Cinta Semi Perjuangan Prajurit

Cinta Semi Perjuangan Prajurit
Bab 9 Penyerangan Untuk Menghancurkan Pasukan pemberontak


__ADS_3

Setelah kami pasukan Yang berpangkat bintara dengan hasil 4 tim berhasil mengalahkan 2 pasukan pemberontak, Tim Pasukan Tamtama pun bergerak menuju Atas gunung, Tentu saja ada beberapa anggota pemberontak lagi di sana.


Kami belum mengetahui pasti berapa orang jumlah pasukan pemberontak dan aliansi nya siapa serta dari mana mereka mendapatkan amunisi dan perlengkapan persenjataan.


Tim Pasukan yang berpangkat Tamtama pun bergerak dengan membawa senjata dengan model senjata ss2 mereka pun segera bergegas dengan membagi 2 tim dan saling menginformasikan satu sama lain.


Dan pada saat mereka beroperasi 3 tim menemukan Goa yang sangat dalam dan mereka pun menelusuri goa itu. Saat masuk ke dalam goa itu ada seorang penjaga dan Tentu saja mereka langsung mengeri itu adalah tempat persembunyian anggota dan para bos pemberontak.


Pasukan Pun bergegas keluar dan memberitahukan Untuk mengepung goa itu, Dan kami pun segera menjauh pada saat perintah Letnan smoker memberikan suatu abah abah ingin mengebom Goa tersebut menggunakan Helikopter.


Kami pun dengan sigap segera menjauh untuk tidak terkena dampak dari bom itu dengan jarak 700 km dari goa kami menjauh. Dan pada saat itu bom roket dari helikopter pun menghantam goa itu dan menghancurkan Goa itu sampai runtuh.


Beberapa kali tembakan bon dari helikopter di luncurkan sampai Goa itu tertutup. Sebagian dari pasukan penjaga pun runtuh tak berdaya terkena bebatuan Goa.


Tidak semudah itu ternyata pasukan pemberontak dan antek antek pemimpin nya mempunyai ruang bawah tanah di dalam goa dan mereka pun berhasil keluar dari goa reruntuhan itu.


Saat mereka keluar dari Dalam Goa tersebut pasukan kami pun menghantam nya menggunakan Bom asap Agar membutakan pandangan mereka dan seketika mereka pun panik dan bersiaga ada penyerangan.


Tak di sangka aku dan 3 pasukan lainnya memborbardir mereka dengan peluru yang tak terhingga, Dan mereka pun membalas serangan kami dengan memborbardir peluru. Kami tidak tau dimana keberadaan mereka karena dampak dari bos asap itu dan saat kami sudah memborbardir mereka dengan peluru kami pun tau dimana keberadaan mereka saat mereka membalas tembakan kami.


Tentu saja kami dengan cepat melemparkan Granat ke arah mereka dan menumbangkan 8 orang anggota mereka.


Seketika bom asap pun menghilang dan ada 3 orang pasukan pemberontak yang selamat. Kami pun ingin menangkap mereka hidup hidup dan dengan cepat membuat arahan untuk pasukan tamtama segera melemparkan bom asap dan melakukan penyerangan dengan mengendap-endap dan melihat target dengan gerak cepat. Pasukan tamtama melakukan penyerangan menggunakan belati tentara dan mereka dengan cepat memiting 3 pasukan itu dengan langkah tak terdengar dengan taktik 1 orang menjadi tumbal untuk menembak.


Saat pasukan fokus pada penyerangan penembakan, 5 pasukan dengan cepat menyerang Dan mendapatkan 3 pasukan pemberontak di bekukan dalam memiting mereka pada saat itu pasukan pemberontak melawan balik dan menembaki pasukan kami. 1 orang teman kami terkena tembakan di kakinya dengan cepat kami menembaki kaki para pemberontak dan merampas senjata mereka saat mereka di gas, tentu saja kami berhasil membekukan mereka bertiga dengan Hidup.


Kami pun bergegas mengikat dan membawa mereka naik ke helikopter dan Operasi itu pun kami sudahi dan menaikkan semua pasukan.


Sementara itu pasukan sniper terap bersiaga mengantisipasi adanya penyerangan saat kami terbang menuju puncak menjemput mereka. Dan tentu saja kami menjemput pasukan sniper dengan selamat dan membawa 3 pasukan pemberontak dengan hidup dan kami pun pergi ke markas untuk mengintrogasi kan anggota pemberontak.


...~Mengintrogasi~...


