
" ad perlu ap pak handoko pagi2 sudah kesini ea bu" tatap mata ayah dg penuh kebingungan
" ntahlah yah ... lebih baik kita temui mereka saja dari pda kita hnya menebak nebak disini " ucap ibu sambil munyunggingkan tawa dibibirnya
akhirnya ayah dan ibu kluar dari dapur dan mnuju kearah ruang tamu
" maaf dibuat lama mnunggu pak han" ucap ayah pda pk handoko
" ea gpp " pak handoko mnjawab sambil tersenyum
" silahkan diminum " ibu memulai pembicaraan kpd alicia dan juga arsila
" ea bu trimakasih" jawab alis dan sila
" begini pak ..... kedatangan kami di sini memiliki maksud utk mnanyakan tentang putri bapak" ucap pak handoko
" maksud pak han ....qila???" tanya pk hasan
" ea pak qila putri semata wayangmu... kedatangan kami disini utk melamar putri bapk utk anak lelaki saya andika pak " ucap pak handoko
" maaf beribu maaf "ayah mngucap pada pak handoko
" mengapa bapak harus meminta mav pak" tanya pak handoko
__ADS_1
" bukan saya menolak lamaran bpk akn tetapi saya sudah berjnji kpd almarhum ayah dan ibu saya utk mnikahkan qila dg salah satu keturunan pemilik pondok pesantren tempat saya menimba ilmu pak " terang pak hasan
"karena itulah permintaan terakhir almarhum ayah dan juga ibukku pak.... dan kesalahanku aku telah berjanji kpd mendiang ayah dan ibuku utk mewujuddkan harapan terakhir mereka ..... aku juga meraza brsalah pak krn aq brjnji tanpa berfikir bhwa qila tumbuh dewasa dan juga memiliki keinginan nya sendiri pak " penjelasan ayah pada pak handoko
" ea ea pak aq faham akn posisi pak hasan ..... aq mngenal bpk ..... bpak tidak mungkin memutuskan hubungan tanpa sebab" ucap pak handoko sambil mnyunggingkan senyum
" baiklah pak kami pamit dulu kami mau memberi pengertian utk dika bhwa jnji ataukah amanah itu harus dilaksanakan " ucap pak handoko kpd pak hasan
"maafkan kami ea nak alis nak sila.... ibu harap kalian mngerti" bu halimah mngepalkan kedua tangannya kepd alicia dan juga arsila
" ea kok bu kami faham" jawab arsila dan juga alicia
" kami permisi duly pak hazan bu halimah " ucap pak handoko
"assalamualaikum " serentak keluar dari bibir pak handoko , alicia dan arsila
pesan whatsapp
papa: dika kamu ad dimana
dika : dikantor pa .... bagaimana???
papa : lamaran kita ditolak dika krn qila sudah dijodohkan oleh almarhum kakek dan neneknya dan pak hasan sudah terlanjur jnji pada mendiang kedua orangtuanya
__ADS_1
dika : halahhh itu hanya alasan pa...
papa: tidak dika papa sangat mngenal pak hasan
dika : sudahlah pa... gk usah dibahas kita buktikan saja... siapa yg akan berlutut terlebih dahulu ...
papa : dika maksud kamu ap nak
dika : sudahlah pa dika mau lnjut bekerja dulu selamat siang
penolakan dika sangat membenci kata itu kata2 itulah yg merubahnya mnjadi pria yg tak mempunyai hati .....dan sering menganggap bhwa wanita itu hanya barang yg kapanpun dia ingin dia akn mnggantinya .....
pesan whatsaapp
dika: sayang
qila : ya sayang
dika : kluargaku kerumahmu tadi pagi
qila: terus bagaimana keputusan ayah???
dika; ayah kamu tetap bersih kerass dg pendiriannya
__ADS_1
qila : begitulah ayah dia tidak pernah ingkar jnji
dika; bagaimana dgmu ??? kamu setuju dg ayahmu kamu masih ingin mnghabiskan sisa usiamu utk bersamaku ?? pilihan yg berat yg harus qilla lewati