
Sekarang saya sudah menjadi prajurit TNI AD, saat selesai pendidikan dan sudah di lantik, Aku sangat senang dan sangat bahagia. Aku di lantik menjadi seorang prajurit di temani kedua orang tua ku. Ya, tentu saja pacarku juga datang untuk melihatku.
Pacarku Boa Hancock sangat senang dia memelukku dengan erat dan berkata kepada ku,
"Selamat ya cita cita mu sekarang sudah menjadi kenyataan" ucap Boa kepadaku.
Begitu juga dengan kedua orang tua ku yang juga memelukku dan mengucapkan selamat kepadaku. Aku sangat la gembira.
Pada saat bertugas Aku di kirim ke medan perang dan Ldr lagi yang sangat jauh bersama pacarku. Aku di kirim ke medan pertempuran untuk mengamankan suatu wilayah.
Saat berada jauh di Kota town aku juga bertugas menjaga keamanan dan banyak membantu masyarakat di sana.
Aku bertemu dengan Luky di sana. Luky adalah seorang pemuda desa yang mempunya kekurangan fisik di bibirnya dia susah berbicara.
Luky adalah anak yang pintar saat dia bersama ku dia ingin juga menjadi seperti diriku memakai seragam loreng loreng, memegang senjata dengan gagah, tegas dan berwibawa, dan suka menolong masyarakat setempat.
Luky slalu datang ke posko ku untuk melihat liat dan bermain bersamaku, dia sangat suka melihat kami para prajurit dengan gagahnya memegang senjata
Bahan pokok dan makanan sangat mahal di sana, yah kami sering membagikan sembako pada masyarakat di sana karena harga pangan yang mahal pemerintah membagikan subsidi sembako di sana. Tugas kami adalah menjaga semua itu sampai ke tangan masyarakat.
Banyak yang menggemari kami sebagai seorang prajurit, mereka sangat kagum pada kami dan bangga pada kami karena kami sangat berbaur dilingkungan sekitar dan juga kami mementingkan keamanan masyarakat.
Pada waktu yang tak tertentu tiba tiba saja anggota pemberontak menembak dari gunung, warga hampir saja terkena kontak senjata tersebut.
__ADS_1
Saat kontak senjata dengan para pemberontak dari gunung kami pun langsung sigap mengamankan kan warga ke tempat yang sangat aman dan jauh dari pegunungan. Kami mengamankan warga ke desa tempat mereka tinggal dan menginformasikan agar mereka tetap berlindung.
Sementara sebagian dari pasukan kami mengamankan penduduk sekitar, sebagian dari kami juga langsung kontak senjata dengan para pemberontak yang ingin membuat wilayah tersebut menjadi negara mereka.
Tantu saja pasukan raider G001 kami langsung memborbardir mereka dengan senjata Ak-47 yang kami pegang.
Kami pun melakukan kontak senjata dengan sangat lama, Begitu juga padukan sniper kami yang bersiap siap untuk melihat keberadaan mereka dan siap siaga untuk menembak kepada mereka.
Tentu saja mereka semua dengan taktik cerdik mereka di atas gunung berpencar dan mempunya beberapa tim kami sangat kewalahan menghadapi pasukan mereka yang sangat banyak.
Dorr... Dor... Dorr...
Bunyi dari senjata prajurit dan pemberontak.
kami yang di komandoi pun segera sigap dan cepat untuk membasmi para pemberontak pemberontak itu dan saat kami menyelundup menyelundup di hutan Salah satu anak Buah Pimpinan komandan shang tertembak yaitu Ben.
Kami pun langsung tiarap dan menarik ben untuk segera mengobati Ben. Tak diduga itu ternyata tembakan pasukan pemberontak dari semak semak belukar yang tidak kelihatan wujud mereka.
Penyamaran pasukan pemberontak sangat bagus hampir mengimbangi prajurit prajurit sniper kami.
Sontak saja komandan shang membuat strategi orang yang berseragam dan memegang senjata kami menjadi tumbal, Dan ternyata saat strategi itu di lakukan para pemberontak menembaki orang tersebut sampai jatuh.
Kami pun langsung tau dari mana tempat tembakan itu berasal. Dan pasukan kami dengan sigap menembaki musuh dengan cepat mengenai sasaran. Dan tentu saja 3 orang pemberontak yang bersembunyi terkena tembakan kami tetapi mereka belom mati kami pun segara menangkap mereka dengan cepat.
__ADS_1
Saat kami ingin menyergap mereka ketiga orang tersebut masih bisa memegang senjata dan tak terduga kopral adi mereka tembak di bahunya dan sontak saja komandan shang langsung menghabisi mereka sampai tak bernyawa.
Di situ kami hanya berhasil membasmi 3 pasukan pemberontak dan kami pun mundur karena dalam peperangan itu kami yang di komando i kapten shang telah memakan 1 korban anggota prajurit dan satu lagi cidera tembakan di kakinya.
Kami yang berjumlah 5 orang pasukan telah berhasil menghabisi 3 orang pasukan pemberontak walaupun kami tidak mendapatkan informasi karena sudah menghabiskan mereka dari pada kami yang gagal. Kopral Adi gugur dalam peperangan tersebut dan sertu ben mendapatkan luka tembakan di kakinya saat itu kami meninggalkan nya di bawah pohon untuk menenangkan nya dan kami 4 yang menyergap pemberontak dan alhasil yang kami dapatkan kopral adi gugur dan tertembak di dada nya kami pun langsung membawa mereka berdua.
Jauh kami menggendong mereka keluar dari gunung agar tidan di serang kembali bersama pemberontak dan kami pun menghubungi Tim sniper untuk berjaga agar kami bisa keluar.
Dan saat tim sniper mengintai dengan tajam Tak terduga ada seorang pemberontak yang mengarah pada kami .
Pada saat itu sudah dekat kami pun berhadapan dengan pasukan pemberontak itu dan ternyata pasukan pemberontak itu tiba tiba ingin menembak kami tetapi pasukan pemberontak itu sudah tumbang duluan karena terkena tembakan dari prajurit sniper kami.
Pada kesempatan itu kami pun segera bergegas keluar dari hutan itu dengan para sniper yang terus menjaga kami dari kejauhan.
Dan tentu saja kami berhasil keluar dan kami pun mundur ke permukiman warga sekitar.
Kami meminta pertolongan kepada warga sekitar agar memberikan pertolongan kepada sertu ben dan dengan cepat seru ben di bawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Tetapi di satu sisi lain Kopral Adi telah gugur di medan perang dan tak terselamatkan. Serangan tak terduga itu belum dapat kami atasi kami pun mundur sejenak karena kami telah kehilangan kopral adi dan sertu ben juga mendapat kan luka tembakan.
Kami belum siap dalam pasukan disitu dan kami bertindak untuk mundur dan saat peperangan itu terjadi komandan kami yaitu kapten shang dengan cepat mengamati hutan sekitar wilayah tempat para pemberontak itu dan dengan cepatnya kapten shang mengerti tentang gunung tersebut.
Kami pun sangat sedih karena telah kehilangan kopral adi dan di saat itu la komandan shang mengatakan ingin melakukan penyerangan balik dengan jumlah pasukan yang cukup dan kekuatan tempur yang siap untuk menghabisi para pemberontak tersebut.
__ADS_1
Sementara itu kapten shang menyusun strategi untuk mengalahkan para pemberontak dan kami pun menyiapkan acara pemakaman kopral Adi.