
pagi hari rutinitas pun seperti biasa nya .
kali ini Anna tidak lagi berpesan pada Devan dan Anton untuk menunggu nya di rumah Tante Tuti. karena sekarang Anna sudah percaya pada Jameson akan menjaga Devan dan Anton .
kepercayaan kini mulai tumbuh pada Anna karena Jameson selalu menunjukkan sikap yang baik pada anak anak Anna juga pada Anna.
setelah kaki Jameson di rasa sudah tidak sakit lagi, Jameson melepaskan kursi roda nya dan di sambut kegembiraan oleh Devan dan Anton. Jameson kini bisa melangkah dengan bebas ,tak terasa Jameson pun harus pamit pulang, pergi meninggalkan keluarga yang di kenal nya secara tidak sengaja.
saat kepergian Jameson di tahan oleh haru biru perasaan Devan dan Anton yang hendak mencegah kepergiaan Jameson, Jameson pun tidak ingin beranjak dari tempat nya sekarang, tetapi dia harus segera pergi karena Jameson tidak memiliki alasan untuk tetap tinggal.
Jameson pergi menggunakan taksi online yang sudah di pesan nya melalui aplikasi di handphone nya.
saat libur hari Minggu Rini dan Sasa main kerumah Devan dan Anton.
karena Anna memberi tahu Tuti tentang sikap anak anak nya yang jadi lebih pendiam setelah kepergian Jameson.
tok .. tok ... suara pintu terdengar dari luar rumah Anna , Anton bersemangat sekali untuk membuka nya sambil mengucapkan "om bule"...
"selamat siang, apa ibu Anna ada "??
__ADS_1
muka Anton pun segera berubah menjadi kusut karena yang di hadapan nya ternyata bukan om Jameson.
"mah,... ada tamu" ucap Anton kesel .
"siapa nak," tanya Anna
"ga tau mah " jawab Anton lagi
lalu Anna segera menghampiri tamu itu.
"ada apa mas " tanya Anna
Anna pun segera tanda tangan, sesuai yang di instruksi kan oleh kurir tsb .Anna kemudian penasaran langsung menyobek ujung amplop coklat itu. terlihat sebuah kertas putih. ana kemudian membaca nya
"dari pengadilan negeri ucap Anna dalam hati." sambil terus membacanya sampai ke bawah surat itu.
ternyata itu surat cerai antara Yudhi dan Anna yang telah keluar dari pengadilan negeri Bekasi, kini Anna dan Yudhi telah resmi bercerai .
Anna pun terdiam melamun setelah membaca surat itu. lamunan nya pun terhenti saat suara Devan memanggil nya .
__ADS_1
"Mama......Mama sedang apa berdiri di sini aja dari tadi "tanya Devan sambil memegang tangan mama nya.
Anna kemudian langsung menyembunyikan surat dari pengadilan itu, Anna tidak mau Devan mengetahui nya.
"hmmm... mama lagi nunggu makanan pizza h*t delivery yang tadi mama pesan " jawab Anna mengalihkan pertanyaan Devan.
Anna dan Devan pun mengobrol di depan pintu sambil menunggu pesanan nya datang. dari depan rumah pun terlihat seorang kurir yang datang.
"permisi apa ini rumah ibu Anna " tanya kurir itu.
"iya betul sekali mas" jawab Anna sambil menyodorkan uang ke kurir itu.
pesanan nya kini sudah di terima Anna lalu Anna mengajak Devan menuju ruang tengah di mana Anton, Rini, Sasa, sudah menunggu Nya.
"asyiiik ... makan nya sudah datang" sahut anak anak dengan girang.
"iya nih sudah datang, kita makan sepuasnya ya anak anak, kalian makan yang banyak ya , biyar kalian tambah gede," sahut Anna
mereka pun langsung menyantap makanan itu dengan lahap, Anton dan sasa pun berebut pizza, Rini dan Devan pun tertawa melihat Sasa dan Anton berebut pizza. ada saja kelakuan adik adik mereka.
__ADS_1