orang semena-mena aja !! dasar tuan muda Gilaaa !,” teriaknya melepaskan emosinya.


Dilihatnya Hans sudah berdiri di samping mobil sport nya, siluet dirinya begitu perfect tetapi mukanya terlihat masam.

__ADS_1


“Anterin gw muter-muter Jakarta, kepala gw lg suntuk,” seru Hans sambil melemparkan kunci mobilnya ke arah Emily.


“Ehh busyet dahh ini orang ! enak banget hidupnya nyuruh-nyuruh gw yaa,” ngeluh Emily. Lantas Emily masuk dan melajukan mobilnya.


“Mau kemana Tuan Muda ?,”


“Entahlah, bawa gw ke tempat yang rekomended melepas penat ya.”


“Lahhh bener-bener dah ini orang ! rasanya mau gw pukul kepalanya sampai benjol ! udah sore pula, mau kemana ya ?,” batin Emily.


Akhirnya Emily melajukan mobilnya ke Pantai yang terletak di pesisir Negara X, Emily parkir mobil tidak jauh dari bibir pantai, lumayan pemandangannya bisa menyaksikan sunset di tambah deburan ombak yang bisa menghilangkan penat.


Hans keluar dari mobilnya, lalu duduk di Kap mobilnya sambil menikmati sunset dan deburan ombak, lama juga dia terdiam, tingkahnya hari ini agak diam, mungkin dia memang lagi ada masalah.


“ Gimana ? ok kan tempat rekomended gw ?,” Tanya Emily sambil membanggakan diri


“Lumayan, agak tenang juga disini, memang ketika ada masalah, memandang laut yang tak


berujung dengan desiran ombak dan angin seolah membuat masalah kita ikut sirna karena deburan ombak itu, penat serasa lepas ketika melihat laut yang tidak berujung”


“Lagi ada masalah apa Tuan Muda ? sepertinya stress berat ini,” kepo Emily sambil menyodorkan softdrink kaleng yang ia temukan di mini kulkas mobilnya Hans.


Hans mengambil minuman softdrink itu, “thanks,” ucapnya.


Hahh gw ngak salah dengar Tuan Muda yang arogan itu bilang thanks, sepertinya dia benar lagi punya masalah berat.


“lw pernah ngerasain diri lw bukan milik lw ?,” ucap Hans dengan datar.


Hahh, melongo Emily sambil menggelengkan kepalanya.


“Itu gw, bokap gw suruh gw kelola beberapa anak perusahaan grup Emperor,  dia ingin menjadikan gw  CEO di Grup Emperor, belum lagi dia sudah mempersiapkan acara pertunangan gw dengan salah satu anak dari kolega bisnisnya. Damn it suck !”


Emily memegang dahi Hans, “ ehmm ngak panas, lw ngak sakit tapi kenapa pikiran lw ribet banget yaa, menurut gw bagus lah klo di suruh mengelola beberapa anak perusahan grup Emporer itu, lagipula kan lw udah pegang ilmunya, lagian yang gw tahu lw kan anak tunggal, yaa kepada siapa lagi bokap lw suruh orang kalau bukan ke anaknya dulu, udah gitu next lw ngak perlu repot cari pekerjaan, bangku CEO sudah menanti lw, tetapi kalau bokap lw sampai mencampuri urusan lw harus menikah dengan siapa, menurut gw itu agak keterlaluan sihh, lw berhak memilih calon pendamping lw kelak,karena itu akan menentukan kebahagian sejati


lw,” seru Emily sambil tersenyum dengan mata berbinar menunjukan bahwa argument


dia jujur tidak berpihak.


Hans memandang lekat Emily, wajahnya di dekatkan, tangannya menyentuh bibir Emily. Emily jadi salah tingkah melihat wajahnya Hans tinggal beberapa centi lagi dan tangannya berhasil menyentuh bibirnya, akankah Hans akan menciumnya, OMG !


“Ada bekas air Fanta di pinggir bibir lw !,” ucap Hans sambil mengelus pinggiran bibir Emily.


“Dag dig dug !!! Aaarhhhh bikin malu aja !,”batin Emily.


“ Omongan lw bener juga, bokap gw boleh ngatur hidup gw, kecuali 1, pendamping hidup harus gw tentukan sendiri.”


“Betul ! Gw harus pilih yang cantik, elegan, modis, pintar !,"        ,…


“Betul”


“Yang sexy, dan yang ngak kalah penting…pintar di ranjang…


“Be,,betul,” Zseru Emily sambil tersenyum garing. Dalam benaknya otak mesum nya udah mulai  keluar pertanda harus segera pulang. “ hayuk ahh pulang, udh mulai malam,” ajak Emily.

__ADS_1


Hans mengangguk, mereka lalu masuk ke dalam mobil. Mobil melaju menuju rumah Emily terlebih dahulu karena Hans merasa Emily sudah berjasa menghilangkan penatnya jadi dia membebas tugaskan Emily dan mengantarnya sampai ke rumahnya.


***


__ADS_2