
Nana pulang ke rumah dengan keadaan muka kusut dan lesu, ia bingung bagaimana cara menjelaskan nya kepada ayahnya
"arghhh, andai saja aku tak melakukan hal gila itu, pasti aku tidak akan sebingung ini," sesalnya
"aku pula--" Nana terkejut melihat ayahnya yang berada di depan pintu dengan mata seperti ingin memakan orang
"o-oh hai yah," sapanya gugup
"hm, tidak usah ada kata hai disini,sekarang jelaskan kenapa kau bisa hamil?!" tanya ayahnya yang bernama Dion
"eum a-a-aku itu eum itu,," gugupnya dengan otak yang sibuk mencari alasan
"hm apa itu itu!"
"beuh kalau sudah begini aku tidak bisa mencari alasan lagi,, lagian dr Kiya mulutnya ember sih,,, mungkin semua emak emak gitu juga kali ya" pikir Nana
"kok diam?!" tanya Dion lagi
"aku hamil karena..."
" hah?! kau beneran hamil?! bagaimana bisa kedua anak dari keluarga Zenski bisa hamil diluar nikah?!" potong Dion
"ya aku tidak sengaja yah," lirihnya
"kau tidak sengaja?! siapa lelaki yang menghamilimu apakah dia seorang yang sama seperti kita derajatnya?" tanya Dion
"aku tidak tau yah" ucapnya berbohong, jika dia mengatakan pekerjaan nya adalah pelayan, maka aku tidak tau apa yang terjadi
"kau tidak tau?! haish ya sudahlah besok bawa dia aku akan menanyainya," pinta Dion
__ADS_1
"b-besok? hah, yah apa tidak bisa lusa atau beberapa hari lagi?" tawarnya
"oke baiklah kurang dari 24 jam kau harus membawa nya," ucap Dion yang tidak suka perintahnya di tawar tawar
"oke oke aku akan bawa dia besok," pasrah Nana
"oke good, pergilah"
***
Di dalam kamar, Nana memikirkan cara untuk meminta pertanggung jawaban Zayn yang notabennya memiliki seorang pacar
"rasanya aku ingin menghilang saja dari bumi ini," ucapnya
"tapi aku tidak boleh egois, aku sedang mengandung seorang nyawa yang tidak bersalah, jadi aku tidak boleh menyerah," semangatnya untuk diri sendiri
"nak, bantu doakan bunda agar bisa meyakinkan ayahmu untuk menikahi bunda oke," ucapnya sambil mengelus perutnya yang rata
Aubrey adalah sahabat Nana dari kecil, Aubrey sangat menyayangi Nana bahkan seperti saudara, Nana yang sering di bully Aubrey lah yang selalu membela dan menjaganya
Aubrey memiliki sifat ceria dan setia, maka dari itu Nana senang bila curhat dengannya
"halo brebrey," sapa Nana, brebrey adalah panggilan untuk Aubrey
"ish namaku Aubrey bukan brebrey," sungutnya
"ya ya terserah, ayo ketemuan aku mau curhat," ajak Nana
"okey di cafe biasa ya," jawab Aubrey
__ADS_1
Setelah mematikan telfonnya dia langsung pergi ke tempat biasa dia bertemu dengan Aubrey
"hai dah lama?" tanya Nana
"gak kok paling setahun," jawabnya
"ish kalo setahun lumutan dong," jawab Nana sambil tertawa
"katanya mau curhat,curhat apa? kepo nih," ucap Aubrey to the Point
"ih kepo banget sih brebrey," goda Nana
"iya dong harus gitu biar cepat dapat info," jawabnya
"iya deh jadi gini,"
"aku itu sebenarnya hamil," bisik Nana dengan muka lesu
"hah?! kok bisa" tanyanya dengan suara mirip toa masjid
"ih pelanin dikit napa? " ucap Nana sambil menunjuk pelanggan cafe yang mengarah pada mereka berdua
"hehe oke oke maaf,"
" jadi kok bisa? bukannya kau belum menikah?" tanya Aubrey kini dengan suara pelan
"iya jadi gini,,"
**TBC:)
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA
THANK YOU❤️**