
Nana turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya dan tak lupa dengan pengantin baru
Sebenarnya Nana tidak mau turun,bukan karena sakit hati tapi karena dia tidak mau cari ribut dengan adiknya yang biasa di panggil Lulu
"pagi yah,bu," ucapku menyapa kedua orang tuaku
"cih, kenapa kau telat? Kau tau aku sudah lapar dan juga aku sedang mengandung," ucapnya dengan nada yang menjengkelkan
"hey sudahlah tidak baik ribut di meja makan," ucap ibuku lembut
"Nana pimpin doa," ucap sang ayah
"iya yah," Nana mengucapkan doa mereka
"mari makan," ucap Nana seusai berdoa
Bryan dengan tangan refleks mengambil makanan kesukaan Nana dan bukan istrinya
"Bryan yang harusnya kau ambil makanan itu bukan aku tapi istrimu," ucap Nana
"maaf tanganku biasa mengambilkannya untukmu" jawab Bryan
"kau itu yang tebar pesona,sudah tau jadi milik orang lain," bentak Lulu
"aku tidak salah disini,aku juga tidak tebar pesona" kali ini dengan nada yang agak tinggi, inilah yang berusaha di hindari nya ribut dengan adiknya adalah hal yang paling tidak di sukainya
"hey hey sudah kalian mau makan atau tidak!" kali ini sang ayah yang membentak
"maaf yah," ucapku terdiam
__ADS_1
Sifat ayah yang tegas dan keras sering membuat kami terdiam seperti ini
"cih,,jika Bryan belum melupakan Nana bisa hancur semua rencana ku," ucapnya dalam hati
Nana dengan cepat menghabiskan sarapannya kemudian berangkat kerja ia tidak ingin semakin ribut lagi dengan Lulu
"ayah,ibu aku pergi dulu ya," pamit Nana
"hati hati ya nak," balas ibuku
setelah Nana pergi, kini saatnya Lulu yang ingin pergi
"yah,ibu aku pergi dulu,"
"apa perlu di temani Bryan?" tanya ibu mereka yang bernama Alula
"tidak, dia akan bekerja tidak usah temani aku,"
"tidak usah" jawabnya
"huh, jika dia ikut bisa bisa aku tidak bebas nantinya," ucap Lulu dalam hati
***
Nana sudah sampai di kantor, biasanya dia sibuk bekerja dan tidak memikirkan hal lain, namun kali ini dia kembali mengingat malam panasnya dengan Zayn si pelayan itu,sifatnya yang misterius membuatnya sedikit tertarik padanya.
"ntah kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya," ucapnya sambil tersenyum
"apa yang sedang dilakukan nya ya?" tanyanya dalam hati
__ADS_1
"ah sudahlah kenapa aku jadi memikirkannya," gumamnya
Di sisi lain Zayn yang sedang membersihkan kamar hotel mendadak bersin bersin
"huh kenapa hidung ini, tidak henti-hentinya bersin," hidung mancungnya yang seperti jalan tol itu merah karena dia terus mengusapnya
"cih pasti ada yang membicarakan ku," gumamnya
***
Di sisi lain seorang wanita marah karena targetnya lolos kali ini
"bunuh dia" pintanya dengan wajah merah karna dia sedang marah
"baik nona, segera di laksanakan" ucap asistennya
"ku pastikan kau tidak bisa lolos tuan" gumamnya sambil menunjukkan senyum devilnya yang manis
"apa lagi rencana yang harus ku lakukan untuk melindunginya?"tanyanya sendiri dalam hati
"semua sudah kulakukan, maafkan aku melakukan ini semua,aku menyayangimu" ucap wanita itu sambil mengusap bingkai foto yang ada di tangannya
"Arion, kau sudah membunuhnya?" tanyanya
"ya nona, tubuhnya akan diberi ke macan kesayangan nona," jawab Arion anak buah sekaligus asisten di perusahaannya
"bagus Arion, kau memang selalu bisa diandalkan" jawabnya senang
"terimakasih nona," ujarnya tak lupa dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya
__ADS_1
TBC :)