
ternyata pak Andreas bisa mabuk ya pak?ucap salsa pada Andri ya bisalah masa enggak btw kamu ini siapanya Andriya tanya Andri pada salsa; ohh!! perkenalkan pak saya salsa saya salah satu pelayan di hotel nya pak Andreas " jawab salsa pada Andri" ohh pelayan ya hemmm Andreas Andreas ucap Andri dalam hatinya sambil tersenyum. nah sudah sampai selebihnya ku serahkan padamu, ba ba baik pak jawab salsa sambil memapah bosnya menuju tempat tidur yang ada di ruangan itu, baik lah salsa saya mau pergi dulu bertemu dengan klien klien yang lain jagalah dia dan berhati hati dia bisa saja menerkam mu dengan ganas "ucap Andri sambil tersenyum dan meninggalkan mereka berdua dalam ruang itu. mendengarkan kata kata itu salsa bergidik ngeri sambil menatap tubuh yang tengah berbaring di ranjang yang berukuran king size itu, pak! bapak masih sadarkan, bapak jangan mabuk gini dong saya takut pak, ucap salsa seakan akan Andreas tengah mendengarkan keluh kesahnya" emmmm bisa kah kau ambilkan segelas air putih untuk ku ucap Andreas pada salsa , ehh bisa bisa pak sebentar ya pak , salsa pun bergegas mengambil segelas air putih untuk Andreas ini pak" ahh rasanya ingin ku habisi orang tua itu hari ini aku sudah muak dengan semua permainanya, "ucap Andreas sambil menggertakan kedua rahangnya" salsa pun kebingungan melihat Andreas yang tengah berbaring di tempat tidur itu, untuk memecahkan suasana salsa pun datang menghampiri Andreas dan mencoba untuk menenangkannya" salsa pun tiba tiba memeluk tubuh kokoh itu tentu saja Andreas menyadarinya walupun dia masih dalam keadaan mabuk, pak Andreas yang sabar ya sambil mengusap ngusap lengan Andreas yang mencoba untuk memenangkan nya, tak ia sangka Andreas pun membalas pelukan itu, salsa pun terkejut dan mencoba untuk melepaskan dirinya"jangan bergerak kau telah memulainya ucap Andreas di telinga salsa"sekita salsa membeku mendengar bisikan itu, ya Tuhan apa yang akan terjadi kenapa aku begitu bodoh kenapa aku harus melakukannya apakah aku akan kehilangan kesucian ku di tangan laki laki ini ucap salsa dalam hatinya" aku tidak akan menyakitimu kau begitu cantik pelukan mu menenangkan ku, ucap Andreas sambil mencium leher jenjang milik salsa, astaga apa yang harus ku lakukan, aku belum pernah berbuat ini pada siapa siapa dia bukan suami ku, ucap salsa dalam hatinya tanpa ia sadari jari jemari Andreas telah sampai pada dua bongkahan dada yang masih terlihat kencang dan ditutupi oleh gaun indahnya itu, boleh kah aku mencobanya tanya Andrea pada salsa" mendengar kata kata itu salsa terdiam bagai patung dia tidak menyangka bahwa malam yang ia kira akan menakjubkan ternyata menjadi malam mengerikan untuknya tanpa ia sadari air matanya pun turun membasahi pipih lembutnya itu," mengapa kamu menangis jika kamu tak menginginnya aku tak akan memaksamu, ucap Andreas sambil mengusap air mata yang kini tengah membasahi pipi wanita cantik itu" maafkan aku pak aku tak pernah melakukan hal ini kepada siapa pun, aku tak berniat untuk menggoda bapak aku hanya ingin menenangkan bapak, maafkan aku pak ucap salsa pada Andreas sambil terisak ussss kamu tidak menggodaku aku lah yang menggoda mu ucap Andreas pelukanmu berhasil memenangkan ku jangan menangis maafkan aku telah membuat mu takut ucap Andreas pada salsa sambil merangkul tubuh mungil gadis itu, sudah sudah jangan menangis aku tak akan mengulanginya kecuali jika kamu ijin sekita tangisan salsa semakin kencang dan membuat Andreas tersenyum kekeh, maaf maaf aku hanya bergurau walaupun aku mabuk tapi aku masih bisa mengontrol diriku, bisa kah kau melihat mata ku tanya Andreas pada salsa, tanpa kata kata salsa pun mengarahkan pandangannya pada wajah tampan pria itu dan tanpa mereka sadari kedua bibir insan itu telah bertemu dan salsa hanya bisa terdiam dan mematung dia tak tau harus berbuat apa karna ini adalah hal yang pertama kali dalam hidupnya, dan dia pun disadarkan oleh perkataan Andreas aku menyukai mu, seketika pipih lembut itu berubah menjadi merah merona, maaf sekali jika aku mengambilnya tanpa seijin mu ucap Andreas padanya. salsa pun hanya terdiam dan tak banyak bicara yang berada di kepalanya saat ini hanyalah ucapan Andreas,apakah aku mimpi ahh sudah lah mungkin dia masih dibawah alam sadarnya, gumam salsa dalam hatinya, hey apa yang sedang kau pikirkan kemari lah berbaringlah di sampingku, salsa pun bergidik ngeri mendengar ucapan itu, jangan khawatir aku tidak akan melakukannya kecuali kamu yang memintanya heheheh ucap Andreas sambil tertawa kekeh kepada salsa ba ba baik jawab salsa sambil perlahan membaringkan tubuhnya di samping bosnya itu dan perlahan menutup kedua kelopak matanya sambil mengucapakan good night my bos, good night to sambil mengusap ngusap kepala salsa! sekejap gadis itu pun tertidur dengan pulas, Andreas pun tak bosan-bosan memandangi wajah nan cantik itu dengan bergumam aku menginginkanmu malam ini tapi aku takut akan melukai perasaan mu," Tampa ia sadari ada 11 kali panggilan masuk di handphonenya entah dari siapa yang jelas itu nomor yang tak ia kenali, dan handphone itu pun kembali berdering dan kali ini Andreas mengangkatnya, halo !!! dengan siapa, apakah kau tak mengenali suaraku anak mudah hahahaha suara misterius itu mengingatkan Andreas kepada seseorang yang tak lain ada pria paru baya yang ia cari selama ini. Rudolf "jawab Andreas" hahahhaah ternyata kau masih mengingat ku hahahhah , apa yang kau inginkan tua bangka akan ku habisi kau saat ini juga, gertak Andreas pada pria tua yang saat ini sedang berbicaranya lewat benda pipih itu. aku tak menginginkan apa apa anak mudah, aku hanya menginginkan nyawa mu hahaha "ucap pria tua itu pada Andreas" hey pria tua apakah kau takut denganku sehingga kau terus saja mengejar nyawaku, ingat baik baik Rudolf dirgantara aku tak akan melepaskan mu lagi, dimana pun kau berada aku akan menemukan mu Bahkan jika kau bersembunyi di Lumbang tikus sekalipun pasti aku akan menemukanmu, kau harus membayar semua yang telah kau perbuat pada keluargaku sehingga saat ini hanya aku yang tersisa kau harus membayar rasa sakit yang teramat perih yang kau torehkan pada ku aku akan mendapatkan mu pria biadap lihat saja, ucap Andreas yang penuh dengan kemarahan yang menggebu-gebu " dan mengakhiri percakapan yang mengundang sejuta rasa sakit hati dan dendam yang seakan akan ingin menelan siapa saja yang ada di sekitarnya saat itu, tanpa ia sadari air mata itu pun jatuh tepat di atas pipi tampanya itu