
aku segera pergi meninggalkan ayah dan ibuku diruang tamu aku menuju kamarku .... dan merebahkan badanku sebentar .... aku menatap dinding dinding langit dikamarku aku merasa ad yg berbeda dg ayah dan juga ibuku ...
"ada ap ea??? mngapa sikap ayah dan ibu berbeda ??? seperti ad yg disembunyikan????" batinku...
"qila sayang" teriak ibu
"ea bu" jawabku
"sudah selesai sayang???" lnjut ibu
"sebentar lagi bu 30 menit lagi" teriakku
"lebih cepat sayang ayah munggumu di meja makan " sahut ibu
" ea bu siap" jawabku
30 menit aku melakukan ritual mandi dan juga sholat maghrib setelah semua selesai aku berjalan mnuju meja makan yg dimana ayah dan ibu sudah menantiku
"malam ayah malam ibu " ucapku
"kok belum ad yg dimakan nunggu qila ea" ucapku sambil munuggingkan senyum dibibirku
__ADS_1
"ea sayang " jawab ibu
kami melanjutkan makan malam kami tanpa sepatah kata pun setelah selesai makan seperti biasa aku bereskan piring2 kotor itu dan mnuju dapur
"qila" ucap ayah
"ea yah " jawabku
"biarkan ibu yg membereskan dan juga mncuci piring itu kamu iku ayah ada yg mau ayah tnyakan padamu" ucap ayah sinis
"baiklah yah " aq segera mnghentikan aktivitasku dan berjalan dibelakang ayahku
aku dan ayah berjalan beriringan menuju ke ruang kluarga kami
"qila " ayah mulai membuka suara
"ea yah" jawabku
"ayah mau bertanya padamu dan jawab dg jujur "tanya ayah dg tegas
"baiklah yah" jawabku dg keberanian
__ADS_1
"beberapa hari ini ap benar kamu kerumah nenek ratmi??" tnya ayah kpdku
"ea yah emangnya knpa" aku mnjawab dg kebohongan dan juga memberanikan diri utk kmbali bertanya
"mulai kapan kamu berani berbohong kpd orang tuamu dan ap motivasimu dan juga keuntunganmu membohongi ayah dan ibumu qilla???," tanya ayah dengan nada yg tinggi dan sempat membuatku takut
"ap maksud ucapan ayah???" aku juga mulai berteriak sekalipun aku tau kalau aku berbuat kesalahan
"dengarkan ayah baik2 qila ayah tau beberapa hari ini kamu tidak kerumah nenek ratmi kamu pergi bersama dika kan qilla beberapa hari ini ???" teriak ayah diiringi dg mendobrak meja yg ada di depannya smua itu membuatku takut dan juga meneteskan air mata
"ea ayah .....ayah benar " jawabku sambil menangis sesegukan
"kamu belum tau siapa dika qila" tanya ayah dg nada tinggi
"aku tau ayah... maka dari itu aku selalu mnyembunyikan hubungan kami karna aq yakin ayah tidak akn merestuinya " jawabku dg tangis yg begitu keraz
" dengarkan ayah tinggalkan dia qila kalau kamu masih terus berhubungan dgnya ayah gk akn menganggapmu putri ayah " teriak ayah
" mengapa ayah selaluu menilai buruk kelakuan orang ??,mngapa ayah selalu berfikir bahwa orang buruk akn selamanya buruk ??? " teriakku
ayahku hnya diam dan menahan amarahnya
__ADS_1
"bukankah ayah sendiri yg selalu berceramah bahwa orang penghuni surga itu kebanyakan orang jahat yg ingin sungguh2 bertobat bukan orang mukmin yg akhirnya tersesat ayah" ucapku penuh amarah
"ayah seorang ustad ayah pasti dapat membedakan orang yg baik dan juga buruk jangan pernah menilai seseorang dari orang lain karena orang yg membenci dika tidak akn percaya dg sifat baik dika dan juga orang yg mnyukai dika tidak butuhkan itu semua ayah " kataku dg banjiran air mata yg menetes dipipi