Sesampainya kami di Markas. Letnan Smoker pun memerintahkan untuk memindahkan pasukan pemberontak ke ruang hitam untuk segera di interogasi.


Kami pun membawanya ke ruang hitam untuk di interogasi dengan cara 3 ruangan untuk memisahkan mereka satu persatu agar mendapatkan informasi.


Masing masing pemberontak di interogasi oleh Prajurit TNI dengan pangkat Mayor dan setiap ruangan berisi 3 orang, yang dimana 2 orang memegang senjata untuk berjaga jaga untuk mengantisipasi pasukan pemberontak melarikan diri atau menyerang.

__ADS_1


pada ruangan pertama pasukan pemberontak di interogasi oleh Mayor dan di lontarkan beberapa pertanyaan serta menyiksanya agar berbicara.


" Siapa nama pemimpin mu dan dimana dia berada?" ucap mayor kepada pemberontak


Hanya saja pasukan pemberontak itu tidak mau buka mulut dan hanya diam saja.


"Berbicaralah" ucap mayor dan memukulnya.


ctas... ctas... Ctas.. ctas.. ctas .ctas..


suara cambukan menggunakan rotan memukuli pemberontak itu. Namun pemberontak itu hanya diam dan menjerit kesakitan saja dan tidak mau berbicara.


Lagi lagi mayor memukulinya dan bertanya kepada.


"Siapa yang memerintahkan kalian dan berapa jumlah kalian jawab...!"


Ucap mayor kepada pasukan pemberontak itu.


Tetapi lagi lagi pasukan pemberontak itu tidak mau berbicara dan membuka mulutnya.


Sementara itu di ruangan nomor 2 seorang mayor juga mengintrogasi kan pasukan pemberontak dan 2 orang ajudannya berjaga jaga.


" Siapa yang memberikan kalian amunisi dan siapa pemimpin kalian, Dimana pemimpin kalian bersembunyi...?"


Pasukan pemberontak hanya menggelengkan kepalanya, dan seketika mayor pun mencambuknya dengan rotan tiada ampun.


"Jawablah" ucap mayor


Tetapi pasukan pemberontak hanya dian hanya dan tidak mau memberitahukan nya siapa nama pemimpinnya dan dari mana amunisi mereka.


Seketika itu membuat mayor marah dan menyuruh ajudan menembak kaki kiri nya lalu pemberontak itu menjerit kesakitan ...


Aaagggkkhhh..... Akhhhkg...


Itu sungguh menyakitkan nya, tetapi tetap saja pasukan pemberontak itu tidak mau membuka mulutnya sontak saja mayor menyuruh menembak kaki nya yang sebelah kanan.


Ahggghh... Aghhh.... aghh ....

__ADS_1


Jeritan pemberontak itu


Seketika dia melemah dan mayor pun bertanya dengan kejam kepada.


"Beritahu kepadaku siapa pemimpin dan dimana dia bersembunyi, Lalu berapa jumlah pasukan kalian."


ucap Mayor kepadanya.


Lalu dia dengan lantang menjawab..


"Sampai kapan pun aku tak akan memberitahumu bangsat....!!!" ucap pemberontak itu


Lalu mayor pun marah dan mencambuk nya berkali kali sehingga badannya bercucuran darah seperti tersayat sayat.


Aggghhkk... sakit sekali...


argkk... Sakit sekali...


Arghh... sakit sekali...


Mayor pun terus mencambuknya terus menerus dan berkata kepadanya


"Jika kau memberitahuku aku akan berhenti mencambuk." Ucap Mayor kepadanya.


"Dasar bajingan aku tidak akan memberitahumu." ucap pemberontak itu


Lalu terus menerus mayor itu mencambuknya menggunakan rotan dan karena tidak tahan di cambuk oleh mayor itu pemberontak itu pun menggigit lidahnya sangat keras hingga lidahnya pun putus.


Pemberontak itu pun tiba tiba berhenti berteriak kesakitan dan menundukkan kepalanya.


Tapi mayor terus mencambuknya dan saat Pemberontak itu kepalanya menunduk dan tidak berteriak, Mayor pun memegang kepalanya dan menegakkan nya. Seketika mayor melihat darah yang banyak keluar dari mulutnya dan melihat lidah pemberontak itu terputus.


Lalu Mayor berkata


"Sialan Dia bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya"


Lalu mereka pun pergi meninggalkan pemberontak itu.

__ADS_1


Sementara itu masuk ke ruangan ke 3 ruangan yang di interogasi dengan mayor yang sangat sangat kejam dan tanpa rasa ampun.


Baca bab selanjutnya ya....


__ADS_2