
"Nikahi dia, dia telah mengandung anakmu,aku ikhlas akan pernikahan ini," ucap seorang wanita
yah wanita itu bernama Alina Yuna Zenski, dia yang merelakan pernikahannya kepada adiknya Alicia Luna Zenski yang telah mengandung anak tunangannya Bryan Luccard.
Alina yang biasa di panggil Nana adalah seorang yang pekerja keras dan cerdas, dia bekerja di perusahaan milik ayahnya "Zenski Group". Ayahnya yang sangat keras mendidiknya tentang bisnis sejak dia masih anak anak
"hiks,hiks,hiks dia tega padaku,, apa salahku?"sambil berurai air mata dia mencoba ikhlas
namun sangat sakit jika seorang belahan hati mengikat janji suci bersama orang lain
"hey pelayan, ambilkan 3 botol wine untukku," ucapnya pada salah satu pelayan
"untuk apa wine sebanyak itu?" tanya pelayan itu dalam hati
"ini nona, ada lagi yang anda perlukan?" tanyanya ramah
"tidak ada, pergilah" usir Nana
"cih,aku berusaha ramah padanya dia malah mengusirku," ucap pelayan itu
karena kasihan dengan gadis yang di tinggal nikah itu, pelayan bule yang bernama Zayn itu tidak pergi jauh darinya dan terus memperhatikannya,, takut takutnya nanti malah tumbang
dan benar saja, tubuh Nana yang tidak terbiasa dengan alkohol itu sempoyongan, dia mencoba memanggil pelayan untuk mengantarnya ke kamar
"pelayan!" panggilnya
" ya nona apa yang anda perlukan?" jawab Zayn yang langsung menangkap tubuh mungil yang sempoyongan itu
"bawa aku ke kamar" pintanya
__ADS_1
Zayn segera membawa Nana ke kamar yang ada di hotel itu
"hey pelayan tampan," ucapnya
"hihh ngapa nih cewek,merinding bulu kudukku" ucapnya dalam hati sambil membayangkan hal yang tidak-tidak pada gadis itu
"ya nona ada yang bisa di bantu lagi?" tanyanya
"hm, ada" ucapnya dengan mata dan muka yang merah
"apa kau bisa melayaniku?"
"ya nona aku akan melayani anda , apa yang anda perlukan?"
"hm, bukan melayani seperti itu, kau polos juga ya" ucapnya
"nah nah tuh kan apa ku bilang,aku mulai merasakan hal yang tidak enak"
"hah 800 juta?" tanyanya dalam hati, dia memang membutuhkan uang namun pacarnya yang belum mencoba punyanya itu sedang pergi ntah kemana, namun ia yakin dibalik itu semua ada alasannya
"hm bagaimana? Apa kau mau?" tanyanya lagi
setelah lama memikirkan nya akhirnya dia menjawab " yah aku mau nona, namun jangan menyesal nantinya,"
"hm baiklah aku tidak akan menyesal," yakinnya setengah sadar
mereka masuk ke dalam kamar, Zayn membuka baju Nana lalu memuaskannya sesuai keinginannya
*** dahlah ya jangan 18+, aku kalau mikirin tentang 18+ suka sakit perut.. okey jangan protes ya***
__ADS_1
Skip Skip
\*\*\*
Paginya Nana bangun lebih dulu dari pada Zayn. Dia masih tidur tanpa sehelai kain pun. Nana mengambil bajunya dan pergi ke kamar mandi, sambil mengingat yang terjadi dengan yakin dia mengatakan
"aku tidak akan menyesal, tapi kalau aku hamil bagaimana?"tanyanya sendiri
Zayn bangun dan melihat Nana keluar sudah rapi
" ini ceknya, maaf aku tidak bisa menemanimu aku harus sarapan bersama keluargaku" ucap Nana
"hm tidak apa" jawab Zayn
"oh ya siapa namamu?" tanya Nana
" namaku Zayn"
"hanya Zayn? Apa tidak ada nama keluargamu atau nama kepanjangan mu?"
"hm tidak ada, namamu?"
" namaku Alina Yuna Zenski kau bisa memanggilku Nana"
"hm"
"Ya sudah aku turun dulu, untuk hari ini libur lah dulu" ucap Nana
"tidak,aku membutuhkan uang" jawabnya
__ADS_1
"ya ya terserah mu saja,"