Cinta Semi Perjuangan Prajurit

Cinta Semi Perjuangan Prajurit
Bab 8 Upacara pemakaman Kopral Adi


__ADS_3

...~Upacara pemakaman Kopral Adi~...


Setelah mundur dalam peperangan Tragedi di Gunung tempat kami bertempur dan mengakibatkan Kopral Adi Tewas.


Kami pun seluruh prajurit melakukan acara Pemakaman Kopral adi yang tewas Dalam pertempuran melawan pemberontak.


Pihak keluarga Kopral adi pun datang untuk melihat jasad pak adi yang terakhir kalinya, Sesampainya keluarga pak Adi, Upacara pun segera di gelar dan kami pun merasa sangat sedih.


Begitu banyak kenangan kami bersama Kopral Adi yang sangat tegas dan bijaksana kini kopral adi telah gugur di medan perang dan kami semua merasakan sangat kehilangan atas meninggal nya kopral adi.


Saat pemakaman kopral adi kami pun melakukan upacara penghormatan untuk kopral adi yang telah gugur di medan perang.


Sebelum Penguburan tembakan pun di luncurkan untuk menjadikan penghormatan terakhir kopral adi.


Setelah itu kopral adi pun di kebumikan oleh kami pasukan prajurit TNI Ad. Pihak keluarga sangat sedih atas kehilangan kopral adi.


Beliau adalah orang yang baik hati dan sangat tegas saat bertugas, Beliau juga sering membantu masyarakat setempat.


Kopral adi gugur dengan berpangkat kopral kepala. Saat saat kejadian itu takkan ku lupakan.


Banyak kisah kisah aku kepada beliau yang sangat indah. Mulai dari beliau mengajari ku cara berperang walaupun beliau seorang kopral tapi beliau lebih berpengalaman di bandingkan ku yang masuk TNI sudah jadi bintara dan berpangkat Prada, beliau juga sering bermain catur denganku.


...~Kenangan Bersama kopral Adi~...


Kenangan ku begitu banyak bersama beliau terutama kami sering duel catur berdua dan siapa yang kalah akan lari mengelilingi lapangan kodam kami.


Saat bermain catur bersama Beliau. Kami bermain sekalian bercerita, Beliau menceritakan tentang awal dia pendidikan hingga menjadi prajurit.


Aku pernah bertanya kepada Beliau.


"Ijin bertanya Ndan.?"


Kalau boleh tau kenapa tidak ikut Tes bintara..? Ucapku kepada Beliau

__ADS_1


Seketika beliau Tertawa


"Hahahaha cita cita saya menjadi seorang Tentara Luffy, bukan mengejar pangkat. jika saya sudah jadi tentara ya sudah cita cita saya berhasil." Ucap Beliau adi kepadaku.


Saat itu aku sangat kagum kepada beliau yang mempunyai prinsipnya sendiri.


Saat selesainya pemakaman kopral Adi kami pun kembali Bertugas seperti biasanya.


Dan kami pun menyusun strategi Penyergapan pasukan pemberontak. Kami ingin menangkap mereka hidup hidup dan mengeksekusi mereka.


...~Strategi Penyerangan Balik~...


Ahli Strategi Yaitu Letnan Satu Smoker yang memimpin penyergapan kali ini. Letnan satu smoker membawa 15 prajurit yang di antaranya ada 5 orang pasukan sniper 4 orang pasukan Berpangkat bintara dan 6 orang pasukan berpangkat Tamtama.


Letnan Adi pun menyusun strategi dengan cara 4 orang pasukan bintara menyerang dari udara menggunakan helikopter dan 5 orang pasukan sniper di terjunkan di ketinggian puncak gunung untuk mengantisipasi dan membidik pasukan pemberontak dari atas gunung dan selebihnya para Bintara menjadi pion perang di terjunkan ke Hutan.


Penyergapan pun di lakukan pada hari kamis pagi dan pada saat Hari rabu malam pasukan amunisi datang dengan membawa amunisi yang sangat banyak.


Setibanya pada hari kamis penyergapan pun kami lakukan seperti rencana letnan smoker. pasukan yang di Pimpin oleh letnan smoker pun bergerak pada pagi hari.


Kami pun terbang ke udara dan mencari lokasi pemberontak berada. Saat kami berada di atas Letnan adi memerintahkan menembakkan mortir ke bawah berkali kali dan setelah itu Bom pun di luncurkan dari helikopter. Seketika pohon pohon bertumbangan dan sedikit membuat area yang terkena bom menjadi terang dan tidak semak oleh rawa, pepohonan dan yang lainnya dan pada saat itu pohon pohon terbakar dan banyak mengeluarkan asap.


Saat sesudah di bom pasukan tamtama yang terdiri dari 6 orang pun di luncurkan untuk mencari para pemberontak itu. stelah mereka terjun untuk mencarinya mereka slalu memberikan informasi kepada kami agar tetap waspada.


Kami pun bergegas terbang menuju atas gunung dan meluncurkan prajurit sniper.setelah mereka terjun kami pun terbang tinggi untuk mengantisipasi terjadi tembakan dari bawah dan kami memantau dari atas.


Seketika kami pun di tembak dan tentu saja helikopter tidak mengenai tembakan tersebut karena kami berjarak jauh dan lumayan tinggi, secepatnya kami memberi tahu pasukan sniper untuk mengantisipasi ke arah jarum jam 6.


Dan prajurit Tamtama pun melaju ke arah jam 6 untuk membekukan mereka.


Setibanya mereka di arah jarum jam 6 mereka pun melihat musuh dan langsung menembaki musuh.


Baku tembak pun terjadi saat itu antara pasukan tamtama dan pasukan pemberontak

__ADS_1


Drrrr drrrd drdrrr drsrd drsrr drdrs drsr...!


drreeed dreds dredd dredd dredd dredd..


Dorr dor dor dor dor dor dor dor...


Jduar jduar jduar jduar jduar...


Saling tembak menembak pun terjadi kami pun membantu mereka dari atas menggunakan bom dengan jarak yang lumayan jauh agar pasukan kami tidak terkena bom.


JDuar jduar jduar...


Bom... Bomm.. Bomm..


Suara tembakan dan suara bom.


Seketika Para pasukan mundur saat bom di jatuhkan. Sangat banyak amunisi yang terbuang karena tidak mengenai sasaran. mereka menggunakan batu dan pohon pohon sebagai pelindung mereka berlindung di baliknya.


Dan tentu saja Saat mereka lari Pasukan sniper melihat mereka berlari dan membidik mereka 3 orang tertembak oleh pasukan sniper dan mengenai pas tepat di dada pada satu orang dan 1 lagi mengenai bahu dan satu nya lagi mengenai kepala.


Saat 3 pasukan tertembak mereka pun gugur dan masih banyak pasukan pemberontak lainnya yang berpencar.


Crew tama-tama pun melakukan 2 pembagian yang dimana 1 tim berisi 3 orang. Kami pun pasukan bintara di luncurkan ke bawah yang berjumlah anggota 4 orang.


Pada saat kami beranggota 4 orang menyelusuri Hutan kami pun berjumpa dengan 2 orang pasukan pemberontak dan melakukan baku tembak. Saat baku tembak terjadi pasukan pemberontak terkena serangan tembakan pada salah satu anggota kami yang tepat mengenai dada pemberontak itu.


Pada saat itu teman si pemberontak pun lari karena merasa tidak sanggup menghadapi pasukan kami.


Kami pun bergegas mengejarnya dengan sergap dan cepat, dan pada saat kami mengejarnya kami sekalian menembakinya walaupun banyak yang tidak kena dan pada saat itu kami dengan cepat lari untuk mendapati nya.


Pada saat kami berusaha menangkapnya salah satu anggota kami menembak tepat sasaran di kaki si pemberontak itu dan kami pun dengan cepat ingin menangkap nya saat dia sudah pincang berjalan.


Saat kami ingin menangkapnya ia menembakkan dirinya sendiri dan kami tidak berhasil membawanya hidup hidup karena dia takut memberikan informasi.

__ADS_1


Kami pun tidak mendapatkan mereka hidup hidup dan saat itu kami bergegas mencari pemberontak lainnnya.


__ADS_2